
Hari terus berjalan kehidupan rumah tanggaku dengan angga masih berjalan seperti biasa, aku belum siap melakukan kewajibanku tetapi angga selalu memahamiku dan tak lupa tetap bermanja padaku.
Sampai pada akhirnya sampailah pada hari dimana akan dilangsungkan acara pernikahan zidan dan zaskia di kampungku, semoga saja angga bersedia untuk pergi.
Setelah seharian angga selesai bekerja seperti biasa angga bersih-bersih dulu dan kemudian makan bersama makan malam, Saat itu aku mencoba memberanikan diri untuk bertanya apakah dia mau pergi menghadiri acara zidan akupun tidak memaksanya.
Tapi aku mencoba bertanya mas angga bella boleh bertanya, tetapi mas jangan marah pada bela.
" Silahkan apa yang ingin kau tanyakan ?. "
Bela ingin bertanya apakah kita akan pergi menghadiri acara zidan atau jika mas angga tidak bisa pergi. maka bella minta izin untuk pergi bersama mas adam, ayah, Ibu dan kak putri saja. tetapi angga hanya diam aku pun merasa sedikit bersalah mas angga kok malah diam, tenang saja bela tidak ada maksud apa-apa, bela hanya ingin pergi ke acara itu sebagai seorang teman dan bela juga rindu dengan suasana di kampung apakah boleh bela pergi mas mas.
" Aku tahu itu baiklah kita akan pergi tetapi denganku bukan dengan keluargamu, kita bisa beriringan tetapi kamu harus bersamaku dan ingat setelah selesai acara kita harus kembali secepat mungkin dan tidak boleh bermalam di rumahmu mengerti. "
Mas angga kenapa selalu seperti itu bela ingin istirahat dan tinggal dirumah sebentar saja, satu malam bolehkan bolehlah mas sekali saja bela sangat rindu dengan rumah dan suasana kampung bela ( memohon ).
" Baiklah boleh tetapi ada syaratnya ( senyum mengisyaratkan mata yang memandangi seluruh tubuh bela ). "
Mas angga jangan macam-macam ya dan mengatakan syarat-syarat seperti itu, apalagi menatapku seperti itu ya sudah kalau tidak boleh pergi sudah di rumah saja asalkan tidak melakukan hal yang macam-macam itu pada bela.
" Bella sampai kapan kau akan menolak diriku aku ini suamimu aku berhak atas dirimu, aku sudah berjabat tangan dengan ayahmu mengucapkan kata sah di depan ayahmu dan para saksi. apalagi yang kau ragukan kamu masih takut, trauma masalah pertemuan dan caraku mendapatkanmu.
Janganlah berlarut di dalam ketakutan itu bel, aku saja yang membencimu bahkan sangat membencimu saat itu bisa tiba-tiba jatuh cinta menyayangimu, bahkan tidak ingin berpisah denganmu tapi kenapa kau belum bisa menyukai dan mencintaiku. atau ada laki-laki lain yang kau cintai atau jangan-jangan zidan itu.
__ADS_1
" Tidak mas bela tidak menyukai siapapun tetapi bela berusaha untuk mencintai mas angga, bela katakan jika seandainya mas angga tidak melakukan cara yang begitu kejam menurut bela rasakan.
Andai mas angga saat itu menyadarinya bela sudah mulai menyukai mas angga, tetapi karena mas angga mengancam bela bahkan ayah ibu membuat perasaan bela tiba-tiba menghilang dan sirna begitu saja. dan sekarang bela telah berusaha untuk menimbulkan rasa itu lagi mas ( menunduk sedih ).
Ya sudah jangan membahas masalah ini lagi, lebih baik sekarang kita makan dulu nanti mas angga pikirin lagi kalau emang enggak boleh ya sudah bela di rumah saja, kalau mas angga berkenan pergi maka bela sangat senang dan berterima kasih.
" Maafin mas bel mas tau cara yang mas lakukan itu salah dan bukan jalan yang baik, tapi seperti yang mas katakan jika tidak dengan cara itu bahkan karena rasa dendam yang ada. mas yakin tidak akan bisa dapat memilikimu bel, kamu adalah sosok perempuan yang menjadi idaman laki-laki bahkan dua orang yang bersaudara saja bisa bersamaan mencintaimu " batin angga.
Akhirnya kamipun makan dan setelah selesai akupun merapikan makanan, dan membersihkan semuanya setelah itu aku ingin bersantai di taman belakang saja udaranya lebih sejuk dan tenang.
Saat sedang duduk di ayunan taman sambil bermain handphone, tiba-tiba saja mas angga datang ya aku hanya bersikap biasa saja diapun ikut duduk disampingku di atas ayunan.
" Ehhmm masih marah ya sama mas, yaudah mas minta maaf jangan ngambek dan diam-diam gini sama mas. acaranyakan satu hari lagi jadi besok kita berangkat kesana sekalian kamu bisa kangen-kangenan sama kampung dan rumah kamu udahkan udah senang sekarang " bujuk angga.
Akupun yang mendengar ucapan mas angga sangat senang, tanpa aku sadari aku langsung memeluknya dan mengucapkan terima kasih pada mas angga.
Maaf mas bela refleks akupun melepaskan pelukanku tetapi mas angga malah mempererat pelukannya, sehingga aku tidak sanggup melepaskannya mas udah mas bela gak bisa napas ni.
" Enggak kamu masih bisa napas orang pelukannya erat gini tapi lembut kok, kalo nolak aku minta yang lebih dari ini mau yaudah ayo ke kamar ayo " rayu angga.
Enggak- enggak gini aja akupun kembali memeluk mas angga, sebenarnya aku nyaman dalam pelukannya tapi entah kenapa hatiku belum bisa menerima dan mencintai mas angga tapi aku yakin aku bisa.
Beberapa menit berpelukan kenapa aku rasa mas angga malah diam, mas mas angga setelah aku melepaskan pelukan ternyata dia malah tidur.
__ADS_1
Ya ampun mas angga, aku rasa dia pasti kelelahan aku terus memandangi wajah mas angga aku melihat ketampanannya dan lelah dari raut wajahnya.
Tapi tiba-tiba saja aku malah teringat tentang perempuan itu ya adelia sahabat masa kecilnya, aku yakin mereka memiliki hubungan sebelumnya aku bisa melihat itu dari mata perempuan itu serta sikap dan cara bicaranya waktu itu.
Ahhh semoga saja tidak ada masalah yang datang untuk merusak hubungan kami, akupun membangunkan mas angga mas mas bangun jangan tidur disini mas mas angga.
Mas angga bangun kalo mas gak bangun ya sudah tidur diluar saja ya, bela ke kamar duluan dahh selamat malam ( pergi meninggalkan mas angga ).
" Kita lihat saja seberapa peduli dirimu padaku bel ( batin angga sambil tersenyum dalam tidur palsunya ). "
Akupun menuju kamar dan setelah beberapa menit mas angga juga tidak datang ke kamar, apa mungkin senyenyak itu tidurnya apakah dia tidak merasakan dingin angin malam.
Ohh iya bela bela kamu lupa siapa suami kamu pasti hal itu sudah biasa baginya, bukankah di hutan saja dia sanggup tidur dan bertempur apalagi hanya angin malam di taman.
Ya memang benar tapi kenapa aku malah tidak bisa tidur tanpa dia dan malah mengkawatirkannya. akupun kembali turun dan memanggil dia yang masih tertidur pulas di ayunan.
Mas mas angga cepatlah bangun tidur di kamar saja, mas akupun berdiri di depannya mas ( mengoyangkan lututnya ) mas bangun mas angga bangun.
Bela tidak bisa tidur mas bangunlah jangan begini mas, tapi mas bilang jika bela tidak boleh ngembek diam-diam tapi sekarang kenapa mas angga yang jadi begini mas ayo bangun.
" Ehhhmmmm ( membuka matanya ) loh kok mas bisa ada disini mas ketiduranya maaf ya bel, tapi kenapa kamu masih disini gak tidur duluan aja " senyum bahagia setelah mengerjai bela.
Ahhh mas angga jangan pura-pura tidak tau bela sudah dari tadi memanggil mas angga tapi mas angga sangat nyenyak tidur disini ya sudah kalo gitu sekarang ke kamar ayo.
__ADS_1
" Wawahhhh ada yang gak bisa tidur tanpa suaminya ni, tapi pas tidur berdua suaminya malah didiamin aja gimana ya yaudah tidur disini aja lagi " goda angga.
Ya sudah terserah mas saja ( berjalan menuju rumah dengan kesal ).