Ibu Muda Pengganti

Ibu Muda Pengganti
107. Aku Tidak Percaya


__ADS_3

Akupun menuju taman belakang sambil menggerutu aku sangat kesal sekali melihat tingkahnya, bukankah saat kemaren dia sangat cool dan berwiba dan sekarang malah menjadi manja dan selalu mendekatiku.


" Bel kenapa ngedumel sendiri sambil jalan bukannya tadi kamu teriak-teriak minta tolong ya, emanya kenapa angga mana dia gak bantuin kamu ? " putri.


Udah kak bela gakpapa cuma ada masalah dikit saja dan sekarang udah selesai kok, kalo gitu bela ke taman dulu ya kak.


( Duduk dibangku taman )


Ahh aku masih ingin disini apalagi jika bisa aku ingin ke kampung saja tinggal disana, dan kehidupan aman, damai dan tentram.


Tapi aku bisa apa, jika sekarang statusku telah menjadi seorang istri, tentu aku harus mengikuti apapun yang ia perintahkan dan katakan. setelah makan malam saja minta izin pada mereka jika aku akan pindah ke rumah angga, tapi bagaimana dengan ayah dan ibu aku masih ingin didekat mereka apakah mereka bisa merelakanku pindah ke rumah angga.


" Kakak apakah kakak melihat bela ? " angga,


" Bela tadi dia bila ingin ke taman coba saja kamu cek kak lihat memang dia memang mengarah ke teman tadi " putri.


" Baiklah kak angga lihat dulu " angga.


Ayah, ibu bela masih ingin bersama kalian bela tidak mau pindah rumah apalagi dengan sikap angga yang berubah jadi aneh.


" Kenapa dengan wajahmu terlihat seperti jemuran belum disetrika saja ( tersenyum menyindir ) " angga.


Ini wajah bukan jemuran tidak aku tidak apa-apa aku hanya belum si.... ahh tidak aku baik-baik saja.

__ADS_1


( Duduk disamping bela ) " Aku tau kamu pasti belum siap dengan semua inikan, tapi tenanglah aku tidak akan menyakitimu selagi kau tak melakukan kesalahan padaku. dan kau belum siap untuk menjadi istriku bukan, tetapi aku akan terus mencoba memaafkanmu serta keluargamu " ucap angga.


Terima kasih kau sudah mencoba melakukan itu, aku juga akan mencoba untuk menerima semua ini. tapi apakah aku boleh bertanya satu hal padamu mas angga ?.


" Silahkan apa yang ingin kau tanyakan padaku " angga.


Aku ingin bertanya apakah kau, maksudku mas angga memiliki mantan pacar atau mungkin mas angga menikahiku saat memiliki kekasih.


" Kenapa kau malah menanyakan pertanyaan tidak penting itu padaku " angga.


Apa mas bilang tidak penting, aku memang tak bisa dan jago dalam hal menembak dan ikut berperang tapi aku tau bagaimana tentang karakter seorang perempuan yang sangat tergila-gila pada profesimu itu ya tentara abdi negara.


Aku pernah melihat suatu realita kehidupan dari kisah sahabatku, ya ia sangat mencintai seorang perwira tentara bahkan dia tau dan menyadari jika dia bukan yang dipilih oleh laki-laki itu.


" Kenapalah tiba-tiba kisah bodoh itu sampai ditelingamu dan kau ceritakan padaku, itu sifat sikap laki-laki itu jadi jangan samakan aku dengan dia " angga.


Aku tidak mengatakan jika kau maksudku mas angga sama dengan laki-laki itu, tapi aku mengatakan jika seandainya ada perempuan gadis yang mencintaimu bahkan sangat mencintaimu bagaimana dengan perasaan dia.


" Ahh jangan menceritakan dan menannyakan hal tidak penting itu, sekarang yang terpenting adalah kita harus minta izin pada ayah ibu, mas dam, kak putri dan mas bayu untuk pindah rumah sudah cepatlah masuk ke dalam " ucap angga.


Haripun mejelang sore semua orang akan bersiap-siap dan bersih-bersih, akupun menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhku saat sedang mandi tiba-tiba pintu kamar mandi di ketuk tok tok.


Aku langsung terkejut apa mungkin itu angga, iya siap itu tunggulah sebentar lagi aku segera selesai. Tok tok kenapa dia malah terus mengetuk pintu itu, untung saja aku sudah membawa pakaian gantiku tapi hijab instanku mana aku lupa membawanya ahh sudahlah ku tutupi dengan handuk ini saja.

__ADS_1


Baiklah aku selesai akupun membuka pintu kamar mandi,


" Kenapa kau lama sekali membukakan pintu bahkan sekarang kau telah selesai mandi dan mengganti bajumu " ucap angga.


Sudah cepatlah mandi jangan menatap wajahku, cepat aku harus mendoronnya mungkin cepatlah masuk dan mandi.


Namun saat aku mendorongnya malah dia menarikku hingga aku ikut terjatuh sampai handuk di kepala terlepas sekarang angga sudah melihatku tanpa hijab.


" Kau cantik sekali tanpa hijabmu " rayu angga,


Aku langsung mengambil handukku dan menutup kepalaku sudah sekarang mandilah dan aku harus kembali mengganti baju karena sekarang baju telah basah karena terjatuh ke lantai ini.


Akupun langsung berdiri dan menuju keluar, sudah janganlah bertingkah aneh mas angga sekarang mandi dan bersih-bersihlah.


" Sekarang kau bisa menghindar tapi saat di rumahku nanti kau tidak akan bisa lagi untuk menghindariku, aku tidak sabar menunggu saat itu " ucap angga.


Ahh kenapa dia semakin bersikap aneh bahkan lebih menjadi-jadi aku tidak percaya dengan perubahan sikapnya, sungguh tidak percaya.


Sekarang yang harus aku pikirkan adalah tentang kehidupanku setelah menikah, dan aku malah semakin takut dengan dirinya bukan karena dia menyakitiku atau marah padaku.


Tetapi melihat sikapnya yang seperti ingin menerkam ku saja, semoga saja aku bisa melewati ini semua dan aku ingin hidup bahagia bukan hidup dengan ketakutan yang ia buat.


Ahhha sudahlah apa yang aku pikirkan, sekarang yang harus aku pikirkan adalah bagaimana aku meminta izin kepada ayah ibu dan semua orang bahwa aku akan pindah ke rumah angga dan apakah aku bisa, mampu, dan sanggup untuk tinggal dan hidup bersamanya.

__ADS_1


Aku takut di rumahnya nanti dia semakin berkuasa, melakukan hal-hal yang tidak aku inginkan, bagaimana ini Ibu, ayah tolong bela bela ingin seperti dulu saja seperti di kampung.


__ADS_2