Ibu Muda Pengganti

Ibu Muda Pengganti
129. Membagi waktu


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul 5 sore angga kembali pulang ke rumah adam dan saat di perjalanan pulang angga mendapat telepon dari pihak rumah sakit jiwa.


" Halo selamat siang pak ibu anda atas nama ibu ratih sempat kembali mengamuk dan memanggil putrinya bernama nadia " suster.


" Baiklah suster saya akan kesana sekarang suster tangani saja dulu saya akan segera kesana " angga.


" Baik pak " suster.


" Aku juga tidak tahu kenapa mama sangat senang saat melihat kamu bela mungkin seperti yang pernah aku katakan bahwasanya kamu memang dijadikan pengganti nadia untuk mama dan nanti kamu akan menjadi ibu pengganti bagi mama ya kamu yang akan menjaga mama, yang akan mengurus mama, dan merawat mama sampai mama sembuh " ucap angga.


" Angga belum pulang bel ? " ibu.


Belum kayaknya bu mungkin sebentar lagi Oooh iya bela mau cerita sesuatu sama ibu.


" Mau cerita apa nak silakan ibu akan dengarkan ceritamu " ibu.


Tapi jangan di sini ya bu bicaranya di kamar bela saja.


" Ya sudah kita ke kamar bela yuk " ibu.


Bela mau cerita soal mamanya mas angga bu mama kandungnya.


" Mama kandung bukannya waktu itu kamu bilang yang datang ke pernikahan kalian itu mama angkatnya angga, kenapa sekarang bela bilang mama kandungnya angga " ibu.


Iya ibu bela juga baru tahu karena mas angga juga baru ngomong sama bela dan yang buat bela ngerasa sedih ini itu karena karena, ibu tahu kalau sebenarnya mama mas angga itu masih ada ya mama kandungnya dan kenapa dia enggak hadir disetiap acara bela sama mas angga waktu itu.


Karena karena mamanya mas angga itu lagi dirawat di rumah sakit jiwa mah.


" Apa di rumah sakit jiwa kamu serius bela kenapa mamanya angga bisa ada di rumah sakit jiwa kenapa bel ? " ibu.


Alasannya ya karena masalah masa lalu waktu itu bu di mana ayah menabrak gadis kecil dan gadis itu adalah adiknya mas angga setelah kematian adiknya mas angga dan orang tua mas angga itu sangat sedih dan merasa kehilangan bu.

__ADS_1


Dan setelah beberapa bulan setelah itu papanya mas angga juga meninggal jadi mamanya mas angga itu sanagt merasa terpukul bu dan itulah yang ngebuat mamanya mas angga harus dirawat di rumah sakit jiwa bu bahkan itu udah hampir 15 tahun bu.


" Astagfirullah kamu serius bel ibu jadi gak sanggup ngebayanginnya " ibu.


Bela serius bu bahkan bela udah lihat langsung kondisi mamanya mas angga bela juga ngerasa sedih dan bersalah sama keluarga mereka bu.


" Ibu bisa merasakan kesedihan itu nak dan sekarang ibu juga sudah menyadari bahwasannya wajar saja bila angga melakukan cara kasar untuk bisa mendapatkan kamu, tapi ibu merasa beruntung angga tidak membenci bela bahkan tidak menyakiti bela bahkan sekarang angga mencintai bela.


Jadi ibu berharap bela bisa menjadi pintu maaf bagi mama angga dan angga sendiri Ibu juga berharap bela bisa menjalani semuanya dengan baik dan Bella juga bisa hidup bahagia sama angga.


Semoga saja masa lalu yang buruk dan kelam tidak lagi menghantui kehidupan kita dan rumah tangga bela sama angga, satu lagi semoga masa lalu itu tidak membuat perselisihan, permusuhan, kebencian serta dendam di hati kita masing-masing.


Jadi mama berharap bela bisa melakukan semuanya dengan baik dan bela harus ingat ibu ayah pasti akan mendukung dan selalu mendukung bela, ibu janji sama bela kita akan lakukan yang terbaik untuk menebus semua kesalahan kita kepada keluarga angga " ibu.


Iya bu memeluk ibu.


" Yasudah sekarang kita ke bawah saja tapi bela harus ingat harus tetap sabar, tetap kuat dan semangat menghadapi apapun masalah dan cobaannya Ibu akan selalu ada untuk bela " ibu.


Setelah mereka sampai di ruang tamu angga juda sudah sampai.


Mas angga udah pulang ( bersalaman ).


" Udah ibu ( angga bersalaman dengan ibu mertuanya ) " angga.


Yaudah sekarang mas bersih-bersih dulu biar bela siapin pakaiannya ibu bela ke atas dulu.


" Iya bel " ibu.


" Bel aku mau ngomong dulu sama kamu soal mama " angga.


Mama kenapa mas ada masalah atau terjadi sesuatu hal buruk pada mama mas.

__ADS_1


" Iya kemaren itu pas mama bangun dia teriak-teriak mau ketemu kamu ya nadia bahkan mama sempat ngamuk, jadi suster bilang dia minta kita kesana sekarang " angga.


Sekarang mas inikan udah sore banget masa iya kita pergi sekarang, itulah yang bela takutin kejadiankan tapi kalo seandainya nanti mama gak mau kita tinggal gimana mas bela juga harus bagi waktu disini.


" Tenang aja nanti kita atur sama-sama sekarang kita kesana dulu dan kita coba ngomong sama mama pasti fia mau dengerin kita terutama omongan kamu bel mamakan ngira kalo kamu itu nadia putrinya " ucap angga.


Yaudah kita pergi sekarang kita minta izin dulu sama ibu soalnya yang lain lagi keluar.


" Ibu angga sama bela keluar sebentar ya bu " angga.


Iya bu nanti bela balik kesini lagi kalo gitu bela jalan ya bu salaman.


" Iya nak hati-hati " ibu.


Di Mobil


Mas yakin gak mau mandi dulukan baru pulang kerja atau mau mandi di rumah sakit nanti.


" Ya gak usah mandi di rumah sakit juga bel kalopun mas mandi dulu nanti kita bisa kemalaman sampai rumah sakitnya gini aja mas antar kamu ke rumah sakit terus mas pulang dulu ke rumah kitakan cukup dekat dari rumah sakit, jadi nanti mas balik lagi kesini pokoknya sebelum isya kita udah pulang ke rumah mas adam lagi maukan " angga.


Iya mas terserah mas aja tapi yang bela takutin itu kalau mama sampai tahu siapa bela sebenarnya, bela gak kebayang mas pasti mama benci banget sama bela itu yang bela takutin mas.


" Udah kamu tenang aja mas yakin mama akan terima semua ini mas juga yakin kalau kamu sampai bisa ngerawat dan nyembuhin mama, mas yakin mama pasti bisa terima kamu dan maafin semua kesalahan masa lalu yang sudah terjadi bel " angga.


Iya mas bela juga berharap semoga ibu bisa maafin bela, ayah dan keluarga bela.


...........................................


" Aku masih belum rela jika kau bahagia dengan angga kita lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu, jika aku tidak bisa mendapatkan angga maka kau juga tidak boleh memilikinya dan hidup bahagia dengannya akan ada jalan lain untuk menghancurkan kalian " geram adelia.


" Semakin hari aku melihat senyum bahagia terpancar dari diri angga aku yakin pasti kehidupan rumah tangganya sangat bahagia bersama bela, tapi aku juga tidak bisa menyalahkan bela bahkan aku baru mengenalnya sedangkan angga yang sudah lama mengenalnya tentu mereka memiliki perasaan yang sama.

__ADS_1


Tapi entah kenapa perasaan ini begitu perih dan sakit melihat angga bahagia dengan bela aku merasa aku ingin memiliki bela juga, tapi kenapa aku terlambat kenapa aku terlambat mengenal bela kenapa " batin rendra.


__ADS_2