Ibu Muda Pengganti

Ibu Muda Pengganti
140. Ibu Muda Pengganti


__ADS_3

Lampu ICU masih menyala dengan warna merahnya, menandakan seseorang sedang kritis di dalam sana pertaruhan antara hidup dan mati.


Maafkan Mama Bella, mama tidak tahu jika akan begini akhirnya mama mohon jangan tinggalkan mama.


Mungkin orang lain akan berpikir jika kehilangan nyawa maka juga harus diganti dengan nyawa, tapi mama tidak ingin itu terjadi Bella bertahanlah mama mohon.


" Apa yang sebenarnya terjadi ma, mama jawab Angga ma " ujar Angga penuh kawatir.


" Maafkan mama Angga, mama tidak bisa menjaga bela mama minta maaf padamu maafkan mama nak ".


" B-Bella nak b-bela ".


Angga yang mendengar mamanya menyebutkan nama Bella tiba-tiba terkejut, dan panik dengan keadaan Bela.


Mama sudah tahu semuanya Angga, mama juga sudah sembuh dan pada kenyataannya mama tidak pernah gila.


Mungkin waktu itu mama sedang jatuh begitu dalam karena kehilangan adikmu, mama sadar bahwa mama tidak perlu menangisinya tapi hati seorang ibu tentu akan sakit dan terluka karena kehilangan putrinya.


Kehilangan sungguh berat karena Putri yang ia sayangi pergi meninggalkan dia selama-lamanya " jelas Ratih pada Angga.


" Jadi selama ini, mama hanya....... " ucap Angga.


" Mama tidak berpura-pura, tapi mama rasa di tempat itu mama lebih baik menyendiri dan mama bisa menenangkan pikiran mama.


Mama juga sudah menitipkan kamu kepada orang tua angkatmu, dan mereka berhasil menjaga dan mendidikmu seperti ini.


Mama sangat bangga padamu, dan dia wanita gila itu sudah mendapatkan balasan dari apa yang telah ia lakukan ".


" Angga juga akan memberikan hukuman yang setimpal padanya, karena dia sudah menyakiti dan berusaha membunuh mama dan juga Bela ".


" Sudahlah, sekarang yang bisa kita lakukan adalah terus berdoa agar Bela selamat, kamu tidak ingin dia pergi bukan ? ".


" Tidak ma, Angga masih ingin bersama dia dan hidup bahagia dengan Bela dan juga mama ".


Setelah 1 jam lebih akhirnya dokter keluar dari ruangan ICU.


" Bagaimana keadaan putri saya dok ?, dia baik-baik saja bukan ? ".


" Bagaimana dengan keadaan istri saya dok, dia baik-baik saja bukan tidak ada hal yang serius padanya ? " ucap Angga penuh kawatir.


" Lukanya tidak terlalu parah, tapi akibat benturan itu membuat pasien mengalami koma, tapi tenang saja mungkin hanya dalam waktu 1 sampai 2 hari ini saja " jelas dokter.


" Apakah selama itu dok ? ".


" Tenanglah Angga, mama yakin Bela pasti kuat dan bisa menghadapi komanya, kita cukup berdoa dan terus menjaganya ".

__ADS_1


...............................................


Dua hari kemudian


" Ma, mama kenapa Bela juga belum sadar Angga takut terjadi sesuatu yang buruk padanya ma ".


" Tenanglah Angga, mungkin sebentar lagi Bela akan sadar, nak apa kamu tidak memberitahu keluarganya mungkin dia juga merasa kawatir dan rindu pada Bela ".


" Angga rasa tidak perlu mah, itu hanya akan membuat mereka cemas kita tunggu saja sampai Bela sadar dan sehat kembali ".


" Tapi apa mama yakin, mama sudah memaafkan kesalahan di masa lalu itu ma, mungkin ini hanya karena Bela bagaimana dengan keluarganya terutama ayahnya, apakah mama akan memaafkannya juga ? ".


" Rasanya memang berat nak, tapi membalaskan dendam pun tidak akan menyelesaikan semuanya.


Jika kita semakin mengingatnya maka hanya akan menyakiti hati kita, dan terpuruk kepada lembah dan jurang kegelapan yang sama.


Mama sudah bahagia sekarang, bahkan sangat bahagia karena Bela sudah menjadi Ibu Muda pengganti untuk kamu dia menggantikan sosok perempuan dan memberikan kasih sayang di sampingmu, dia juga sudah menjaga mama dengan baik.


Mama juga merasakan jika dia tulus untuk mengharapkan maaf dan keikhlasan dari kesalahan yang diperbuat oleh ayahnya, jadi tidak ada lagi yang perlu didendamkan pada kesalahan di masa lalu ".


" Terima kasih ma, Angga juga senang dengan semua ini bela memang sosok perempuan terbaik dalam hidup kita ma, Angga berjanji akan selalu menjaganya dan juga menjaga mama ".


Tangan Bela mulai bergerak pelan didalam genggam Angga.


Angga yang menyadari itu sangat bahagia melihat sang istri akhirnya sadar.


" Bela kamu sudah sadar sayang, syukurlah mama ikut bahagia ".


" Kenapa Bela bisa ada disini mas, ma ? ".


" Sudah kamu istirahat dan pulihkan saja dulu kondisi kamu, nanti mama akan cerita sayang ".


" Benar apa yang dikatakan mama sayang ".


Flashback


Saya sudah tahu semuanya dan kamu tidak perlu memberitahu saya, bahkan saya lebih dulu tahu daripada kamu.


Saya juga mengenal kamu dan sangat mengenal kamu, tapi saya juga tahu apa masalah kamu dan Angga tapi kamu juga tidak ada hak untuk penyakit Bela, karena Bela adalah istri Angga dan Bela yang dipilih Angga bukan kamu Adelia.


Seharusnya kamu sadar diri, bahwa kamu juga berharga dan kamu bisa mendapatkan kebahagiaan yang lebih dari pada merebut kebahagiaan orang lain.


" Ya tentu, saya bisa dapat yang lebih karena saya lebih baik dari wanita itu tapi yang saya inginkan hanya Angga, Angga dan Angga " ujar Adelia.


" Kamu terlalu keras hati, maka dari itu terimalah semuanya dan pergi dari hidup anak dan menantu saya ".

__ADS_1


Ratihpun menghampiri dan memeluk Bela.


Bertahanlah sayang, mama akan menjagamu dan berjanji tidak akan terjadi sesuatu yang buruk padamu.


Saat itu beberapa polisi datang memasuki rumah Angga dan menangkap Adelia.


" Kurang ajar kamu menjebak saya ".


" Semua ini kesalahan yang dibuat oleh dirimu sendiri, jadi terimalah apa yang telah kamu perbuat sendiri ".


~Apa yang kamu tuai maka itu yang akan kamu dapatkan~


" Terima kasih banyak mah, mama sudah mau memaafkan Bela dan juga ayah Bela sangat-sangat berterima kasih pada mama dan juga mas Angga ".


" Tenanglah sayang, mama juga tidak sampai hati untuk membunuh putri mama yang cantik dan berhati bidadari sepertimu ".


" Mama jangan terlalu berlebihan, Bela ini manusia manusia biasa ".


" Tidak kamu itu bidadari sayang, bidadari untuk mas dan juga mama " sahut Angga.


Angga dan sang Mama memeluk Bela dengan penuh kasih sayang.


Author


Ehhmmm iri pengen juga dipeluk, disayang kayak Bela ya karena author ga bisa ngerasain kayak Bela.


Biasanya cuma di dunia fiksi aja bisa ngerasain itupun halu, tapi gapapa author bahagia kok.


Setelah memastikan keadaan Bela pulih mereka kembali pulang ke rumah.


Bela begitu bahagia karena mendapatkan perhatikan oleh sang suami dan mamanya, dia sungguh merasa bahagia yang tidak ada duanya.


Tapi di samping itu Bela juga ingin merasakan kebahagiaan dan kasih sayang dari orang tuanya, dan juga orang-orang terdekatnya.


" Kamu rindu dengan orang tuamu sayang, sudah jangan terlalu bersedih kita bisa pergi berkunjung mama juga ingin mengenal besan mama dan memperbaiki semuanya agar kita bisa bahagia bersama.


Karena tidak perlu terlalu lama memendam rasa dendam, itu hanya menyakiti hati lebih baik kita saling memaafkan dan tersenyum serta bahagia bersama ".


" Mama yakin ingin bertemu dengan ayah dan ibu Bela, ma ? " Bela masih merasa kawatir akan apa yang terjadi setelah pertemuan mereka nanti.


" Memangnya kenapa sayang ?, kamu masih belum yakin dan percaya sama mama, sudah mama memaafkan kesalahan ayahmu di masa lalu ".


" B-bukan begitu mah tapi........ ".


" Kalau kita tidak mencoba, bagaimana kita tahu dengan hasilnya Mama juga sudah bicarakan ini dengan Angga bagaimana besok kita pergi ke kampung Bela besok " tawar Ratih pada Bela.

__ADS_1


" Benarkah ma, Bela sangat bahagia terima kasih banyak ma " ujar Bela sembari memeluk sang mama.


__ADS_2