
" Bela.............. " teriak seorang laki-laki pada Bela.
" Mas Adam " Bela pun memberikan pelukan pada sang Kakak.
" Kamu ngapain disini belanja baju, tumben banget biasanya kamu ga pernah ni shopping gini sendirian aja Angga mana ? " ujar Adam.
" Mas Angga kerjalah mas, aku k-kesini s-sa-ma " ucap Bela gugup.
Tiba-tiba handphone Adam berdering dan mengalihkan perhatiannya dari Bela ke handphonenya.
" Baik pak segera saya akan kesana, baik terima kasih atas informasinya pak ".
" Bel, mas balik duluan ya kamu hati-hati pulangnya dahhhh ".
" Iya mas, mas juga hati-hati ".
Untung saja mas Adam tidak sempat melihat mama, jika itu sampai terjadi maka akan panjang lagi cerita yang harus aku jelaskan padanya.
Ohh iya mama, mama dimana ?
" Ma, ma mama mama dimana ma ? " teriak Bela.
" Ehhh, iya sayang ini mama " sahut Ratih dari belakang Bela.
" Mama, nad pikir mama udah pergi ".
" Ga lah sayang mana mungkin mama ninggalin kamu sendirian ".
Di Kampung
" Pak, ibu rindu sekali sama Bela " ujar ibu Bela.
" Sama bu, bapak juga rindu sekali sama Bela tapi apa boleh buat semua ini juga karena kesalahan bapak " ujar Zidni dengan wajah bersalah.
" Sudahlah pak memang ini takdirnya, tapi pak seandainya tidak ada dendam masa lalu pasti sekarang kita bisa bahagia disini bersama Bela ".
" Disini, kita bisa melihat Bela dan Zidan menikah hidup bahagia dan kita punya cucu dari mereka, pasti itu akan bahagia pak ".
" Sudahlah Bu, itu hanya hanyalah dan pengandaian kita, lebih baik kita berdoa saja semoga Bela bisa bahagia disana dan kita juga bahagia ".
........................................................
Malam harinya di taman
" Mas, maaf ya tadi aku ga izin dulu sama kamu buat ajak mama ke Mall, tapi mama juga maksa aku terus mas ".
" Iya gapapa sayang, tapi lain kali kamu harus izin dulu biar mas ga kawatir sama kalian berdua, karena kalian itu berharga buat mas " ujar Angga sembari mengusap kepala Bela.
__ADS_1
" Iya mas ".
Seseorang tengah memerhatikan mereka dengan begitu jelas dan seksama.
Aku telah sadar jika putriku sudah pergi dari dunia ini, tapi terima kasih karena kamu telah menjadi penggantinya.
Setelah semuanya saya ketahui, saya juga mencoba untuk tidak membencimu apalagi mencoba untuk membalaskan kematian putri saya.
Karena kamu sudah begitu baik menjaga saya, semoga kamu bisa memberikan saya dan putra saya kebahagiaan yang begitu berarti lebih dari segalanya.
Keesokan Harinya
" Angga pamit ya ma, jangan lupa nanti obat mama diminum " ujar Angga sembari mengecup dahi sang mama.
" Sayang " ujar Angga keceplosan.
" Sayang ? " heran Ratih.
" Maksud Angga itu, sayang sama adek mas yang satu ini mas berangkat ya nad dahhh, ma Angga berangkat ya " ujar Angga lalu pergi meninggalkan mereka dengan wajah yang sedikit lega, karena takut sang mama mengetahui semuanya.
Author
Padahal udah tau
" Permisi nyonya " ujar bibi.
" Iya bi, ada apa ? ".
" Bibi mau belanja ya, maaf bi Bela juga lupa ngasih uang belanjanya ke bibi yaudah Bela ambil dulu ya bi ".
" Iya nyonya ".
" Ini uangnya bi, pokoknya bibi beli aja buat persediaan kita ".
" Makasih nyonya, ohh iya saya boleh pergi sama pak Ali nyonya ? Soalnya saya belum tau daerah sini dan tempat belanjanya dimana ".
" Boleh bi, yaudah kita ke depan ya ".
Bela pun menyuruh pak Ali untuk mengantarkan bibi pergi ke pasar.
" Tapi kalo saya pergi siapa yang jaga rumah nyonya ? " ujar Ali.
" Udah gapapa pak, lagiankan belanjanya cuma sebentar Bela sama mama aman kok pak ".
" Yasudah kalo begitu pak pergi dulu nyonya ".
Selalu ada kesempatan untuk kamu Adelia, sepertinya kamu tidak perlu membuang waktu dan berdiam diri disini mari kita bongkar semuanya, perempuan kampung itu harus pergi dari sini dan dari hidup Angga.
__ADS_1
Baik mari kita lakukan
Adelia pun turun dari mobilnya dan keluar menuju rumah Angga.
Belum sempat Bella masuk ke rumahnya, Adelia sudah berhasil menghadang Bela yang akan masuk ke rumahnya.
" Hai apa kabar ?, sudah cukup lama kita tidak bertemu lagi aku harap kabarmu baik, oh ya bagaimana dengan Angga serta Mama mereka juga baik-baik saja bukan ".
" Adelia kamu mau apa lagi ke sini kamu tidak cukup menyakiti saya, jadi jangan coba sakiti mama dan mempengaruhi dia dengan ucapanmu itu " tegasku.
" Kau tidak perlu membentakku, atau sekarang nyalimu sudah cukup besar untuk mencoba melawanku lihat saja kamu tidak akan berhasil ".
Adelia memaksa masuk dan mencari keberadaan Ratih.
" Adelia, Adel kamu jangan gila kamu mau apa cepat keluar dari rumahku keluar, kamu tidak berhak masuk ke rumah tanpa izin dari tuan rumahnya ".
Namun Adelia seakan menulikan telinganya, dan tidak menghiraukan perkataan Bella.
" Heii perempuan kenapa kamu datang lagi ke rumahku ".
" Hai Mama jangan terlalu marah padaku, apakah kamu telah lupa aku ini mantan Angga, tapi tenang saja sebentar lagi aku akan menjadi istri Angga dan menantumu ".
" Tidak aku tidak mengenal kamu, pergi dari rumahku kamu itu orang jahat pergi " usir Ratih pada Adelia.
" Dengar wanita gila kamu itu gila jadi kamu tidak tahu apa-apa, aku sudah baik padamu tapi kamu malah mengusir saya dan mengatakan saya jahat.
Kamu pikir perempuan itu baik padamu dia lebih jahat dari saya " ujar Adelia sambil menunjukkan ke arah Bela.
" Maksud kamu apa dia itu putriku Nadia, dia itu baik lembut bukan seperti kamu ".
" Hahahaha kamu sudah tertipu wanita gila karena kamu gila maka orang memanfaatkan dirimu, dia itu bukan putrimu dia itu Bella, Bella istri Angga dan dia juga sudah merebut Angga dari saya dan Nadia putrimu itu sudah meninggal.
Dan perlu kamu tahu yang membunuh putrimu itu adalah ayah dari perempuan itu " lagi-lagi Adelia menujuk ke arah Bella.
" Ma, Mama jangan dengerin dia ya dia itu pembohong, sudah cuku adel pergi dari rumahku jangan mempengaruhi mama, mama masih butuh istirahat dan pemulihan dirinya pergi dari rumah ini ".
" Jika aku tidak mau apa yang akan kamu lakukan ah " keras Adelia pada Bela.
" Kalau kamu tidak mau maka kamu yang akan aku buat pergi dari rumah ini, bukan hanya rumah ini tapi dari dunia ini " ujar Adelia lalu mendekati Bella dan mendorong dia dengan kuat.
" Auuwww hiisshhsssss.......... sakit ".
" Kau memang wanita gila jangan sakit dia, dia tidak bersalah kamu yang salah, dan saya juga tidak akan pernah suka dan menyetujui kamu menjadi istri Anggak putra saya ingat itu " tegas Ratih di depan Adelia.
" Sepertinya kamu juga ingin menjadi penghalang wahai wanita gila, lebih baik kamu juga pergi dari dunia ini dan akan hanya ada aku dan Angga yang akan hidup bahagia ".
Adelia mencoba mendorong Ratih menuju tangga rumah ini, mereka memang berada di kamar atas didekat tangga.
__ADS_1
Bella yang melihat itu berusaha berdiri dan menghalangi Adelia untuk menyakiti sang Mama, hingga akhirnya Bella yang terjatuh dari tangga.
Bela..................