
Setelah sore itu kegiatan seperti biasanya dilakukan,sholat makan dan mengobrol sebelum tidur.besok pagi aku akan kembali mengajar dan sore ini,aku sudah berjanji mengajak Aila Zidan dan yang lainnya untuk makan diluar.
Apakah aku harus membawa ayah ibu juga,tapi tunggu dulu kalo aku membawa ayah ibu pasti mereka bersama orang tua Zidan akan membahas soal lamaran kemaren.aku tidak mau itu kembali terulang, baiklah biar aku saja yang pergi sendiri besok kalau pun ajak kak putri aku takut dia kenapa-kenapa.
Paginya aku bersiap untuk kembali mengajar, kegiatan biasanya sarapan dan pamitan kepada ayah ibu,kak putri mas bayu.aku berangkat menuju sekolah dengan motor, selanjutnya ini rutinitas yang harus aku jalani setelah jam mengajar selesai aku pulang kerumah sekitar jam 12 siang sama seperti biasanya.
Sesampainya aku dirumah assalamualaikum ibu kak"iya bel kak sama ibu di dapur".lagi apa ini kak ibu "gak gak kenapa-kenapa kok,ini kak kamu mau makan ini semuanya" ngidam maksudnya kan kandungan nya juga udah besar masih ada rasa-rasa ngidam ya kak?.
"Kalo yang kak rasain ada sih,kalo seandainya gak dituruti nanti keponakan kamu ngeces lo".yaudah bela ke kamar dulu ganti baju,dahh nanti bela minta dikit ya makanannya "gak boleh ini semua punya kakak" alah dikit aja kak ibu bela mau ya "iya udah ganti baju aja sana dulu".
Selesai makan aku kemudian izin keluar,ibu bela nanti izin pergi makan keluar ya" ayo sama siapa perginya cie cie tumben-tumbenan ni bel".bela pergi sama Zidan keluarganya juga tapi ini cuma sebagai ucapan terima kasih,karna mereka udah baik sama bela dan bantuin bela masuk kerja ngajar disekolah kan.
"Ya udah boleh tapi pulangnya jangan malam-malam bela tau kan" iya bela tau gak boleh pulang malam ibu sama ayah mau ikut kak putri sama mas bayu mau ikut juga nggak.
"Kak gak ikut ah kak suka pegel kalo lama duduk apalagi dimobil risih banget gara-gara keponakan kamu ni".loh kok keponakan aku yang disalahin sih kak,"udah-udah jangan ngomong gitu lagi".
Gimana ibu sama ayah mau ikut " kayaknya gak usah bel ibu sama ayah dirumah aja" ohh iya ayah mana bu dari tadi bela gak lihat ayah.
__ADS_1
"Ayah pergi ke kebun sama angga" ohh ya udah kalo gitu, akupun mempersiapkan diri untuk pergi nanti sore tiba-tiba aku mendapatkan chat dari zidan yang isinya." bel kita jadikan pergi keluar nanti sore tapi mama papa aila gak bisa ikut,ada acara teman mama jadi gak bisa hadir kita pergi berdua aja gakpapa kan".
Hahha apakah aku harus pergi berdua saja dengan Zidan,akupun membalasnya yaudah gakpapa zid tapi kita pakai motor berarti ya.
"iya pakai motor aku aja ya bel" iya gakpapa nanti kalo zidan udah mau kesini kabarin bela aja nanti.
Kami berangkat bakda ashar, setelah selesai sholat aku merapikan kembali hijab yang ku pakai.dan saat aku mengambil sendal Zidan sudah ada diluar ibu pun membukakan pintu sembari memanggil ku.
"Bel bela Zidan udah sampe ni cepatan" iya Bu tunggu dulu akupun kedepan ya bela udah siap Bu bela pamit ya akupun bersalaman,bela pergi dulu ya Bu assalamualaikum.
"Tan Zidan sama bela izin ke pergi keluar sebentar ya","iya tan izinin tapi pulangnya jangan lama-lama apalagi sampe kemalaman".
Sebelum berangkat saat memakai helm,kita mau makan dimana zid "terserah kamu bel" loh kok terserah aku bel".kan bela bilang mau traktir aila kamu sama om tante juga,tapi mereka gak bisa datang jadi kamu aja yang nentuin tempatnya.
"Ya udah aku tau tempat makan yang enak dan pemandangan nya bagus" yaudah kita kesana aja tapi jauh gak ni " agak jauh sih tapi gak jauh-jauh juga bel".jalan aja kalo gitu, beberapa menit perjalanan kami sampai disana.
dan memesan menu,aku rasa tempatnya sangat bagus dan sepertinya tempat ini baru buka.kamipun menyantap makanan, setelah selesai Zidan seperti ingin bicara sesuatu diapun bicara dan aku mempersilahkannya sembari aku minum.
__ADS_1
"Sebenarnya aku mau tanya soal lamaran yang diajukan mama dan papa kepada orang tua kamu bel",aku langsung tersedak mendengar itu "bel kamu gakpapa bel" aku gakpapa kok kalo kamu mau tanya itu aku juga bingung jawabnya gimana ya zid.
Tapi jujur aku belum kepikiran itu,dan asal kamu tau aku udah anggap kamu itu sahabat aku banget.satu lagi aku juga mau tanya sama kamu,kenapa kamu suka sama aku dan kapan perasaan itu ada.
"Aku sebenarnya tau jawaban dan reaksi kamu waktu ayah dan ibu kamu bilang tentang lamaran ini".loh kok kamu bisa tau siapa yang bicara pasti kak putri ya,"udah itu gak penting sekarang aku mau tau langsung jawaban itu dari kamu sendiri.
Sebelumnya bela minta maaf sama Zidan kalo emang ini sama-sama berat buat kita,bela gak bisa terima lamaran Zidan."baiklah itu pilihan mu aku juga tau kalo aku memang tidak ada di hatimu".
Zidan gak usah ngomong gitu juga,Zidan tetap ada dihati bela tapi sebagai sahabat terbaik juga.bela yakin Zidan akan dapet yang lebih baik,tapi satu janji bela sama Zidan bela akan bantuin Zidan apapun dan selalu ada buat Zidan sebagai sahabat.
"Iya bel aku ngerti sekarang kita balik aja ya, makananya biar aku aja yang bayar" tapikan bela yang mau traktir zid "udah aku aja bel uang kamu simpan aja".
Zidan inilah ketakutan yang bela takutkan karena hal ini menyangkut hati perasaan,kamu sekarang berubah kan.zidan hanya diam dan kami langsung pulang saat Sampai didepan akupun turun,aku sempat menawarkan Zidan untuk mampir dulu.
Zid kamu mauuu mammmpir dulu,dia langsung pergi saja menuju rumahnya.ya tuhan inilah hal yang aku takutkan dalam persoalan cinta, sahabat hubungan yang baik bisa berubah begitu saja karna perkara ini.
Tapi jujur ini memang sesuatu yang berat bagiku, apakah Zidan semarah itu dan galau.tapi kembali ku rasa sejak SMA dia tidak pernah mendekatiku, seiring berjalannya waktu rasa kagum ku juga kian hilang di saat kuliah pun sepertinya dia banyak dekat dengan beberapa wanita.
__ADS_1
Entah mengapa aku rasa dia dekat dengan ku sejak kami wisuda,aku berharap dia tidak berlarut-larut dalam kegalauannya aku juga merasa itu saat aku mendengar kabar lamarannya itu.
Karena sungguh dalam hatiku tidak memiliki rasa suka cinta untuk menjadikannya pendamping ku, semoga semua hal kebaikan selalu berada didekat ku.