
Pagi hari yang cerah menyapa begitu hangat Rindu sedang memasak di dapur sedangkan Angga telah bersiap-siap untuk berangkat kerja.
" Sayang sayang kamu dimana " panggil Angga.
" Bela disini mas gak kemana-mana gak ninggalin mas juga ".
" Maaf sayang mas takut kamu tinggalin karna mas sayang banget sama kamu " Angga.
" Iya mas bela juga sayang sama mas Angga, yaudah gak usah gombal terus ya sekarang mas sarapan dulu ini udah bela siapin ".
" Makasih sayang " ujar Angga sembari mengecup pipi lembut Bela.
" Mas pamit ya hati-hati di rumah " ujar Angga.
" Mas bela boleh pergi ke rumah sakit ketemu mama ? ".
" Ketemu mama, jangan sekarang ya sayang " Angga.
" Memangnya kenapa mas bela ingin ketemu mama bahkan jika boleh bela ingin merawat mama dirumah ini saja ".
" Iya sayang mas mau saja tapi jangan sekarang nanti kita bicarakan tentang mama lagi, sekarang mas berangkat dulu " ujar Angga.
" Iya mas, mas hati-hati dijalan ".
" Sekarang apa yang harus aku lakukan dirumah ini sangat membosankan jika hanya duduk dan berdiam diri, apa aku aku harus kembali bekerja ya mengisi kekosonganku dirumah " membatin.
Kampung
" Pak kenapa ya ibu sangat rindu sama bela rasanya ibu tidak ingin berpisah ".
" Iya bu bapak juga demikian bahkan rasa kawatir dan takut selalu menghantui bapak, kesalahan dimasa lalu membuat hati ini selalu berpikir buruk pada Angga bu.
" Bapak takut jika Angga melakukan kekerasan dan menyakiti bela bu, bapak tidak rela rasanya bu " membatin.
Rumah Adelia
Adelia masih belum bisa melepaskan Angga dari pikiran dan hatinya, bahkan dia semakin bersikeras untuk mendapatkan Angga kembali dan menghancurkan rumah tangga Angga dan bela.
" Ahhhhhh aku tidak ingin kamu bersama dia Angga kembalilah padaku aku mohon Angga aku mohon hikssss hikssss " tangis Adelia.
" Dokter Adel dokter kenapa dok ? " ujar bibi.
" Aku baik-baik saja sekarang keluar tinggalkan aku sendiri saja keluar keluar " teriak Adel.
" Nyonya nyonya non Adel non Adel nyonya " gugup bibi.
" Ada apa dengan Adel bi ada apa ? " ujar langsung menuju kamar Adel.
Yang didapatinya adalah putri kesayangannya yang merana akan cintanya yang bertepuk sebelah tangan orang yang ia cintai telah bersama orang lain.
" Sudahlah Adel jangan mengurung dirimu begini, ini namanya bodoh disana Angga dan istrinya tersenyum bahagia, carilah pengganti Angga dan lupakan dia Adel kamu juga bisa mendapatkan yang lebih dari Angga sayang ".
__ADS_1
" Ga bisa ma, aku cinta dan sayang sama Angga ga ada yang bisa gantiin itu semua ".
...................................................
Tidak ada seorangpun anak yang tega melihat kondisi ibunya seperti ini, rasa cinta dan penuh kasih sayang seorang ibu sepanjang masa dan sekarang anaknya lah yang harus menjaga dan memberikan kasih sayang itu pada ibunya.
" Nadia mama ingin pulang dengan kamu, mama sudah tidak mau tinggal disini lagi mama sudah sembuh bel " ucap Ratih dengan lembut pada Bela.
" Jangan sekarang ya ma, mama masih butuh pengobatan nanti kalo dokternya bilang mama sudah sembuh mama akan pulang ya sama Nadia dan Angga ".
" Mama ingin pulang sekarang sayang ".
" Mama maukan dengerin apa kata Nadia ? ".
" Yasudah mama mau, tapi malam ini Nadia tidur disini temanin mama ya sayang " ujar Ratih memohon.
" Iya Nadia akan tidur disini ".
Aku harus memberi tahu mas Angga.
Bela pun mencoba menghubungi Angga, namun sudah beberapa panggilan tidak ada satu panggilan yang terjawab.
Mungkin mas Angga masih sibuk aku kirimkan pesan saja padanya.
*Mas Angga*
Mas, bela izin tidur di RS ya mama tidak mau Bela tinggal sendirian.
Namun Bela masih memikirkan keadaan Angga, karena sampai kini belum ada kabar darinya dan itu membuat Bela sangat kawatir.
" Malam tuan " ujar Satpam rumah Angga.
" Malam pak, ohh iya Bela sudah pulang ? ".
" Saya rasa belum tuan, mungkin tuan bisa menghubunginya ".
" Yasudah saya masuk dulu ".
Aku lupa melihat handphoneku.
10x panggilan tak terjawab, dari bu Negaraku♥️ (itulah nama Bepa yang diberikan Angga dihandphonenya).
Chat
Uuhh pasti ibu berulah lagi, aku juga tidak mungkin ke rumah sakit sekarang ini sudah terlalu malam, baiklah besok saja kesannya maafkan mas ya sayang merepotkan kamu.
Entah sampai kapan semua ini harus dihadapi Bela, dia sedikit takut untuk membantu penyembuhan Sang mama mertuanya.
Tapi untunglah Angga menjadi support system terbaik bagi Bela, mereka berdua akan berusaha semaksimal mungkin mengembalikan ingatan Sang mama agar hidup mereka kembali utuh dan bahagia.
Azan subuh telah berkumandang semua insan manusia menjalankan kewajibannya.
__ADS_1
Bela sedang melaksanakan kewajiban sholat Subuhnya, dan saat itu Ratih terbangun menatap putrinya.
Mama bangga sama kamu sayang semoga kamu bisa jagain mama terus (senyuman terukir dengan indah).
........................................
" Assalamualaikum pagi mama, pagi sayang " salam Angga sembari menenteng sarapan yang ia beli sebelum ke rumah sakit.
" Waalaikumussalam mas, kamu tiba-tiba berisik sih mama lagi tidur ".
" Maaf sayang aku ga tau ".
Angga mendekati Bela dan memeluk serta menciumnya.
" Sarapan dulu kamu belum sarapankan ".
" Iya kamu juga belumkan, yaudah aku siapin dulu makanannya ".
Merekapun menyatap sarapan hingga selesai.
" Gimana keadaan mama makin baikkan ? ".
" Alhamdulillah udah sih mas, makanya mama kekeh minta pulang ke rumah dia udah ga mau disini lagi ".
" Alhamdulillah kalo gitu, tapi kita belum bisa bawa mama pulang sekarang sayang ".
" Kenapa mas ?, Bela bisa kok jagain mama mas tenang aja ".
" Mas tau sayang kamu bisa jagain mama, tapi setelah di rumah nanti kita harus bersikap gimana, karena yang mama tau kita itu adek kakak sayang ini bisa jadi masalah baru buat kita dan mama sayang " ujar Angga penuh bimbang dan rasa takut akan kondisi mamanya.
" Bela juga mikir gitu mas, tapi kalo ga kita coba kita ga akan tau gimana hasilnya, Bela yakin pelan-pelan kita bisa kasih tau ke mama mas ".
" Yasudah nanti kita pikirkan lagi soal mama sayang, sekarang kita pulang dulu mas takut mama bangun dan melarang kita untuk pulang ".
" Bukannya mas mau pergi dinas, udah mas berangkat aja biar Bela pulang pesan taksi online aja ".
" Gaklah ga akan mas biarin istri mas pulang sendirian, mas antar kamu dulu habis itu baru pergi udah yuk sayang ".
Cup
" Assalamualaikum mas pamit hati-hati di rumah sayang " salam Angga setelah mengecup kening istrinya.
" Waalaikumussalam mas juga hati-hati ".
Ya Allah terima kasih atas segala kebahagiaan yang telah engkau berikan pada hamba, semoga kedepannya hidup hamba selalu kau lindungi dan engkau berikan kebahagiaan.
Tok......... tok..........
Siapa ya, apa itu mas Angga mungkin ada barang yang tertinggal.
Membuka pintu
__ADS_1
Bela terkejut melihat sosok yang berdiri di depan rumahnya itu.