Ibu Muda Pengganti

Ibu Muda Pengganti
103. Rumah Mas Adam


__ADS_3

Setelah itu aku sedikit susah untuk bisa tidur, tetapi mungkin karena kelelahan jadi aku tertidur dimana angga masih diluar.


" Entah kenapa aku menjadi sangat bahagia setelah menikahi bela, bahkan sekarang rasa dendam dan benciku hilang pada bela bahkan ayahnya.


Aku bahkan seharusnya berterima kasih pada kedua orang tuanya karena, telah memiliki putri secantik dan sebaik bel.


Baiklah aku mulai merasa mengantuk sekali, sudah cukup melepas perasaan bahagia ini diluar dan aku tau sadar bahwa kau pasti belum siap untuk melakukan tugasmu sepenuhnya padaku.


Tapi aku akan menunggu saat itu, dimana kau dan aku sudah saling mencintai ( anggapun berjalan menuju kamarnya ).


Ceklek pintu terbuka, dan terlihat jika bela telah tertidur dengan nyenyak bahkan wajahnya sangat cantik dan menenangkan sekali.


Lagi-lagi alan mencium lembut pucuk kening bela, sembari berkata " maafkan aku jika caraku untuk mendapatkanmu kurang berkenan dihatimu, tapi yakinlah aku akan menyayangimu sepenuh hatiku.


Nadia mas janji akan mencoba mengikhlaskan kepergianmu, mas juga berjanji bela akan bertanggung jawab dan ikut mendoakanmu " angga.


Anggapun mengunci pintu dan tidur disamping bela, dan angga dan bela tidur dengan wajah saling berhadapan.


" selamat tidur nyonya angga ".


Dua insan inipun terlelap dalam tidur mereka masing-masing, beberapa jam tidur akhirnya waktu shubuh menjelang bela yang sudah terbiasa bangun saat shubuh datang tiba-tiba terkejut melihat angga tidur disampingnya.


Astaqfirullah apa yang angga lakukan dikamarku, tapi tiba-tiba aku tersadar jika sekarang angga telah menjadi suamiku untung saja aku hanya terperanjak kaget tidak sampai berteriak.

__ADS_1


Tapi kenapa wajahnya terlihat sangat tampan dan menenangkan saat tidur, ahhh bela cepatlah bangun dan menuju kamar mandi untuk berwudhu dan sholat bukan memandangi wajahnya lagian dia akan selalu dapat kau pandangi setiap malamnya.


Belapun menunaikan kewajibannya untuk melaksanakan sholat shubuh.


Baiklah aku sudah selesai bersih-bersih dan berwudhu saatnya sholat, dan memakai mukena tapi aku harus membangunkannya lebih baik dengan suara saja tidak sentuhan jikapun harus menyentuhnya akan aku lapisi dengan mukena ini.


Berdiri disamping angga, angga bangun apakah kau tidak ingin sholat shubuh angga bangunlah angga bangun. ya ampun apakah dia sulit bangun seperti ini, bukankah dia seorang perwira tentara kenapa dia molor seperti ini batinku.


" Aku sebenarnya sudah bangun tapi aku ingin kau membangunkanku dengan menyentuhku " hati angga berkata.


Bagaimana lagi cara membangunkannya, angga bangun bangunlah angga aku rasa dia sepertinya sudah bangun. mana mungkin dia tidak mendengar suara, baiklah sepertinya aku harus sholat sendirian lagi aku lupa jika sebenarnya aku memang masih sendiri.


Menuju sajadah Bismillahirohmanirohim Allah Huakbar,


Heiii angga jangan macam-macam ya aku sudah berwudhu jangan sentuh aku, sudah pergilah mengambil wudhu cepat atau aku akan sholat duluan.


" Baiklah nyonya angga " angga, haii sejak kapan panggil itu terpikir untukku olehmu " itu benar bukan satu lagi bukankah kau ingin memanggil ku mas angga, tapi kau masih memanggilku angga saja ".


Baiklah akan aku panggil mas angga cepatlah berwudhu atau aku akan sholat duluan. " Baiklah bela tunggu aku " angga sungguh menyebalkan sekali dirimu.


Setela selesai sholat kamipun berdoa, aku selalu memohon kebaikan darimu ya Allah setelah selesai anggapun berbalik menghadapku ya aku harus bersalaman dengannya.


Lagi-lagi angga mencium keningku dan malah memelukku aku hanya bisa terdiam,

__ADS_1


" Terima kasih telah mau menerimaku sebagai suami dan imammu tenanglah aku akan terus mencoba memaafkanmu, dan semua kesalahan ayahmu " angga.


Aku sangat senang sekali angga berkata seperti itu, baiklah sekarang apakah boleh kau melepaskan pelukanmu padaku sekarang kita harus berkemas untuk kembali ke rumah mas adam bukan.


( Melepaskan pelukan ) " baiklah tapi aku katakan padamu setelah kita kembali ke rumah mas adam, maka kamu bela harus ikut mas anggamu ini kerumahnya dan ingat jangan ada bantahan atau penolakan "angga.


Aku kembali terdiam dan sangat sedih sekali mendengar perkataan angga, itu artinya aku akan berpisah dengan ayah dan ibu rasanya aku tidak mau dan tidak sanggup jika berpisah dari mereka.


Uhhhhh aku harus tenang dan bersabar aku rasa angga, akan memberikan aku kesempatan untuk bertemu ayah ibu dan yang lainya. Zea aku juga akan berpisah dengan zea, ahhh aku tidak bisa aku tidak sanggup.


Mereka semuapun bersiap-siap untuk membereskan pakaian, ayah dan ibu telah selesai berkemas begitu juga dengan keluarga angkat angga.


Sebelum mereka pulang ke rumah masing-masing mereka sarapan terlebih dulu, dan sambil bercengkrama ringan.


Ohh ya kenapa aku sampai lupa pasti dirumah mas adam masih ada zidan dan keluarganya, aku harap angga tidak marah atau sampai-sampai mereka malah bertengkar seperti waktu itu.


Setelah semua selesai aku dan semuanya menuju rumah mas adam, satu lagi semua keluargaku mas adam, kak nindia, kak putri mas bayu serta keluarga zidan telah kembali ke rumah mas adam dan memilih istirahat disana.


Tetapi tidak dengan kak nindia, diakan belum sah menjadi istri mas adam jadi dia tidur di rumahnya diantar oleh mas adam.


Perjalanan menuju rumah mas adam, kami menggunakan mobil milik angga dan ayah duduk didepan, aku dan ibu dibelakang.


Beberapa menit kemudian akhirnya kami sampai di rumah mas adam, bibi langsung membukakan pintu untukmu. dan pemandangan yang terlihat adalah semua orang sedang sarapan pagi di meja makan.

__ADS_1


Sudut mata angga langsung tertuju pada zidan yang sedang duduk sambil menyantap sarapannya, " kenapa dia masih ada disini dan kenapa juga dia harus tinggal disini di rumah mas adam, bela kau harus menjelaskan semuanya padaku " batin angga.


__ADS_2