Ibu Muda Pengganti

Ibu Muda Pengganti
44.Air Mata Sesalan


__ADS_3

Dokter gak mau ikutan masuk kedalam,"bel kok masih panggil dokter sih" ohh iya maaf daffa gak mau masuk kedalam gakpapa kok zidan kan waktu itu udah kenal sama daffa.


"Iya masuk aja bareng sama kita daffa, tenang boleh kok lagian inikan untuk umum juga kerabat sekarang daffa udah jadi kerabat kami yakan bel".aku dari luar melihat zidan dan calon tunangannya,dan kenapa hati ini jadi sakit dan perih ya padahal kemaren rasa ini gak terpikirkan akan muncul.


"Bel kamu dengar kak kan bel",iya kak iya "tuh kan bela aja udah bilang iya yaudah kita masuk yok"."terimakasih banyak atas ajakannya kak,bela tapi maaf saya kayaknya pergi aja duluan Assalamualaikum". waalaikumussalam salam hati-hati dok etts daffa mungkin karena udah kebiasaan ya.


Kamipun masuk menuju acara terlihat kedua belah pihak sudah duduk berhadapan,zidan yang sejajar dengan tunangannya.semua tetangga dan kerabat sudah memadati tempat untuk menyaksikan acara pertukaran cincin.


Aku dan kak putri hanya bisa melihat dari belakang tamu lainnya,tapi Zidan masih bisa terlihat jelas bagiku kak putri berada dibelakang ku."sabar bel udah ikhlasin aja, mungkin kalian emang bukan jodoh sekarang Zidan udah sama pilihannya".


Iya kak bela tau itu,padahal hatiku rasanya sangat sakit dan menjerit seperti tak ingin semua itu terjadi.aku juga melihat zidan tidak bisa tersenyum lepas bahkan kepalanya lebih sering tertunduk dan dengan ekspresi datar.

__ADS_1


Sesekali aku mencoba berharap agar dia melihat ku disini,dan akhirnya Zidan melihat ku awalnya aku takut dia memalingkan muka.tapi ternyata dia malah menatap ku,aku hanya bisa memberi senyum padanya dan mengatakan Semangat aku selalu ada untuk kamu.


Aku tak berniat untuk kedepannya menjadi perusak hubungan mereka,aku hanya ingin terus berteman dengan Zidan setelah itu dia cukup bahagia tapi kembali kepada sikap awal.


Acara pertukaran cincin akan dimulai Zidan dan tunangannya sudah berdiri,aku melihat dari hiasan dekorasinya ternyata nama tunangan Zidan adalah Zaskia mereka ternyata memang jodoh.


Saat pertukaran cincin lah hati ku kembali sedih,namun aku harus tetap sabar ini sudah pilihan terbaik.namun aku tidak bisa berbohong air mata sesekali jatuh melihat kesedihannya,begitu juga tatapan zidan saat memasangkan cincin dijari manis Zaskia.


Dan membalikkan badan melihat dia, astagfirullah daffa loh kenapa jadi kamu yang dibelakang bela.maaf ya tadi bela udah (ekspresi malu dan salting), astagfirullah bela bela kamu itu emang goblok dan bodoh baru sadar kalo itu daffa.


Sekali lagi makasih ya daff ehh maksudnya maaf udah gak sengaja....,"udah gakpapa" ohh ya kok dokter "bela daffa bukan dokter" bela kayaknya gak bisa soalnya kan udah kebiasaan panggil dokter "yaudah terserah kamu bel".

__ADS_1


Maksudnya kenapa dokter balik lagi kesini bukannya tadi udah pergi,(mengangkat tangannya yang berisi sebuah dompet kecil) ohh iya bela lupa inikan tas bela ketinggalan dimobil dokterya.


Sekali lagi bela minta maaf ya daff,"udah gakpapa bel" tapi kak putri kemana tadi yang dibelakangkan itu kak putri."gak tau tadi aku udah panggil kamu,tapi kamu malah diam dan sedih gitu karena zidan ya".


Enggak-enggak kok aku cuma ikut Seneng dan terharu liat sahabat aku dari kecil,udah tunangan dan sebentar lagi akan menikah.sebenarnya dari kecil kami sudah bersahabat baik dengan zidan,tapi sejak SMA kami sedikit renggang dan kurang bersahabat atau bahkan main bareng.


Karena mungkin karena kami sudah dewasa,jadi tidak bisa sedekat dan seakrab dulu bahkan Zidan sering datang kerumah ku dan menemaniku beramin.


Zidan memang sosok sahabat terbaik,bagi ku dok dan dia selalu ada jika aku butuh pertolongan dan bantuannya.


Tapi sekarang aku harus kembali memberi jarak dan renggang,padanya bahkan mungkin selamanya dok."berarti Zidan sosok penting juga dalam hidup kamu ya bel",ya begitulah dok dan beginilah hari-hari yang harus dilanjutkan seterusnya.

__ADS_1


__ADS_2