
Mas mas Adam mau ngomongin apa sama bela harus diam-diam ditaman gini, kan bisa didalam aja mas.
"Mas cuma mau pastiin soal pilihan kamu sama Angga?" ucap Adam.
Kalo mas mau nanya gitu kenapa gak dari dulu aja mas, sekarang bela udah tunangan bahkan beberapa Minggu lagi bela nikahan kenapa mas baru nanya sekarang mas.
"Maksud mas itu bukanya mas meragukan kamu sama angga, tapi mas baru tau dan kamu gak pernah ngasih tau kalo pak Brian juga suka sama kamu.
Dan lebih parahnya lagi mas juga baru tau setelah pak Brian cerita, adiknya ya kamu taukan dr. Daffa juga suka sama kamu bel kenapa bela gak pernah cerita sama mas " ucap Adam.
Maaf mas bela gak cerita sama mas tapikan pilihan sekarang sudah yang paling baik, ya angga jika seandainya bela memilih antara dr.daffa dan pak Brian bela rasa itu pilihan terberat yang harus bela tanggung mas.
Apa mungkin bela akan memilih salah satu dari mereka yang bersaudara kandung, jika seandainya bela memilih salah satu diantara mereka maka bela tidak bisa membayangkan bagaimana takdir dan kehidupan rumah tangga bela mas.
"Yaudah mas selalu berdoa supaya kalian nanti jadi keluarga sakinah mawadah dan warohmah, satu lagi kamu harus lebih bisa bersikap dewasa karena mas tau dari kecil ayah ibu selalu manjain kamu dan gak pernah kasar atau marah-marah kan" ucap Adam.
__ADS_1
Iya mas Adam bela tau itu, bela akan coba menjadi yang terbaik istri Sholehah dan berbakti pada kedua orang tua dan suaminya.
Selalu sayang keluarga dan bela juga mengedoin supaya masnya bela juga langgeng jadi keluarga sakinah mawadah dan warohmah.
"Kamu ini kalo ngomong jangan sekali tarik napas gitu juga ( mencubit hidung bela), tapi mas sedikit sedih bela" ucap Adam.
loh kok sedih mas bukannya tadi senang dan mau adiknya ini cepat nikah, " iya sedih maksud mas itu mas baru aja ketemu kamu lagi kan kita udah kepisah lama banget, tapi sekarang mas juga harus ngelepas kamu lah kan kamu udah dewasa juga" ucap Adam.
Bela tau mas pasti sedih tapi bela janji akan sering-sering datang dan main kesini, lagiankan ayah sama ayah sama ibu disini.
Kan anak kesayangannya ada disini iya kamu gak usah malu-malu gitu, dan mas tau mungkin kak putri yang akan pindah kembali kesana kan mas Bayu harus bekerja disana sekalian jaga kebuh sayur dan ngelanjutin buat tani sayur lagi " ucap Adam.
Kalo kak putri emang udah ngomong sama bela dan bela sempat sedih sih, harus pisah sama zea tapi gimana lagi inikan namanya kehidupan gak selalu dan harus apa yang kita mau inginkan harus jadi milik kita kan mas.
" Bener dan gak selamanya juga harus disamping dan bersama dengan kita, yaudah doa terbaik untuk kita semua kalo gitu kita kedalam yuk udah hampir larut malam ni" ucap Adam.
__ADS_1
Kamipun masuk kedalam rumah dan akupun menuju kamarku, entah kenapa perasaanku tiba-tiba mengatakan keraguan untuk semua ini.
Memilih angga, apakah aku yakin jika Angga akan berubah baik, perbedaan profesi, terasa tidak pantas, takut untuk berpisah dan meninggalkan ayah ibu.
Aku masih ingin menjadi seorang guru, mengabdikan diri dan ilmu yang aku punya dan sebenarnya aku belum menyukai ataupun jatuh cinta pada Angga.
Aku hanya mencoba bersikap baik dan membuka hati untuknya, seperti yang aku katakan dari beberapa laki-laki yang mendekati aku rasa yang paling membuatku nyaman adalah dr.daffa karena aku merasa jika pernah kenal dan dekat dengannya.
Tapi itu tidak mungkin dan perasaan nyaman itu lah yang aku rasa, dan tak tau jika itu adalah perasaan suka atau cinta sekarang lebih baik fokus pada acaraku.
Dan mencoba untuk ikhlas dan tegar menghadapi semua cobaan,rintangan yang menghadang.
Perasaan takut serta dilanda keraguan untuk berbagai hal harus aku buang jauh-jauh, dan terus mencoba membuka hati dan berlapang dada dalam menghadapi ini semua.
Ya Allah semoga kau berikan hamba mu ini kekuatan untuk menghadapi semua ini.
__ADS_1