
Paginya suasana sejuk dan kumandang azan telah berbunyi pertandanya aku dan umat muslim lainnya untuk mengerjakan sholat subuh.
Setelah selesai aku mulai bersiap untuk pergi ke acara sindy,juga tidak terlalu pagi sekali bahkan aku lebih dulu turun kebawah dari kamar menuju kamar zea.
Karena masih pagi jadi mas Bayu masih tidur dikamar dan jadi aku gak bisa ketemu zea dulu,lebih baik aku bantuin bibi masak setelah selesai beberapa menit akhirnya aku melihat mas Bayu udah bangun dan tiap paginya dia selalu berolahraga lari disekeliling komplek.
Saat inilah aku bisa masuk ke kamar mereka dan mencium zea, selamat pagi zeanya ayang " bela suttt zea masih tidur jangan digangguin ahh mendingan siap-siap sana semalam Kata ibu kamu mau pergi ngurus persyaratan buat nikahan".
Yakan masih pagi kak bentar lagi ahh " bel kakak mau tanya ni kamu serius nerima atau benaran suka sama angga secarakan kemaren kamu masih diam gak ada jawaban gitu".
Insyaallah bela udah siap lahir batin kak, " bela kaknya kamu suka sama angga kok dijawab siap lahir batin udah kayak orang banyak tekanan aja".
Iya iya bela suka sama angga kan kak juga bilang kemaren,kalo angga itu lebih nunjukin perjuangan dan pengorbanannya buat bela kan kakak lupa ya.
"Iya kak ingat yaudah bahagia buat ayang dan om angga dari kak,mas Bayu dan zea",akupun mencium pipi lembut zea walaupun masih tidur yaudah bela siap-siap dulu.
"Mau kak bantuin dandanya gak biar makin cantik" gak usah kak lagian bela juga gak mau dandan terlalu berlebihan natural aja.lebih baik kak nemanin zea aja nanti kalo nangis gimana,yaudah bela kekamar dulu dahhh akupun menutup pintu kamar kak putri.
Saat akan kekamar aku melihat ayah yang sedang duduk ditaman belakang sendirian,aku berpikir jika ayah masih mengawatirkan aku.
Akupun mendekati ayah dan bicara ayah " bela udah mau siap-siap pergi sama angga ya" iya ayah,ayah akupun menggenggam tangan ayah dan bersimpuh kepada ayah.
Ayah bela mohon sama ayah jangan terlalu risaukan bela karena bela yakin angga itu baik sama bela dan juga kita semua."ayah telah mencoba mengiklaskan dan terus berdoa untuk kebaikan dan kebahagiaan bela",jadi ayah harus janji Jangan sampai sakit mikirin bela nantinya.
__ADS_1
Ayah juga taukan sekarang ini bahkan beberapa Minggu kemarin angga baik sama bela,dan dia juga gak pernah ngancam kita lagi terutama ayah dan ibu jadi bela rasa angga udah sedikit berubah.
Bela dan kitapun pasti bisa merasakan kesedihan angga ayah,tentu ayah juga merasakannya bukan jadi bela harap kita bisa sama-sama saling menguatkan ayah.
Ayah memelukku dan akupun sangat senang ayah tidak lagi marah dan emosi ketika nanti harus bertemu angga.
Kalo gitu bela siap-siap dulu ayah,ayah lanjutin minum tehnya aja bela keatas dulu akupun bersiap-siap mulai dari mandi dan memakai pakaian baruku.
Model pakaianku masih terbilang simpel hanya model kebaya biasa,karena aku tidak suka kebaya yang terlalu berlebihan dengan aksen mutiara dan lainnya.
Saat aku mengenakan kebaya ini ternyata sangat cantik sekali ketika aku pakai,dan tentunya aku melihat kemeja milik angga apakah aku benar-benar siap jika nanti menjadi istrinya.
Akupun tak terlalu terlarut dalam bayangan itu aku langsung berhias dengan mengenakan hijab yang berwarna senada dengan kebayuku.
"Ini benaran non bela subhanallah cantik banget non bibi sampai pangling deh liat non",bibi bisa aja bela masih pakai yang sewajarnya aja ohh ya bi ayah ibu dan yang lainnya mana udah sarapan.
"Udah non sekarang mereka lagi sarapan ini bibi baru aja mau manggil non bela", yaudah bibi lanjut kerja aja lagi bela sekarang udah mau sarapan kok bibi udah sarapankan.
"Kalo bibi udah non bahkan dari tadi yaudah bibi kebelakang dulu non sekali lagi bibi mau bilang non bela cantik".
Makasih bi aku menuju meja makan dan reaksi orang-orang juga sama kagum, padahal aku hanya berdandan seperti biasa apakah auraku yang semakin memancar.
"Ya Allah tolonglah jaga dan lindungi putriku bela dari kejahatan dan penderitaan aku sangat menyayanginya"batin ibu.
__ADS_1
Akupun akhirnya ikut sarapan bersama mereka dan setelah selesai aku langsung menuju terasa rumah untuk menunggu kedatangan Angga tapi malah dia belum juga datang.
Karena lelah menunggu diluar akupun merasa haus dan ingin mengambil minum,saat aku kembali terdengar ketukan pintu mungkin itu angga.
"Assalamu'alaikum Assalamualaikum" waalaikumussalam " bela apakah ini benar bela kenapa dia sangat cantik hari ini angga sadar apa yang sedang kau pikirkan sudah pergilah cepat karena masih banyak yang akan dilakukan jika aku ingin cepat menikahi bela".
Syukurlah akhirnya kau datang aku sudah lama menunggu,ohh ya silahkan masuk ayah dan yang lainnya ada dimeja makan " baiklah terimakasih " Angga pun menemui ayah dan yang lainnya aku melihat ekspresi ayah hanya datar namun sesekali manunujukan senyuman dibibirnya.
Setelah berpamitan akhirnya kamipun pamit dan bersalaman dengan mereka,saat dimobil aku memberikan paperbeg berisi kemeja milik angga. " apa ini kau memberi ku apa" bisakah kau tak langsung curiga padaku dan berpura-pura lupa ini kemaja milikmu kemeja yang senada dengan kebaya yang aku pakai ini.
"ehmmmm" apakah tidak kata- kata selain ehmmmm bahkan lebih baik rasanya kau mengangguk daripada dijawab ehmmmm saja.
"Sudahlah jangan banyak omong kamu mau aku.... " aku apa apa yang kau masuk mau mengancam atau menghukum aku lagi begitu.
"Tidak aku hanya ingin cepat-cepat menghalalkan mu itu saja batinku", akhirnya beberapa menit kemudian akhirnya kamipun sampai dilokasi pernikahan sindy.
Saat memarkirkan mobil aku kembali bertanya kau mau ganti baju dimana," kenapa harus bertanya dimobil inikan bisa" kalo begitu aku keluar dulu " yasudah keluarlah tunggu diluar dan jangan masuk duluan ke acara itu mengerti".
Baiklah angga akupun keluar dan menunggu dia mengganti kemeja itu,namun tiba-tiba saja ada seorang pria yang senyum kearahku aku pikir itu adalah andre.
Ya kebiasaan lamanya Jika melihat perempuan cantik pasti selalu tebar pesona, apakah dia tidak mengenaliku aku ini bela malahan dia terus memandangku sambil tersenyum.
Tiba-tiba saja angga keluar dari mobil dan mendekatiku,"siapa siapa pria itu kenapa dia sok- sokan tebar pesona padamu kau mengenalnya".
__ADS_1
Dia itu dia itu......