Ibu Muda Pengganti

Ibu Muda Pengganti
9.Detik-detik Bahagia


__ADS_3

Tak terasa udara menjelang pagi terasa sejuk,aku dan bem dibangunkan oleh udara yang dingin dan suara ibu yang menghampiri kami dikamar untuk sholat shubuh berjamaah.


Baiklah kami bersiap-siap untuk mengambil wudhu dan langsung menuju mushola didekat rumah paman, walaupun perempuan tak dianjurkan untuk sholat berjamaah dimesjid karena ibu dan bibi ikut ke mesjid kamipun juga ikut bersama mereka.


Kami berdua berjalan terakhir dibelakang ayah, ibu, paman,bibi serta bang fikri dan Kak. ohh ya bem bela sampai lupa nama istri bang fikri itu siapa ya bela belum sempat kenalan sama dia. "ohhh kak rahma",ohh namanya kak rahma ya udah bem kita udah ketinggalan jauh ni.


"Santai bel aku tau jalannya kok lagian kita gak akan telat kan belum azan" bem, bela boleh nanya ya."mau nanya apa bel tanya aja kalo bisa dijawab kalo nggak ya bem diam aja kali ya, gini bem calonnya bem orang mana sih kan bem gak pernah cerita sebelumnya.


Kitapun jarang ketemu paman sama bibi sibuk terus dihuni, bang fikri sama bem juga nggak pernah main kerumah bel. "Ya ampun bel kamu itu juga jarang bahkan gak mau main kesini sama kk putri,sekarang malah bel sama bang fikri disalahin".


Ya sudah cepetan aja ke mesjidnya,nanti keburu azan lagi bem ayo kita lewat mana lagi."diam bawel ini kita juga sudah jalan menuju mesjid,tu tu itu mesjidnya ngomel terus sih".akhirnya kami melaksanakan sholat subuh berjamah,selesai sholat kamipun bersalam-salaman.


Dengan sedikit rasa haru dan bahagia karena,siang setelah solat zuhur nanti si bem sudah resmi menjadi seorang istri.bibi,ibu,dan aku bergantian memeluk bem apalagi bibi sangat sedih dan memeluk erat bem. ibupun juga meneteskan air mata dan juga memelukku dengan erat,seperti bem bahkan ibu sempat berbisik "sayang bela, ibu sayang banget sama bela. ibu selalu dan selalu ingin bela disamping ibu,ayah dan kak putri"bela bahkan lebih sayang sama ibu,ayah dan kak bela ohh ya jangan lama-lama pelukannya kita harus secepatnya pulang kan masih banyak persiapan dirumah bibi, ibu, bem.


"Ohh iya bel,bibi sih kebawa perasaan terus takut pisah sama si bem ini","kok ibu sekarang ikut-ikutan panggil aku bem kayak si bela",sekali-sekali gakpapa kan sayang yaudah sekarang berangkat pulang. saat asik berbicara suara paman dan yang lainnya memanggil, "ayo pulang kita masih banyak persiapan,kami semua pun mengatakan baiklah.

__ADS_1


Kami semuanya menuju rumah, untuk mempersiapkan beberapa keperluan lagi seperti makanan dan sedikit merapikan dekorasi agar lebih cantik lagi. karena tentu semua kerabat dan pihak laki-laki akan datang, ibu dan bibi serta ibu-ibu lainya mempersiapkan makanan.


Ayah, paman, dan bang fikri serta para dekorasi merapikan beberapa dekor sedangkan aku dan tertuma bem mempersiapkan pakaian dan riasan bel agar tampak cantik. terkadang sambik menunggu bem selesai dirias,aku membantu apa yang aku bisa mempersiapkan makanan.


Detik, menit, jam terus berjalan tak terasa panas dari matahari kian menerpa diri. menunjukkan suasana jelang siang, pertanda akan segera menuju waktu solat zuhur dan untungnya semua masakan dan makanan lainya sudah siap dihidangkan.


Akupun menuju kamar bem ternyata dia sudah siap, dan ia sangat cantik bahkan aku berdecak kagum melihatnya. bemmm beneran ini si bel kan cantik banget,"iya bel pastinya cantik banget lah bem gitu lo tapi mbaknya sih yang hebat dandanan"mbak riasannya pun tersenyum malu.


"Ohh ya bel sekarang ganti baju ya, soalnya bel ingatkan untuk nemenin dan ngantarin bem sampai kursi akad".iya bem tenang aja bela ingat kok, ya udah bela ambil dulu gaun sama ibu ya. "loh kok gaunnya sama bibi kan baju bel ada dikamar ini",aduh bem lupa ya kan semua barangnya bel udah dipindahin ke kamar tamu mulai nantikan bem udah ada yang nemenin.


"Tenang bel gaunnya emang udah bem lebihin satu belinya buat bel, lagian warna gaunnya couple sama keluarga aku, ibu sama ayah bel juga pakai warna yang sama kok".tapi kenapa ayah,ibu gak ngasih tau bel ya "Ya udah ini gaunnya cepetan pakai ni sekalian hijabnya, bel gak mau sekalian dirias ni biar tambah cantik".


Gak usahlah bem, Mbak rias"mau aja bel namanya bela kan" iya Mbak."mau aja bel biar tambah cantikkan mau dampingin bemnya pas akad nanti",ya udah boleh mbak tapi yang natural aja ya mbak lagian yang mau nikahkan si bemnya aku itu. "tenang bel mbak bisa ko natural aja tapi tetap cantik" oke bel habis ini kamu ganti baju dan siap-siap nemenin aku ya jangan gugup ya bel, soalnya aku sekarang gugup banget.


Jangan ngomong gitu ahh bem,sekarang bukan kamu aja yang gugup aku jadi ikutan gugup dengar kamu ngomong gitu."kalo menurut mbak sih itu hal yang wajar namanya juga pernikahan dimana kita akan menjadi istri seseorang dan akan menjadi seorang ibu".

__ADS_1


Setelah semua siap dengan pakaiannya masing-masing,para tamu undanganpun sudah mulai berdatangan untuk menjadi saksi pernikahan bem.disaat inilah aku juga merasakan gugup apalagi bem,sebelum acara dimulai aku terlebih dahulu menemui ibu dan ayah di kamar tamu.


Ibu,ayah udah siap belum aku mendengar mereka berdua menjawab perkataan ku iya sayang kami sudah siap masuk saja ke kamarnya.saat aku masuk ibu dan ayah heran melihat penampilan ku, "ini beneran anak ibu sama ayah cantik banget sayang"makasih bu, ayah keluar dulu ya bel.


Ayah kok gak bilang bela cantik sih, malah cuma ibu yang bilang bela cantik."iya bel bela cantik kok sayang,"ya udah ayah duluan kedepannya ya" nanti kalian nyusul ya sepertinya rombongan pihak laki-laki akan segera datang.siap ayah kami bentar lagi keluar juga ya ayah, ayah pun menuju keluar kamar dan ikut menyambut para tamu undangan.


Tak lama sesudah itu aku dan ibu ikut keluar dan bersiap menunggu pihak laki-laki datang,agar acara akad bisa dilaksanakan.aku meminta izin pada ibu untuk kembali ke kamar bem, "iya sayang ibu juga mau ketemu bibi kamu".


sesampainya dikamar bem, semua orang tampak gugup dan pastinya si bem. akupun mencoba gaun yang sudah diberikan bem tapi, "ya ampun bel kamu cantik banget pakai gaun itu berarti selera dia memang bagus ya".


Dia siapa bem, "ohh sepupunya suami aku bel, yang milihin gaun itu pas aku belinya.aku bilang sih gak usahkan aku udah ada tapi dia bilang simpan aja siapa tau ada yang mau pake ".ohh gitu bem tak lama kemudian ibuku, datang menghampiri kami memberitahu bahwa rombongan pihak laki -laki sudah sampai.baik bu bela sama yang lain udah siap kok, "ya udah ibu kedepan dulu kalian siap-siap aja terutama itu pengantinya"iya bi aku udah siap, bismillah lancar acaranya.


Beberapa menit kemudian,acara akad akan segera dimulai calon suaminya dan berapa menit kedepan akan menjadi suami bem. sudah duduk didepan paman zidni, dan wali,saksi pernikahan.


Saat itu akupun dan teman-teman bem, mendampinginya dan mengantarkan dia menuju kursi disamping calon suaminya.dan aku adalah yang menggandeng tangannya dan diiringi oleh teman yang lainnya dibelakang.

__ADS_1


Namun saat aku menuju kesana dan tepat saat keluar dari pintu rumah menuju meja pernikahan,aku sangat terkejut dan malah ikutan grogi samaan bareng bem. karena dia juga datang dan paling groginya gaun aku bisa couple sama dia.


__ADS_2