
Kemudian aku kedapur dan sebelum membuat minuman aku memanggil ayah dan ibu terlebih dahulu.ayah ibu ada orang tua zidan didepan,"ohh ya udah ayah sama ibu kedepan sekarang kamu buat minum ya".
Iya ayah ini bela mau buat minum,ayah dan ibu terlihat senang mereka datang tapi apakah mereka akan tetap senang ketika perkataan aila itu ternyata benar.
Tapi kenapa aku malah mengkhawatirkan hal ini ya,Ya Allah jangan buat hatiku dalam keraguan seperti ini.akupun membuat minuman untuk orang tua Zidan serta ayah dan ibu.
Saat mengantarkan minuman ayah dan ibu menyuruh ku untuk ikut duduk dengan mereka,"silahkan diminum dulu minumannya"ucap ibu begitu juga ayah.mereka pun minum setelah itu tante menyampaikan maksud kedatangannya kemarin.
"Baiklah semuanya maksud kedatangan saya kesini ingin mengundang kalian semuanya",ada acara apa tan om "acara pertunanganannya Zidan bel acaranya Minggu depan semuanya datang ya sekalian sama putri".
"Alhamdulillah ya zidan udah ada jodohnya,maaf kita gak bisa jadi......",yang membuat mungkin mereka emang gak berjodoh tapi jangan sampai silahturahmi kita kehalang juga".
Iya tan om sekali lagi selamat buat zidan,yaudah bela ke belakang dulu ya permisi aku langsung menuju ke kamar.saat ini hatiku entah mengapa seperti kacau,dan kecewa akupun herane mengapa perasaan ini datang.
Aku merasa aku memang tidak menaruh rasa cinta untuknya,tapi entah mengapa aku takut kehilangannya dan sedikit perih hati ini saat mendengar dia akan bertunangan dengan seorang perempuan lain.
Apakah zidan memang semarah itu tapi aku rasa ini hal wajar,namun mengapa Zidan sepertinya tergesa-gesa apakah dia hanya ingin membalas dendam untuk memanas-manasi ku.
Baiklah bela tenangkan pikiran mu,dan mencoba mengiklaskan dia karena jika kau menahannya apakah kau akan mau memilih nya dan menjadikannya imammu.
Kau juga tak berhak melarangnya dia berhak bahagia dan menikah, setelah beberapa menit ibu memanggil ku "bel bela om sama tante mau pamit temuin dulu yuk ayok bel".iya bu aku langsung menuju keluar dan Salaman mereka pun berpamitan kepada kami semua.
__ADS_1
Saat aku bersalaman dengan mama Zidan,dia mengelus kepalaku sambil berkata " semoga bela cepat nyusul juga ya biar ada temannya,dan ayah sama ibu gak kawatir lagi sama bel".iya tan aamiin semoga doa terbaik selalu didekat kita,"yaudah kami pamit dulu assalamualaikum" waalaikumussalam.
Setelah itu ayah dan ibu meminta ku untuk duduk sejenak,"gimana bel apakah yang kamu rasakan sekarang"ucap ayah.aku mencoba menyembunyikan rasa sedihku,bela senang kok buk yah kalo zidan udah nikah duluan dan menemukan kebahagiaannya.
"Bel sayang kamu yakin gak mau terima lamaran angga,ibu yakin nak dia baik untuk kamu dan bisa bahagiain kamu".tapi bu sekarang bela emang belum bisa,kalo nanti emang jodoh bu pasti ketemu sama jalannya yaudah bela masuk dulu ayah ibu.
Aku menuju kamar tapi sebelum itu,aku tak mengaja mendengar pembicaraan ayah dan ibu."pak gimana lagi kita membujuk bela agar dia mau menikah,ibu cuma kawatir sama kondisi bapak sedangkan keinginan pak ingin menjadi wali nikah anak perempuan pak".
"Gakpapa Bu kita juga gak bisa maksain bela,nanti dia malah tambah marah dan bisa saja dia menjadi membenci pernikahan".
"Tapi kalo masalah pilihan untuk bela kita udah yakin sama Angga pak,bela pernah cerita sama ibu kalo dia ragu sama angga dan ada firasat kurang baik gitu pak".
"Ya sudah pak kita berdoa aja supaya bela mau membuka hatinya, seandainya bela tau ini semua untuk kebaikannya dan bapak jug ibu takut pak gak bisa lihat anak bungsu perempuan pak menikah".
"Bapak ikhlas aja Bu karena sekali lagi pak bilang gak mau maksa bela dan keras sama dia,ibu kan tau bela selalu kita ajarin untuk bersikap lembut dan tidak pernah kasar sama dia".
Mendengar pembicaraan mereka hatiku terasa terenyuh dan sedih,melihat mereka merasa sedih sekali apakah aku harus menerima lamaran angga.karena pilihan mereka lebih berat pada angga bukan Raka,atau pak Brian tapi aku masih ragu akan semua ini.
Karena aku memang tidak merasakan cinta sama sekali kepada Angga,"pak kalo ibu boleh ngomong lagi kayaknya bela belum suka atau cinta sama angga, mungkin itu salah satu faktor dia menolak angga.tapi bela gak pernah juga bawa calon atau pilihannya sendiri ke kita".
"Udah bu kita beri aja kesempatan sama bela buat berpikir dan menentukan pilihannya,tapi ibu ingatkan kita dulu juga dijodohkan bapak waktu itu bahkan punya pilihan begitu juga ibu".
__ADS_1
"Iya pak ibu ingat karena bentuk kasih sayang dan cinta kepada kedua orang tua kita,makah hanya keikhlasan dan sabar akhirnya menghadirkan cinta antara kita".
"Ternyata ibu masih ingat ya,bapak juga minta maaf dulu bapak sempat benci sama ibu.tapi seperti yang ibu bilang dengan keikhlasan dan kesabaran ibu bapak akhirnya bisa jatuh cinta sama ibu".
Apakah ibu dan ayah benar mengalami hal seperti itu,kenapa ibu gak pernah cerita sama aku ya.akhirnya aku masuk ke kamar dan kembali memikirkan hal itu,ya Allah tunjukkan lah kemudahan dalam masalah ini.
Sore pun menjelang saat berbaring dikasur,aku mendengar kak putri pulang dan aku langsung bangun menghampiri dia.kakak kak gimana hasil pemeriksaan dan usg keponakan aku, tiba-tiba aku melihat kak putri pulang sendiri dari puskesmas.
loh kok kakak pulang sendiri,mas bayu mana masih ada tugas ditempat kerja sore ini."udah kamu pakai hijab dulu sana ada tamu mau datang tu, katanya mau ketemu kamu".
Kak tolong kasih tau bela siapa yang mau datang kak," udah pakai hijab dulu nanti malu lagi kalo rambut bergerai gitu,kak tarok tas dulu ke kamar".
Oke bela ambil hijab dulu tapi sebelum itu,kasih tau bela jenis kelamin keponakan bela "kamu pasti mau perempuan kan udah kemauan kamu terkabul".
Beneran bela senang banget, cepet lahir ya keponakan cantik ayang bela tunggu didunia."udah cepatan sana kalo gak gitu aja mau", iya-iya ini udah mau ke kamar tapi lagi-lagi aku merasa kawatir kenapa orang-orang suka sekali memberiku rasa penasaran.
Setelah itu aku keluar kamar dan memanggil kak putri dikamarny,tapi dia tidak menjawab saat akan masuk kekamar kak putri.
Ada yang mengetok pintu dan aku membukanya terlebih dahulu,tanpa menghiraukan perkataan kakak jika akan ada yang datang.
Saat membuka pintu dan menjawab salam,aku kembali terkejut ya dia kembali datang kesini.apa yang harus aku lakukan, merek memang membuat ku tertekan dengan semua ini.
__ADS_1