
" Ayah ibu sudah datang bersama pengantin baru kita ternyata, mari ikut bergabung untuk sarapan " adam.
Semua orang juga menyapa kedatangan bela dan yang lainya, begitu juga zidan dan keluarganya serta putri dan bayu.
" Tidak usah kalian lanjut saja kami sudah selesai sarapan tadi " jawab ayah.
Sembari menunggu mereka selesai makan ayah dan angga menunggu di ruang tamu, alhamdulillah angga dan ayah bisa akur dan dekat seperti itu.
Ayah angga maksud bela mas angga ( tersenyum ) bela dan ibu ke kamar dulu ya,
" Angga gak mau ikut sama bela ke kamar, liat-liat kamar bela kan angga belum pernah ke kamar bela ? " goda ayah.
Ahh kenapa ayah harus menawari angga seperti itu batinku.
" Zidan mama tau apa yang kamu rasakan nak tapi mama yakin bela bukanlah jodohmu, dan mama berharap kamu bisa melupakannya serta semoga saja zaskia bisa menjadi pengganti bela untukmu " batin mama zidan.
" Sekarang aku hanya bisa mengikhlaskanmu bela kenangan kita hanya tinggal kenangan, tapi aku tidak akan pernah melupakan itu semua bel " batin zidan.
" Tidak perlu ayah angga menunggu disini saja, lagian kamar itu akan menunggu angga " senyum angga.
Baiklah lea dan ibu ke kamar dulu, terlebih dulu aku mengantar ibu ke kamar sekarang ibu istirahat ya bela juga ingin ke kamar sebentar.
" Iya sayang, bela ( memeluk bela ) " ibu,
Ibu kenapa ibu memeluk bela lebih baik ibu istirahat karena lelah bukan, jika keluarga zidan pamitpun nanti bela bisa katakan pada mereka ya ( melepaskan pelukan ) jadi sekarang ibu istirahat ya.
Ibupun menuruti apa yang bela katakan.
Aku tau apa yang di rasakan oleh ibu, karena kasih sayang seorang ibu begitu besar kepada anaknya. sepertinya ibu sudah tenang aku juga tau kemarin adalah acara yang cukup menguras tenaga.
Sekarang aku yang harus istirahat sejenak tapi itu tidak mungkin karena, dibawah masih banyak tamu terutama zidan dan keluarganya biar ibu saja yang istirahat.
( Menuju kamarnya )
Ahh aku rindu sekali kasur ini baru sekitar 2 hari tidak tidur di kasur ini tetapi rasa rinduku sangat berat, apalagi dengan kamarku di kampung ahh aku rindu kampung seperti dulu.
__ADS_1
Kampung yang damai, indah, sejuk dan asti pemandangannya, setiap pagi aku akan memakai pakaian guruku menuju sekolah dan itu adalah impian dan cita-citaku.
Impian yang sempat aku capai dan rasakan namun dalam waktu yang singkat aku juga harus kehilangan itu semua, dan harus menjalani kehidupanku yang baru sekarang ini.
Setelah itu lea berbaring sebentar, dan kemudian turun ke bawah saat sampai di bawah semua orang telah berkumpul.
" Bela Ibumu mana ? " tanya mama zidan.
Ibu sedang istirahat tan apakah tante,om dan yang lainya akan pulang ke kampung sekarang ?
" Iya bel kami semua berangkat sekarang saja lagian sudah dua hari disini, lagian besok aku udah masuk kerja bel " ucap zidan.
Ohh kalo gitu om, tan, zidan, kaka dea dan semuanya hati-hati di jalan ya. satu lagi ada yang kurang kayaknya aila mana tan ?
" Biasa bel dia udah duluan ke mobil " jawab zidan.
" Aila lagi anak kecil itu hanya sebagai alasan saja untuk zidan ini untuk dekat dengan bela, dan kenapa juga bela sangat peduli dengan adiknya zidan itu " batin angga yang memperhatikan gerak-gerik dari zidan.
" Tante rasa ibu kamu pasti sangat lelah kalo begitu tante dan semuanya titip salam sama ibu kamu ya bel " mama zidan.
( Menganggukkan Kepala ) gakpapa tan, atau tante tetap mau ketemu ibu dulu juga gakpapa bela anterin ayok tan.
Ohh undangan pernikahan zidan ya tan, bela udah dikirim lewat handphone sama zidan kok tan.
" Alhamdulillah kalo gitu jangan lupa datang ya bel sama suaminya nak angga ( tersenyum pada angga ) " mama zidan.
" Insyallah kami akan usahakan datang tan, om, zidan " angga.
Merekapun berpamitan dan saling bersalam-salaman, aku sempat memperhatikan ketika zidan dan angga bersalaman sepertinya tidak begitu masalah. dan saat aku yang bersalaman dengan mamanya zidan serta kakaknya, tidak masalah jika cipika-cipiki.
Kami semuapun mengantar mereka menuju mobil, aku harus kembali membujuk aila sebelum mereka berangkat.
( Berdiri dipintu mobil )
Aila aila kok gak mau pamitan sama kak bela sih kemaren aila juga gak mau turun ketemu kak, tetapi tetap saja aila hanya diam dan tak menjawabku apakah dia masih marah karena aku tidak bisa dekat dengan zidan.
__ADS_1
" Aila sayang ayo pamitan sama kak bela aila " mama aila.
Tetap saja dia hanya diam bahkan tak melihat diriku, yaudah gakpapa tan kalian berangkat saja semoga pas acaranya zidan bela bisa ngobrol lagi sama aila.
" Maaf ya bel kamu taukan gimana aila kalo udah kayak gitu ngambek susah dibujuk " zidan.
" Ni Aila ngeselin juga ya tapi untung masih kecil, tapi kalo kecil aja udah ngeselin ditambah sok ngambek karena bang zidan gak bisa sama ka bela. Uhhhh uhhhhh sabar sabar angga dia itu anak-anak, lagian sekarang bela sudah sah dan resmi menjadi milik kamu " batin angga.
Akhirnya merekapun pamit dan menuju kampung, tapi kenapa perasaanku jadi sedih begini ya, apakah karena kepergian zidan ahhh itu tidak boleh sekarang aku sudah punya suami.
Kak putri bela mau gendong zea bolehkan ( langsung mengambil alih gendongan zea dari putri ),
" Kalo ayang udah rindu ya gitu zea baru semalam gak ketemukan, yaudah kak masuk dulu ayah ayah mau istirahat yaudah putri anterin mas bayu bantuin juga " putri.
" Udah gak usah ayah masih kuat jalan biar bayu aja yang nganterin ya " ayah.
" Bel angga kalo gitu mas mau keluar sebentar ya, mas berangkat dulu " adam.
" Mau kemana mas ? " angga, pasti mau ketemu kak nindikan mas ( godaku ), ( adam hanya tersenyum ).
Sayangnya ayang zea, cantiknya ayang zea.
" Sayang banget sama zea ya ( mencubit zea ) " angga.
Sayanglah zeakan ayangnya bela, ohh iya mas angga gak balik nugas atau masih cuti ?.
" Aku masih ambil cuti bel rencananya aku balik kerja minggu besok aja " angga.
Lah gak kelamaan itu cutinya mas, " gaklah kan sayang ayangnya angga ( tersenyum dan bahagia sekali ) " goda angga.
Maksudnya ayang angga siapa mas, zea juga gitu gak boleh zeakan ayangnya bela yakan sayang ( mencium pipi lembut zea.
" ( Mendekati bela dan zea ) kalo ayangnya kamu zea, jadi ayangnya aku ya kamu bela azyura mencium kening zea dan juga pucuk kening bela " angga.
Aku hanya bisa terdiam apakah angga benar-benar mencintaiku, karena setelah menikah sikapnya malah berubah tetapi aku harap dia bisa selalu bersikap baik bukan hanya padaku tetapi juga pada ayah dan keluargaku yang lain.
__ADS_1
Ahhh kamu ini apa-apan sih malah main cium-cium aja yakan zea, udah sekarang kita masuk ke dalam aja ya gak boleh cium-cium lagi ya om ( berlari menuju rumah ).
" Ahhh aku juga tidak tau kenapa setelah kita menikah aku sangat bahagia sekali, semoga mama juga bisa bahagia nantinya dan bisa memaafkan ayahmu dan kamu bel " batin angga yang juga ikut ke dalam rumah.