Ibu Muda Pengganti

Ibu Muda Pengganti
116. Bertemu Zidan


__ADS_3

Assalamualaikum ibu ibu, ayah, kakak.


" ( Membuka pintu ) Waalaikumussalam bela ( langsung memeluk bela ) ibu rindu banget sama bela ehhh angga selamat datang di rumah ibu silahkan masuk " ibu.


" Iya bu terima kasih bu ( bersalaman dengan ibu ) " jawab angga.


Bu kak putri sama zea ada disini gak, tapi sebelum itu bela mau tanya kenapa ibu atau yang lainya gak ngabarin bela kalo duluan balik ke kampung bu.


" Putri sama zea lagi ke rumah orangtuanya bayu, nanti malam juga balik dan masalah gak ngasih tau itu ya gakpapa jugakan bela sekarang belakan udah ada yang jagain yakan angga. angga jagain belakan karena waktu itu angga udah janji sama ayah dan ibu " ucap ibu.


" Angga selalu jagain bela bu, tapi belanya yang gak mau dijagain " angga.


" Bener begitu bel ? " ibu.


Ibu taukan apa yang akan bela jawab tapi tenang aja angga juga gak jahatin bela, dia serius dan bertanggung jawab sama janjinya.


" Alhamdulillah ibu senang banget dengarnya, kalo kalian capek istirahat dulu aja bela udah ke kamar dulu aja tarok barang-barang kalian " ibu.


Ahhh bela masih mau sama ibu, mas angga mas tau kamar belakan jadi mas kesana sendiri aja tarok barang-barangnya.


" Bela gak boleh gitu sayang sana temanin suami kamu ke kamar dulu nanti kalo emang gak capek mau istirahat yaudah nanti kita ngobrol lagi ibu ke belakang dulu ya " ibu.


Yaudah kita ke kamar aku.


" Loh kok kamar aku sih ya kamar kitalah kamar kita berdua ingat ya aku itu ( menunjuk bela ) sekarang udah berdua udah jadi kita ( tersenyum ) " angga.


Kenapa mas malah senyum-senyum udah jangan aneh-aneh ya, udah yuk mas ke kamar tadi sendiri gak boleh sama ibu yaudah bela temanin sekalian narok tasnya bela jugakan.


Akhirnya merekapun ke kamar.


" Hemmm aku rindu sekali dengan kamar ini, aku ingin kembali tidur disini " ucap angga.


Apa kembali tidur disini apa maksudnya, kembali tidur di kamarku memangnya kapan mas angga tidur di kamarku ahh.

__ADS_1


" Aku pernah tidur disini bahkan sambil memandangi wajah bidadari yang sangat cantik dan menenangkan hati ( tersenyum ) " angga.


Maksudnya jangan bilang kalo mas pernah tidur di kamar ini bersamaku ( menutupi tubuh dengan tanganya ).


" Tenang saja aku tidak menyentuh dirimu apalagi melakukan hal bejat itu kepadamu Aku ini orang yang yang bertanggung jawab Mana mungkin aku bisa melakukan hal sebejat itu aku hanya tidur disamping seorang bidadari sambil terus memandangi wajahnya itu pun tidak lama hanya dari salat subuh sampai pagi itu saja. "


Dari salat subuh sampai pagi kapan dan saat apa mas tidur di kamarku, jangan bilang saat mas mengancam keselamatan ayah dan ibu saat itu aku mengajar di sekolah.


" Ya memang benar saat itu tidak apa-apa sekarang kita sudah sah telah resmi dan terserah mau melakukan apapun " angga.


kalau begitu mas istirahat saja aku ingin menemui Ibu jadi aku pergi dulu atau masa enggak mau ikut, tapi ingat jangan macam-macam padaku.


" Baiklah aku ingin istirahat dulu tapi hanya sebentar saja silakan temui ibumu ayahmu, orang yang sangat engkau cintai tapi ingat kau juga harus mencintai suamimu bukankah begitu sayang " angga.


Sudahlah mas jangan berulah lagi kalau gitu aku keluar dulu, akupun pergi dari kamar ini dia memang benar-benar membuat hidupku antara bahagia dan masih tertekan.


Setelah itu waktu terus berjalan sampai pada malam hari.


Bu kenapa ayah juga belum pulang, kak putri juga belum kayaknya kalo gitu bela coba telpon kak putri ya bu.


Kerumah zidan bu tapi gimana sama mas angga,


" Ya coba kamu tanya aja siapa tau angga mau pergi udah tanya dia aja dulu angga dimana ? " ibu.


Mas angga di kamar bu kalo gitu bela ke kamar dulu ya bu mau nemuin mas angga.


" Iya ibu tunggu di ruang tamu ya tapi kalo emang angga gak mau pergi, biar nanti ibu minta antar bayu aja mungkin mereka udah jalan kesini " ibu


Ya bela coba ngomong dulu ya bu, ibu tunggu dulu akupun masuk ke kamar mas mas angga.


" Hemm iya ada apa " angga.


Mas mau gak pergi ke rumahnya ziiiidan, soalnya ibu mau kesana kita ikut ya gimana mas mau gak.

__ADS_1


" Hemmm mau ke rumahnya atau mau ketemu orangnya atau mau ngulang masa lalu lagi " ketus angga.


Loh kok mas angga ngomongnya gitu bela gak ada niatan gitu mas, mas anggakan juga tau kita sekarang udah jadi suami istri dan besok zidan juga udah nikah sama kekasihnya. jadi gak ada masalah dan hal-hal masa lalu yang harus diulang kembali, mas angga udah cukup dewasakan buat ini semua.


" Wahhh semangat banget ngejelasinnya yaudah jangan marah juga nanti cantiknya hilang, maaf udah buat marah juga tapi setelah mas denger kamu ngomong gitu mas jadi tenang berarti udah gak ada apa-apalagi sama zidan.


Yaudah yuk kita pergi ke rumah zidan tapi peluk dulu ( memeluk bela ) jangan marah lagi kamu kalo marah bukannya nakutin tapi malah lucu " angga.


Dipeluk kamu itu nyaman juga ya mas, kenapa aku jadi deg-degan gini pas dipeluk kamu ihhh bela ngomong apa sih membatin. udah mas kita pergi sekarang aja udah ya pelukannya aku gak bisa nafas ni, udah ahh ( mendorong angga ).


" Iya iya jangan di dorong juga sayang " angga.


Mulai lagikan mas angga panggil bela aja, udah cepatan nanti malah kemalaman ibu juga udah nunggu di ruang tamu.


Merekapun pergi menuju rumah zidan, ditengah perjalanan ibu bertanya.


" Angga ibu mau tanya kamu gak marah atau nyakitin bela lagikan apalagi sekarang kita mau pergi ke rumah zidan " ibu ( duduk di belakang ).


Ibu kok malah nanya gitu bu.


" Udah gakpapa bel itukan wajar naluri seorang ibu yang kawatir pada putrinya, ibu bu tenang saja seperti yang pernah angga katakan jika angga sekarang ini sangat mencintai putri ibu hanya saja putri ibu yang tidak bisa mencintai saya bu " angga.


Mas apa-apaan sih malah ngomong gitu, gak bu bela udah coba jadi yang baik buat angga tapikan kita juga tau gimana perjalanan sampai pada saat ini jadi bela minta waktu sama mas angga.


Tanpa disadari mereka sudah sampai di rumah zidan yang halamannya sudah dihiasi dekorasi pesta pernikahannya.


Mereka semuapun turun dan masuk ke rumah zidan, saat pertama datang orang tua zidan menyambut angga, bela dan ibunya.


" Apa kabar bela semoga sehat ya, suaminya juga anggakan " mama zidan.


" Alhamdulillah kabar kami baik tante " angga.


" Ya sudah silahkan masuk " mama zidan.

__ADS_1


" Wahhhh ada kak bela aila harus kasih tau bang zidan dulu ke kamarnya ( menuju kamar zidan ) bang bang zidan ini aila abang dimana sih.


Bang zidan nangis ya ( melihat zidan disamping kasurnya ) ihhh bang zidan kenapa bang.


__ADS_2