Ibu Muda Pengganti

Ibu Muda Pengganti
83. dr. Adelia Rutmini


__ADS_3

Beberapa hari di rumah sedikit membosankan tapi dengan adanya zea membuat sedikit bahagia dan terhibur.


Sekarang zea semakin tumbuh menjadi balita yang sangat menggemaskan, semoga nanti setelah menikah dengan Angga aku masih bisa bertemu dengan zea, ayah, ibu, Kak Putri dan Mas Adam.


Aku sangat takut jika Angga malah mengekangku nantinya dan membatasi kegiatan ku, Aku ingin selalu dekat dengan mereka terutama zea aku sangat sayang kepadanya dan tidak ingin berpisah dengannya.


Ya seperti waktu aku kuliah dan beberapa tahun di masa SMA, aku sangat menyukai anak-anak dari itu aku mengambil jurusan pendidikan sekolah dasar. yang sekarang pun aku harus rela tidak bekerja padahal aku ingin sekali kembali menjadi guru, meskipun hanya menjadi guru honorer di sebuah sekolah dasar.


Aku juga ingin mengatakan keinginanku ini kepada Angga semoga nantinya dia memperbolehkan ku untuk kembali mengajar, menjadi seorang guru hari ini aku ingin jalan-jalan bersama Kak Putri. keluarga kami semuanya juga ikut kak Nindya pun juga ikut ya tunangan Mas Adam, kami berencana ingin berlibur ke kebun binatang di kota ini dan makan-makan di restoran serta kegiatan terakhir adalah bersantai di pantai hingga sore menjelang.


Kami akan pergi berlibur minggu besok apakah aku harus meminta izin kepada Angga, dan bagaimana jika dia harus ikut sedangkan aku tidak ingin dia ikut aku ingin menghabiskan waktuku bersama keluargaku. ayah Ibu Mas Adam, Kak Putri dan aku sendiri bagaimana aku meminta izin kepadanya aku takut dia malah tidak mengizinkanku.


Tapi itu tidak boleh karena kami masih bertunangan dia tidak boleh mengekangku, aku juga tidak ingin pergi tanpa memberitahunya baiklah aku akan menelponnya setelah ini.


Siang ini aku sedang bermain dengan zea dihalaman belakang sambil menggendong sicantik zea, akupun menelpon Angga ini adalah kali pertama aku menelpon dia sebelumnya hanya sekedar kirim pesan saja.


Panggilan masuk dan dia menjawab terlponku Assalamualaikum Angga " waalaikumussalam ya ada apa bel baru kali ini menelpon ada yang ingin dibicarakan" ucap angga.


Begini Minggu besok aku dan yang lainnya akan pergi liburan sebelum mengurus semua keperluan pernikahan kita. jadi aku ingin meminta izin padamu apakah boleh aku pergi berlibur untuk Minggu besok.


"Wahh aku sangat senang mendengar kau meminta izin kepadaku, baiklah kau boleh pergi namun ingat jangan melewati batasanmu mengerti titip salam untuk semua keluargamu" ucap angga.

__ADS_1


(Batinku) aku sangat senang sekali diizinkan pergi, namun saat itu zea merengek aku tanpa sadar belum menutup telepon mengatakan sayang jangan marah ini ayang ayang disini.


"Apa bela kau memanggilku sayang tumben sekali" ucap angga.


Tidak aku tidak memanggilmu sayang aku mengatakan sayang kepada zea, karena sekarang aku sedang menggendong zea kalo begitu aku tutup dulu telponnya Assalamualaikum " waalaikumussalam".


Aduh kenapa aku lupa jika belum menutup telpon itu sehingga Angga malah mendengar aku mengatakan sayang, padahal aku mengatakannya pada zea ahh sudahlah dia juga belum tentu senang jika aku memanggilnya sayang.


"Aku senang jika kau benar-benar mengatakan sayang padaku, aku janji akan menjagamu mana mungkin Malaikat seperti mu aku sia-siakan.


Pakerjaan dan profesimu itu tidak penting semua itu akan terkalahkan, oleh sikap lembutmu dan rendah hatimu itu aku juga tau mereka pria lain yang juga Mencintai mu itu.


Bukan sekedar suka dan jatuh cinta padamu karena kecantikanmu, tapi karena kecantikan dan kelembutan hatimu semoga aku bisa menjadi pilihan terbaik untuk mu" batin angga.


"Ya iyalah ndra orang bidadarinya cantik gitu gimana gak bahagia, dia lembut dan baik juga apalagi pas aku lihat bi asih senang bahagia sekali kalo udah ketemu sama dia bela kan namanya Angga" jelas dito sahabat dan rekan diperwira tentara.


" Udah udah mujinya biasa ajalah kalo emang apa yang kalian katakan itu benar, berarti bonus buat akukan siapa dulu angga " ucap angga.


" Tapi kamu yakin kalo Adelia gak akan marah seandainya dia tau kamu mau menikah dengan bela, tapi sih kalo aku disuruh milih ni dan ada diposisi kamu angga aku tetap milih bela.


Walaupun dari segi profesi lebih tinggi Adelia diakan dokter, tapi sepertinya kamu harus pikir-pikir lagi angga jangan Sampai Adelia masih punya perasaan Sama kamu" jelas Indra.

__ADS_1


"Bener tu ngga bukannya apa ya kita takut aja kalo nanti ada masalah yang akan ditimbulkan, dan merusak hubungan kalian kalo gak kamu temuin Adelia aja bicara atau ngomong masalah ini yakan supaya lebih jelas saja dan baik hasilnya" saran Dito.


" Aku gak mikirin Adelia lagi bukannya sekarang kami impas saat aku pendidikan tentara dulu dan harus jauh LDR sama dia lihat dia yang ninggalin aku selingkuh pergi sama laki-laki lain.


Bahkan sekarang mungkin aja dia udah nikah sama laki-laki itu, karena aku juga gak pernah ngehubungin dia udahlah sekarang aku mau fokus sama pernikahanku sama bela selebihnya aku gak mikirin" ucap angga.


" Yaudah terserah pak Angga Yudistira saja baiklah sekarang saatnya kita istirahat, dan lanjut buat latihan sesi berikutnya semangat semangat" ucap Indra dan Dito.


Sebuah Hotel di Singapura,


" Aku masih berharap angga kamu menungguku bulan depan aku akan kembali keindonesia, setelah menyelesaikan praktekku disini meskipun hampir 1 tahun ini kita tak pernah saling mengambari aku selalu menantikan kehadiranmu" ucap Adelia.


Ting tinging ting beberapa pesan di handphone Bela,


Kak Nindia


" Bel besok sebelum kita pergi liburan temanin kak ke rumah sakit dulu gimana, kak gak sakit cuma ada beberapa berkas yang harus kak selesaikan dan ada beberapa surat juga".


Kak Nindia berprofesi sebagai administrasi disebuah rumah sakit dikota ini, ya salah satu rumah sakit swasta kak nindia sudah sekitar 3 tahun bekerja disitu.


Oke nanti bela temanin kak tapi kak yang bawa mobil ya bela kan gak bisa bawa mobil,

__ADS_1


" Oke besok kak jemput dahh bel " ucap nindia mengakhiri pesanya.


__ADS_2