
Semua orang sudah terlelap dan hanyut dalam mimpi mereka tapi ada hati seseorang yang gelisah dan tidak bisa tidur.
Ahhh bukankah besok aku akan kembali ke kota rasanya aku masih mau disini bahkan jika bisa aku ingin tinggal dan hidup disini saja seperti dulu.
Tapi itu juga tidak mungkin sekarang aku sudah punya suami jadi aku harus mengikuti perintahnya dan ikut kemanapun dia pergi tapi aku juga tidak ingin berpisah dengan ayah ibu dan yang lainya.
Sepertinya kak nindi sudah tidur aku juga haus aku ingin minum saja dulu sekalian melihat kedua masku mas adam dan mas angga.
Akhirnya belapun minum terlebih dahulu setelah selesai minum dia menuju ruang tamu disana sudah adam dan angga sepertinya sudah tertidur.
Lebih baik aku ke kamar saja lagi dan lanjut tidur.
Pagi Hari
Semua orang sudah mulai bangun tapi angga masih belum bisa ke kamarnya karena masih ada ninidy, setelah nindy dan bela selesai bersih-bersih barulah angga masuk ke kamar itu untuk mandi.
" Bel kak duluan ya keluar pasti adam udah marah banget ni kalo kakak semalaman tidur sama kamu ( tersenyum ) " nindy.
Gakpapa kak lagiankan mas angga juga gak keberatan kalo gitu kita keluar sekarang aja masak buat sarapan pagi ini.
" Boleh bel tapi lebih baik kamu siapin dulu pakaian angga siap itu baru bantu kakak masak ohhh ya kita masak apa pagi ini ? " nindy.
Gini aja kak gimana kalo kakak tunggu dulu di luar bela siapin pakaian mas angga dulu cuma sebentar kok habis itu kita mulai masaknya ya kak.
" Oke bela kakak tunggu di luar ya " nindy.
Akhirnya nindypun menuju ke ruang tamu dan sekaligus memanggil angga padahal bela tidak menyuruhnya.
" Angga tadi bela menyuruh kakak untuk memanggilmu bela bilang mau bicara denganmu " nindy.
" Baik kak mas adam angga izin menemui bela dulu " angga.
" Silahkan angga " adam.
Saat menuju kamar angga sangat senang karena pagi ini dia bisa bersama lagi dengan bela sang istri, setelah terpisah satu malam karena nindy harus tidur di kamar itu.
__ADS_1
( Membuka pintu )
Sudah semuanya sudah selesai disiapkan pakaian mas angga sekarang tinggal menyuruhnya mandi dan aku akan memasak, sekalian aku ingin memeluk zea sudah lama terpisah dengannya bahkan ini juga menjadi hari terakhir aku disini.
Saat rindu berjalan menuju pintu sambil terus bicara ya gitulah tiba-tiba angga juga membuka pintu dan akhirnya saat membuka pintu mengenai dahi bela.
Awww ( memegangi dahinya ) ahhh siapa sih yang buka pintu gak ketok dulu ahhh sakit.
" Sayang kamu gakpapa maaf aku gak sengaja udah kita duduk dulu aku bantuin obatin " angga.
Mas angga tunggu dulu tadi kenapa manggil aku pake sayang segala namaku bela bukan sayang mas.
" Sayang itu bukan nama tapi ungkapan rasa cinta sama kamu bela, udahh ahh mau di obatin gak dahinya ntar kamu malah geger otak dan kamu semakin lupa sama aku dan aku gak akan mau itu terjadi " ucap angga.
Udah gak usah di obatin mas lagian cuma nyeri sedikit aja yaudah mendingan kamu sekarang mandi pakaiannya udah disiapin tu, aku mau masak dulu ya yaudah cepatan pergi mandi kenapa masih duduk disini.
" Aku mau mandi kalo kamu bolehin aku ngobatin dahi kamu itu cuma sebentar kok " angga.
Tapi dahi aku tu cuma nyeri dikit aja mas udah ahh aku mau masak sarapan kenapa jadi anak kecil gini sih mas ( angga memasang wajah sedih dan diam ), yaudah boleh di obatin lagian obatnya apa sih mas.
Kalo mas nyuruh aku tutup mata aku gak mau pasti mau macam-macamkan udah ahh mas, kalo emang mau ngobatin buka mata aja aku juga mau lihat kamu mau ngasih obat apa.
" Yakin mau buka mata yaudah ( mencium dahi bela ) itu obatnya dijamin pasti sembuh bahkan sampai hati yakan " goda angga.
Aku sangat terkejut saat mas angga langsung mencium dahiku membatin, ahhh mas angga itu kebiasaan banget sih main cium aja ini tu sakitnya gak akan sembuh kalo dicium udah ahh aku mau masak dulu cepatan mandi sana.
" Tapi kamu senangkan sayang " goda angga.
Aku hanya diam dan menuju keluar kamar tapi aku juga merasa bahagia bisa mendapatkan suami seperti mas angga, tapi jika mengingat caranya mendapatkanku aku masih merasa takut dan kecewa.
Belapun menuju dapur mempersiapkan sarapan untuk hari ini setelah itu nindypun datang membantu bela setelah beberapa menit kemudian putri juga datang membantu mereka berdua setelah sarapan hampir selesai, Ibu juga datang menuju dapur tentu ketiga perempuan ini tidak memperbolehkan ibu untuk memasak karena mereka yang harus memasak.
" Jadi Ibu ayah dan yang lainnya menunggu di meja makan saja untuk sarapan pagi ini ya gak usah masak lagi bu " ucap putri.
Setelah semua sarapan selesai semua orang juga duduk di meja makan dan sepertinya zea belum bangun jadi bela bisa makan bersama mereka, setelah selesai makan mereka mengobrol di meja makan beberapa menit.
__ADS_1
" Angga " ayah.
" Iya ayah ada apa ? " angga.
" Bukankah kalian akan kembali ke kota hari ini ? " ayah.
Tiba-tiba saja aku sangat sedih mendengar ayah berkata seperti itu ( bela ).
" Benar ayah mungkin setelah sarapan ini kami akan berangkat ke kota " angga.
" Kenapa terlalu pagi angga kenapa tidak sore saja atau setelah salat zuhur " ucap ibu
" Ya sudah jika memang terlalu pagi angga dan bela berangkatnya setelah zuhur saja, tapi itu tidak bisa di undur lagi bu karena besok angga sudah mulai bekerja kembali bahkan angga kesini harus mengambil cuti bu " jelas angga.
Alhamdulillah berangkat setelah dzuhur aku masih Ingin disini walaupun hanya ada beberapa jam lagi batinku.
Tapi ayah Ibu dan semuanya bukankah minggu depan acara nikahan mas adam kalian kapan datang ke kota ?.
" Iya bel mungkin mas adam, ayah, ibu kak putri dan yang lainnya mungkin akan berangkat besok saja. Jadi kalian duluan saja karena angga juga tidak bisa meninggalkan pekerjaannya bukan.
Kalau kamu masih rindu sama ayah, ibu dan zea kalian bisa bertemu besok jadi tidak perlu sedih nanti ketika kembali ke kota bersama angga " ucap adam.
Nggak mas bela gak sedih kok.
" Udahlah bel kakak tahu gimana sifat kamu itu kamu bisa bilang kamu nggak sedih tetapi dalam hati kamu dan ekspresi kamu bahkan bisa sampai nangis, kalau pisah sama ayah dan ibu kakak udah tau.
Jadi buat angga maklumi aja ya si bela lagiankan kamu juga tau kalo dia tu anak bontot paling disayang dan deket pake banget banget sama ayah ibu " ucap putri.
Kakak apaan sih pake ngomong gitu belakan udah gede mana ada pake nangis segala gak ya kak.
" Iya kak angga udah tau soal itu angga juga bakalan ngertiin semua sifat bela " angga.
Alhamdulillah beruntung ya bel bisa punya suami kayak angga jadi kalo angga udah nerima kamu, berarti kamu juga harus terima angga dan ingat kalian berdua gak boleh berantem atau saling menyakiti " pesan adam.
" Harmonis sekali keluarga ini dan inilah yang membuat aku iri bel karena aku tidak bisa merasakan hal ini sepertimu maka dari itu aku minta dirimu yang menjadi penggantinya untukku " batin angga.
__ADS_1