
Beberapa jam kemudian sampailah pada saatnya dimana zidan akan mengucapkan Ijab kabul untuk menikahi zaskia semua tamu undangan telah memasuki ruangan dan duduk dengan rapi.
Zidanpun sudah duduk di bangku yang dipersiapkan untuk pengucapan ijab kabul setelah semua rangkaian acara akan dimulai sedangkan zaskia sang pengantin wanita menunggu di dalam rumah.
Setelah zidan selesai mengucapkan ijab kabul barulah nanti zaskia akan duduk disamping zidan ijab kabulpun segera dimulai penghulu, saksi dan tamu undangan sudah siap.
Saya nikahkan saudara zidan alkalifi dengan putri saya zaskia arum ningtyas dengan mahar seperangkat alat salat dan emas 20 gr dibayar tunaiiii. ( mohon maaf jika ada kesalahan dalam pengucapan ijab kabul karena author gak paham gak ngerti soal ijab kabul ).
" Saya terima nikahnya putri bapak bel.... zidan berhenti dan terdiam ".
Semua saksi dan tamu undanganpun terkejut saat zidan salah mengucapkan nama mempelai wanita, entah siapa yang dia maksud dengan bel.
" Maaf maksud saya, saya belum siap " zidan.
" Hahaha belum siap saya pikir kamu akan menyebutkan nama Bela Asyura aku tahu itu, dan saya tau jika kamu masih memiliki perasaan dengan bela. Tapi itu tidak berguna lagi dan hanya akan sia-sia jika kamu mengharapkan bela untuk hidup bersamamu sekarang fokuslah dengan perempuan yang menunggumu di dalam rumah sana " batin Angga.
Ijab kabul kembali diulang dan zidan mengucapkannya dengan lancar.
" Masih dalam rasa cemburu angga yang duduk di samping bela berbisik kepada bela kamu yakin dengan jawaban zidan, jika dia bilang dia belum siap dari kata bel yang dia maksud menurut aku itu bukan untuk belum siap tapi itu untuk bela asyura " bisik angga.
Aku hanya terdiam mendengar angga menyebutkan kata itu, sudah lama mas tidak boleh berprasangka buruk kepada zidan mungkin saja dia memang salah menyebutkannya. Kita sudah punya jalan masing-masing bela dengan mas angga dan zidan dengan zaskia.
Setelah selesai pengantin wanitapun keluar didampingi kak dea dan mama zidan mereka berduapun duduk dan saling memasangkan cincin, menandatangani surat nikah dan zidan mencium kening zaskia.
" Walaupun dalam hatiku masih mengharapkan dirimu bela tapi kini aku harus benar-benar melupakanmu aku harus memulai kehidupan baru ku dengan zaskia " batin zidan.
Setelah selesai di lanjutkan dengan resepsi bersanding di pelaminan para tamu undangan mulai berdatangan memberikan ucapan selamat bahagia dan menempuh hidup baru.
__ADS_1
Sampailah pada saat di mana laki-laki yang pernah singgah dan menyukai bela juga menghadiri acara itu. Ya raka, dokter daffa dan polisi bryan saat itu juga datang bersama adam dan nindy tunangan adam.
Adam dan nindy tidak bisa hadir disini kemarin karena harus mengurus untuk kelengkapan persiapan pernikahan mereka, dan baru bisa datang ke sini saat sekarang.
( Bela sedang minum ) sangat terkejut melihat raka laki-laki yang pernah dekat dan menyukainya itu datang. Hampir bersamaan di saat itu juga angga yang duduk di samping bela membulatkan matanya kepada bela.
" Luar biasa jadi ini alasan kenapa kamu ingin sekali datang ke acara zidan.
Mereka datang ya dokter daffa, brian yang hampir beberapa bulan ini tidak ada kabar dan tidak pernah bertemu sekarang datang ke acara ini. Apa mungkin mereka tahu jika kamu ada disini dan satu lagi raka, raka itu bukankah sahabat masa kecil kamu dan mereka semua pernah menyukaimukan " sinis angga pada bela.
Bukan mas angga ahhh sudahlah bela bilang kita sudah punya jalan masing-masing, bela sudah menikah dan menjadi istri mas angga dan mungkin saja mereka juga sudah memiliki pasangan. Bela juga tidak tahu karena setelah kita menikah bahkan jauh sebelum kita menikah pun bela memang tidak pernah berhubungan mereka atau sekedar memberi kabar melalui handphone percayalah mas pada bela.
" Baiklah jika apa yang kau katakan itu benar tolong jaga sikap kamu kepada mereka terutama kepada bryan dan daffa " ucap angga.
Baik mas bela tau itu dan bela pasti menjaga perasaan suami bela tersenyum.
" Tak perlu senyum-senyum untuk mengodaku jaga saja sikapmu itu " angga.
" Apa kabar angga " brian.
" Wahh pak brian kabar saya baik pak bagaimana dengan pak saya harap pak juga dalam keadaan baik " ucap angga.
Aduh kenapa harus pake di samperin sih harus nyapakan jadinya masa gak batinku, Bismillah apa kabar pak brian ( brian saling tatap-tatapan begitu juga dengan daffa juga raka bergantian ).
" Hemmmmm tenggorokanku terasa kering " angga.
" Iya bel kabar saya baik ( mengalihkan pandangan ) " brian.
__ADS_1
" Kabar saya juga baik ohh ya bagaimana kabar ayah kamu bel apa sudah semakin membaik ? " dr. daffa.
Alhamdulillah dok keadaan ayah semakin membaik tapi kadang-kadang juga sering kelelahan dan pusing juga.
" Ya semoga keadaan ayah kamu semakin baik ohh ya ayah kamu dimana bel " dr.daffa.
Ayah mungkin ada di dalam dok atau mungkin mau saya panggilan ayahnya.
" Gak usah bel " dr. daffa.
Sepertinya ekspresi mas angga mulai lain kepadaku saatnya pergi bel batinku berkata, yausudah kalo begitu bela mau ketemu mas adam dulu ya mas angga lanjut aja ngobrolnya sama pak brian dan dr. daffa bela permisi dulu.
" Bagus ternyata dia paham juga apa yang aku maksud jangan sampai istriku jadi pusat perhatian dua orang ini, tapi masih ada satu orang lagi ya raka itu aku harus tetap memperhatikan dia " batin angga.
Assalamualaikum mas adam kak nindy ( bela memeluk nindy dan adam ).
" Udah jangan lama-lama meluknya ingat kamu udah punya suami jadi kalo mau lama-lama meluknya peluk suami kamu aja " ucap adam.
Mas adamkan bela kangen sama mas lagian kenapa lama banget kesininya, yaudah kita ketemu sama ibu dan ayah aja mereka ada di dalam.
" Yaudah yuk masuk sayang yuk masuk " ucap adam.
Cie cie cie yang udah berani panggil sayang di depan bela ya yaudah gakpapa juga sih.
Saat akan masuk ke rumah tiba-tiba seseorang memanggil bela.
" Assalamualaikum bel " ternyata dia raka.
__ADS_1
Membalikkan badan raka waalaikumusslam ka apa kabar ( tersenyum ).
" Raka satu orang lagi yang harus aku hadapi kenapa bel kamu bisa buat mereka suka sama kamu ahh, awas saja kalo sampai kamu terlalu dekat sama raka lihat saja " batin angga yang terbakar api cemburu.