
" Tunggu........ apakah saya menggangu kalian ? " ujar seorang perempuan ya dia pembantu baru di rumah Angga dan Bela.
" Iya kalo boleh tau ibu siapa ya ? " heran Bela.
" Saya pembantu baru disini nyonya, menggantikan pembantu nyonya yang lama ".
Saat Bela berbicara dengan pembantu itu, Adelia mengambil kesempatan untuk segera menghampiri Ratih.
" Hai Tanteku, sudah lama kita tidak bertemu bagaimana kabar tante ? " sapa Adelia.
Bela yang kawatir dengan mamanya meninggalkan pembantunya.
" Bi sekarang bibi masuk saja kamar bibi di dekat dapur, bibi istirahat saja dulu nanti Bela bicara dengan bibi lagi ".
" Baik nyonya ".
Bela langsung berlari menuju taman bunga mengejar Adelia.
" Kamu siapa saya tidak kenal atau mungkin kamu temannya Nadia ? ".
" Hah Nadia ? anak tante itu sudah meninggal tante saya ini Adelia apakah tante tidak mengingatnya ? "
" Tidak putriku Nadia masih hidup, kamu gila ya berani sekali mengatakan putriku sudah meninggal ".
" Hahh orang gila, bicara orang gila yang gila itu tante bukan saya " ujar Adelia dengan raut wajah menghina.
" Ma mama baik-baik sajakan, lebih baik kita masuk dulu ya ma mama harus istirahat ".
" Dia siapa sayang ? ".
" Sudah mama istirahat dulu ya Nadia antar ke kamar nanti aku cerita ke mama ".
" Oooh ternyata ada yang sedang bersandiwara disini, sepertinya aku juga ingin bergabung kedalam sandiwara ini ".
" Apa yang kamu maksud Adelia, lebih baik kamu pergi dari rumah ini sebelum saya panggilkan satpam ".
" Kau berani mengancamku, jangan karena kamu menjadi istri Angga membuat kamu berkuasa di sini dan untuk wanita gila itu kamu harus tau, Bela istri Angga bukan adiknya Nadia, Nadia itu sudah lama meninggal " jelas Adelia dengan meyakinkan Ratih.
" Tidak apa yang kamu maksud ini putriku Nadia, nad usir wanita itu ".
" Heh wanita gila, yang gila itu kamu sampai kamu tidak bisa melihat dan mengetahui jika perempuan yang sedang kamu peluk itu bukan putri kamu, tapi dia itu menentukan istri dari Angga jadi sadarlah jangan terlalu lama dengan kegilaan itu ".
Bela yang semakin kesal akhirnya menarik Adelia untuk pergi dari rumahnya, dan dibantu oleh satpam.
" Kamu boleh benci dan menyakiti aku Del, tapi jangan bawa-bawa mama dia baru saja keluar dari rumah sakit dan perlu pemulihan yang baik untuk kesehatannya ".
__ADS_1
" Aku tidak akan berhenti sebelum kamu pergi dari hidup Angga ingat itu " gertak Adelia penuh ambisi.
Setelah kepribadian Adelia, membuat Bela semakin merasa ketakutan untuk menghadapi semuanya.
Bela kembali menghampiri sang mama yang masih berada di taman, sang mama masih terlihat syok dengan perkataan Adelia.
Mama mama tidak perlu mendengarkan perkataan wanita tadi ya sudah saya mau istirahat belantar ke kamar
Setelah melihat sang mama tenang akhirnya bela menuju dapur untuk menemui pembantu barunya
" Bi bibi ".
" Iya nyonya ".
" Sekarang bibi sudah taukan kamar bibi, dan tugas bibi ohh iya kita belum sempat berkenalan kenalkan nama saya Bela bi ".
" Iya nyonya, nama bibi bi Atub salam kenal juga nyonya " sahut bibi dengan lembut.
" Yasudah bibi sudah mulai bekerja ya hari ini, kalo ada peralatan atau perlengkapan dapur yang masih kurang bibi ngomong ke saya saja ".
" Baik nyonya ".
...*******************...
Matahari mulai meredup, dan saat ini ada seseorang yang tengah berpikir dibalkon kamarnya menatap langit yang mulai berubah warna menjadi jingga.
Apa yang harus aku lakukan sekarang, ya Allah bantulah hamba dalam menghadapi semua ini ya Allah.
Di Kamar Ratih
Aaaawww......Iiishhhh kenapa kepalaku sangat sakit kenapa dengan kepalaku.
Saat itu kepala Ratih tiba-tiba berdenyut hingga menimbulkan sakit yang luar biasa, bahkan tak dapat ia tahan akibat perih dari denyutannya.
" Ma mama, mama udah selesaikan mandinya " teriak Bela masuk ke kamar.
" Astagfirullah ma mama kenapa, mama tenang ya mama mama dengerin Bela tarik nafas buang pelan-pelan ".
" Kepala mama sakit sayang sakit " ringis Ratih pada Bela.
Obat, ya obat mama.
Bela langsung mengambil obat yang ada di atas nakes sang mama, dan meminumkannya pada Ratih.
Setelah meminum obat itu Ratih mulai tenang dan terlelap.
__ADS_1
Syukurlah mama bisa tenang, kira-kira kenapa mama bisa kesakitan tadi apa mungkin itu karna memikirkan perkataan Adelia tadi.
Tinggggggh tongggg (bunyi bel)
" Tunggu sebentar, tuan selamat sore tuan silahkan masuk " ujar bibi membukakan pintu.
Wajah Angga seakan heran dengan orang yang membukakan pintu untuknya, bibi itu menyadari keheranan tuannya membuat dia menjawab.
" Saya pembantu baru di rumah tuan ini, saya bi Atun tuan ".
" Ohhh, baiklah bi ".
Angga langsung menuju kamarnya, saat itu Angga melihat Bella yang baru keluar dari kamar mamanya, kamar mereka memang berdekatan Angga melihat raut wajah sang istri seperti menyimpan kekhawatiran.
" Sayang, kamu kenapa sayang mama baik-baik ajakan ? ".
" Iya mas, mama baik-baik saja kita bicara di kamar saja ".
" Tapi kenapa sayang, ayo jawab mas jangan bikin mas khawatir ? ".
" Kita bicara di kamar saja mas ".
Bella pun akhirnya menceritakan apa yang telah terjadi tadi siang, sebenarnya Bela merasa sedikit takut untuk memberitahu hal ini pada Angga.
Tapi karena tindakan Adelia sudah diluar batas, dan membuat Bella memberanikan diri untuk menceritakannya pada Angga.
" Wanita itu memang tidak tahu diri ambisinya terlalu besar, itu semua membuat dia menjadi wanita yang jahat, licik dan gila " kesal Angga.
" Itu semua karena Adelia mencintai mas, seharusnya mas tidak menikah denganku mas tapi menikah dengan Adelia " ujar Bela pilu.
" Tidak, jangan bicara seperti itu Bella aku hanya mencintaimu, Adelia itu hanya masa lalu mas jangan pernah berkata seperti itu lagi di depan mas ".
" Bella tahu mas, tapi melihat keadaan seperti sekarang Bella yakin Adelia akan melakukan apapun untuk bisa mendapatkan mas kembali.
Bela juga sangat mencintai mas, tapi kita juga harus memikirkan ibu apa yang kita lakukan juga merupakan kebohongan yang besar mas, apa yang akan kita katakan pada mama jika mama tahu aku ini bukan putrinya tapi tapi istri mas menantunya ".
" Tenanglah itu biarkan mas yang memikirkannya, kamu tidak perlu memikirkan siapapun termasuk Adelia dan ancamannya itu, dan jangan pernah katakan lagi untuk menyerah karena mas hanya mencintai kamu mencintai kamu Bel ".
Anggapan memeluk Bela dengan erat dan penuh kasih sayang.
Di sisi lain seseorang telah terbangun dengan nyaman, pikirannya pun kembali tenang dan mengingat semuanya namun entah kenapa seakan dia tidak mau memberitahu orang-orang di dekatnya.
" Sekarang mas bersih-bersih dulu, Bela mau bantuin bibi nyiapin makanan di bawah ".
" Iya sayang, makasih mas sayang banget sama kamu " ujar Angga mengecup dahi istrinya.
__ADS_1
" Bella juga sayang sama mas ".
Tidak ada satu orangpun yang boleh memiliki Angga, dan aku tidak akan menyerah sampai aku merasa puas untuk kembali mendapatkan Angga.