
Setelah selesai dibersihkan akhirnya sibayi cantik ayang udah bisa tengokin sering-sering, dan semua urusan rumah sakit selesai kami langsung melanjutkan perjalanan kembali menuju rumahnya mas adam.
Tetapi kami harus menginap satu malam,agar kondisi kak putri lebih segar dan bertenaga lagi.saat sore dirumah sakit waktu itu,aku mencoba mencari beberapa makanan dan cemilan dengan berkeliling disekitar rumah sakit.
Saat akan berbelanja di warung dekat rumah sakit aku melihat ada beberapa orang tentara,dari jarak jauh aku tiba-tiba takut dan kawatir jika seandainya dari mereka ada angga.
Karena hal itu aku jadi mengundurkan diri untuk tidak jadi berbelanja disitu,saat aku akan kembali ke ruangan kak putri tiba-tiba hal yang ku kawatirkan tadi malah datang tepat didepan ku.ya aku malah menabrak Angga Karena aku berjalan dengan menunduk,maaf saya tidak sengaja saat mengangkat wajah ternyata angga.
"Bela hai apa kabar" alhamdulilah baik angga "ohh ya kamu disini sedang apa ayah sakit lagi,atau tambah parah sampai harus disini inikan udah hampir ke kota bel".
Gak ayah sehat kok aku disini karena kak putri lahiran,"wahh selamat ya buat kak putri" dan kenapa lahiran disini karena kita mau pergi ke rumahnya mas adam.ohh iya mas adam gak cerita sama angga kalo dia mau ngelamar pacarnya gitu.
"Mas adam ada sih cerita soal itu tapi kalo untuk acaranya belum,tapi kalo gak salah mas adam pernah cerita kalo setelah dia nikah nanti bela juga mau nikah kan".
Aku jadi gugup untuk menjawabnya,ehmmmm insyaallah doain aja angga "aku malah sering doa gitu biar kamu......"maksudnya angga "ohh itu gak gakpapa yaudah tapi kayaknya kamu tadi mau kesana deh warung itu mau beli minuman atau cemilan gitu".
__ADS_1
Gak gak usah bela kedalam lagi aja,tapikan bener mau beli minuman buat bela sama yang lainnya.ya Allah kenapa bela harus ada disituasi ini,"bel ayok bareng aja aku juga mau kesana" iya boleh ayok berjalan menuju warung itu.
Mereka itu teman-teman kamu angga,"bener mereka temanku kami kesini tadi itu ngebesuk rekan sesama tentara juga dirumah sakit ini".ohhh gitu "ohh ya maaf aku gak bisa lihat kak putri dulu soalnya ini masih jam tugas dan cuma izin sebentar,tapi besok aku main kerumah mas adam kamu disitukan".
Gakpapa lagian sekarang kak putri masih lemah kondisinya,bela jelas disitu lah tapi aku ada rencana mau pergi ke.......(batinku) bela kenapa kamu mau ngomong kalo mau pergi liburan segala bela.
"mau pergi kemana bel? "ohh itu gak kemana-mana akhirnya aku dan Angga sampai di depan warung diseberang rumah sakit itu.dan disana juga ada beberapa temannya aku sedikit gugup," hai adam siapa ni disampingnya?" ucap salah seorang temannya.
"Jangan-jangan ini ibu persitnya angga" temannya yang lain juga ikut-ikutan lagi,"doain aja ya teman-teman" aku merasa sangat malu dan hanya bisa tersenyum saja.
"Asik ngobrol aja ni kita belum kenalan"ucap temannya lagi,"ohhh iya ya boleh kan bel kenalan" boleh teman-teman Angga malah sangat antusias berkenalan dengan ku.
"Sudah-sudah bela kesini mau beli minuman kalo kalian terus ngobrol sama dia,nanti dia gak jadi beli minuman".iya deh angga "yaudah silahkan bel" buk saya beli minuman ini 5 ya buk ini uangnya.
"Udah gak usah bel biar aku aja yang bayar"tapi angga aku punya uangnya kok,"udah aku aja yang bayar" terima aja kak ipar,terima aja bel kapan jugakan bisa dibeliin sama angga" ucap temannya.
__ADS_1
Yaudah makasih ya angga,aku balik ke rumah sakit lagi ya "aku gak bisa antar sampai kedalam ya bel kan udah mau tugas lagi".iya gakpapa angga yaudah aku duluan semuanya assalamualaikum "waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatu".
Aku langsung melangkahkan kaki dan pergi menjauh dari mereka, sepertinya saat aku pergi mereka masih tersenyum dan tertawa.tapi aku sedikit janggal dan lain melihat salah seorang temannya,ya Rendra dia sepertinya hanya diam dan sedikit menggodaku berbeda dengan yang lainnya.
Ntah sikapnya seperti itu,atau ada hal yang ia sembunyikan sudahlah yang terpenting aku sudah pergi dari mereka.saat sampai didepan ruangan kak putri aku melihat sosok dokter yang membelakangiku,ayah ibu ini air minumnya "saat dokter itu membalikkan badannya ternyata dia adalah dokter bagas.
dr.bagas apa kabar sudah lama tidak bertemu,pantasan ayah sepertinya sangat senang bisa bertemu dokternya ternyata."kamu bela bukan"benar dok saya ini bela tapi wajar juga sih dokter sedikit lupa karena kan terakhir bela ketemu dokter saat libur semester kuliah bela 2 tahun lalu.
"Wahh dokter gak nyangka kamu secantik ini sekarang bel"makasih dok,"ohh iya masalah udah lama gak ketemu bukannya selama ini udah ada yang gantiin dokter lain,dokter dengar juga bela sama daffa dekat juga".
Aku harus jawab apa ni,iya dok dr.daffa juga baik banget sama kayak ayahnya dr.bagas ohh iya dok dinas disini sekarang bukanya waktu itu dr.daffa bilang kalo dokter dinas di rumah sakit umum kota.
"Benar bel dok disini lagi gantiin teman dokter,karena kita udah sahabatan dari lama masa iya gak dokter bantuin",iya juga sih tapi sekarang ayah bisa periksa sama dokter berarti."bel daffa itu lebih paham bahkan jauh lebih paham dari dokter, seandainya bela tau Daffa itu selalu ngasih tau dan beri informasi sama dokter bagaimana kondisi ayahnya bela".
Ternyata dr.daffa bukan orang yang gegabah dan mengambil keputusan sendiri,ya Allah hamba bersyukur karena engkau memberikan hamba orang baik disekitar hamba.
__ADS_1
"Ohh ya nanti sebelum bela sama yang lainnya ke kota,dokter boleh bicara sebentar ya sama bela berdua aja dokter udah izin sama ayah dan ibu bela".
Aku hanya bisa mengiyakan dan tersenyum,tapi perasaan ku sedikit takut dan kawatir jika dr.bagas akan membahas tentang masalah dr.daffa dan pak Brian yang sama-sama menyukai aku aku takut harus menjawab apa nantinya semoga tidak terjadi masalah lagi nantinya.