
Ayah dan ibu akhirnya sadar dari pingsan,ayah dan ibu juga terkejut saat melihat angga ada disamping mereka.
"Mau apa lagi kau disini kau belum puas menyakiti bela"ucap ayah,ayah tenang lah angga tadi sudah membantu ayah dan ibu saat pingsan tadi.
"Sudahlah bel ayahmu wajar bisa berkata seperti itu,lebih baik aku keluar saja",Angga pun pergi dari kamar ayah dan ibu tenang saja ayah ibu bela yakin sebenarnya angga itu baik.mungkin karena dendam 20 tahun yang lalu itu membuat dia menjadi benci kepada kita,kalo begitu bela ingin bicara dengan angga dulu.
Saat keluar dari kamar aku melihat angga duduk di dekat meja makan,aku sempat takut untuk mengajaknya bicara tapi aku lihat dia sepertinya lapar mungkin saja karena dia duduk dimeja makan.
Angga apakah kau lapar "kenapa kau malah peduli dengan ku",aku hanya bertanya angga jika tidak ya sudah aku ingin ke kamarku dulu.tapi ingat jangan ikuti aku atau mengintip ku,"baiklah pergi sana siapa juga yang ingin mengintipmu".
Andai kau tau aku malah telah puas melihat maksud ku memandangi wajahmu semalaman tadi.dasar gadis polos,tapi tenang aku tak berbuat macam-macam kepadamu.
Aku menuju kamar untuk mengganti mukena ku dan memakai hijab rumahanku,aku harus mengatakan apa kepada angga alias ingin mengusirnya dari sini.
Tapi biarkan saja jika memang dia tak berbuat jahat lagi kepada ayah dan ibu,jika aku mengusirnya pasti dia akan marah dan berbuat jahat lagi.
Akupun keluar dari kamar dan melihat angga sedang,membuka amplop surat lamaran pekerjaan ku yang aku letakkan dimeja makan kemaren."ternyata kau gadis yang pintar bela nilai mu pun nyaris sempurna semuanya",angga sedang apa kau dengan surat-surat ku itu kembalikan surat-surat ku.
"Aku hanya melihat dan membaca-baca saja jangan lah terlalu berlebih-lebihan",baiklah setelah kau selesai melihat dan membacanya rapikan kembali aku ingin melihat kondisi ayah dan ibu dulu.
__ADS_1
Satu lagi aku minta maaf sebelumnya,jika kau merasa tersinggung dengan pertanyaan ku "katakan saja apa yang ingin kau tanyakan padaku".
Sampai kapankah kau akan disini,apa kau tak akan kembali ke kota aku bukan mengusir mu tapi bukankah perjanjian yang kau buat acara pertunangan 2 bulan lagi.kau tak mungkin akan disini selama itu, apakah yang akan tetanggaku katakan nanti.
"Wahhh kau hebat sekali kata-kata ungkapan yang sangat halus sekali bela,tapi aku tak bisa menjawabnya sampai kapan aku disini.tapi tenang lah tetangga mu tidak akan curiga atau marah padamu".
Baiklah terserah kau saja,aku melangkah menuju kamar ayah ibu tapi dia malah menduluiku dan berdiri didepan ku."tunggu dulu bukankah Minggu depan adalah acara pernikahan sahabat mu sindy dikota???".
Kenapa dia tau semua kegiatan yang ada,bahkan apa yang telah aku lakukan kau tau darimana?? "sudahlah kau tak perlu tau tapi kau lupa sepertinya aku seorang abdi negara bahkan bisa menjadi mata-mata mu.
"Datanglah kesana"kenapa kau menyuruhku untuk pergi kesana jika kau punya rencana,jahat lagi sudah lah lebih baik aku disini saja karena ketika kemauan mu terpenuhi kau bisa melakukan apa saja.
"Jangan lah bicara seperti itu kepadaku,kau juga berhak bahagia maksudku bertemu dengan teman-teman mu disana.tenanglah ayah dan ibumu akan baik-baik saja,karena aku akan pergi bersamamu ke acara itu".
Dia memberiku jalan dan aku langsung pergi ke kamar ayah dan ibu, bagaimana keadaan ayah dan ibu sekarang "sedikit membaik bel,bela ayah mohon jangan terima ajakan atau ancaman angga itu"."benar bela ibu tidak ingin kau hidup menderita,ayah dan ibu telah susah payah memberikan kehidupan yang indah dan bahagia untuk mu.
Kenapa sekarang angga itu malah memberikan kehidupan yang suram dan kelam untuk mu sayang".sudahlah Bu ayah bela yakin angga tidak akan menyiksa bela dengan siksaan yang begitu kejam.
"Ayah dan ibu akan selalu berdoa untuk mu, keselamatan, kebahagiaan hidupmu".tapi bela juga memohon kepada ayah dan ibu, jangan marah atau membantah perkataan angga bela takut dia akan menyakiti ayah dan ibu lagi seperti kemarin.
__ADS_1
"Ayah dan ibu berjanji bel" ya sudah sekarang bela ingin pergi berbelanja dan memasak untuk ayah dan ibu hari ini mau bela masakin apa sayur sop,ayam goreng,tumis kangkung atau ya terserah ayah dan ibu saja.
Tapi jika ayah dan ibu ingin bubur maaf bela tidak bisa memasakkan itu,"tenang ibu akan ajarkan nanti sekarang pergilah berbelanja di warung saja tidak perlu kepasar bel".
Kenapa gak boleh ke pasar Bu,lagian bela udah lama banget gak kepasar terakhir waktu acara 7 bulanan kehamilan kak putri.sekarangkan zea udah lahir juga kan udah lama bela gak ke pasar yakan Bu.
"Yasudah tapi ingat hati-hati lah dijalan,bahkan ibu yakin angga masih disini bukan" benar Bu ayah sudahlah angga juga tidak berbuat jahat jika kita diam dan tak membantah nya.
Jika ibu dan ayah sayang kepada bela,bela mohon jangan pancing kemarahan angga demi keselamatan kita semua.
Ya sudah bela berangkat dulu assalamualaikum mencium tangan ayah dan ibu,"mau kemana bel???" aku ingin ke pasar sebentar membeli perlengkapan dapur dan bahan masakan.
"Sepertinya kau butuh teman untuk ke pasar pagi ini baiklah aku akan", sudahlah tak perlu angga aku bisa ke pasar sendiri " sepertinya ada yang membantah lagi padahal aku sudah katakan jangan pernah membantahku dan menolak ajakan ku".
Aku menarik napas dan menghembuskan dengan tenang,karena aku tidak menyangka bisa menjalani hidup seperti ini sekarang.
"Baiklah ayo berangkat sekarang",dia malah menarik tanganku aku melepaskannya dengan sesegera mungkin.angga seperti ingin marah tapi aku mengisyaratkan jika dia memang tak boleh menyentuh ku baiklah dia diam dan kami melanjutkan rencana untuk pergi ke pasar.
Aku harus pergi ke pasar dengan mobilnya, sebenarnya percuma saja jika ke pasar dengan mobil bagus mu angga.aku akan tetap berjalan kaki atau apakah kau mau mobil bagus mu ini ikut berdesakan maksud ku antri dijalan becek dan berdekatan dengan mobil pick up pengangkut sayur,ikan,cabe,bahkan kadang ada mobil sampah juga.
__ADS_1
"Kenapa kau tersenyum bela apa mungkin kau sangat senang jika aku antar ke pasar ya,jujur saja jika itu memang benar".terserah kamu saja dan tunggu lah waktu ketika kita dipasar nanti,kami melanjutkan perjalanan ke pasar.
Saat sampai di pasar aku malah melihat dan bertemu dia,semua sudah terlambat bela sudah terlambat.