
Setelah beberapa menit perjalanan dia berhenti disebuah rumah yang cukup besar dan mewah, "mau turun gak sekalian sholat disini aja kamu sholatkan " ucap angga.
Tapi ini rumah siapa angga, " akukan udah bilang ini rumah temanku tenang dia juga udah punya istri dan anak kamu gak perlu takut udah cepetan turun " angga.
Iya akupun turun dan tiba-tiba hpku berdering ternyata panggilan dari kak putri, "siapa yang menelpon " tanya angga.
Kak putri assalamualaikum kak iya ada apa, " waalaikumussalam bel kamu taulah kenapa kak nelpon biasa ibu sama ayah kawatir sama kamu, walaupun adam udah bilangin kamu gak akan kenapa-kenapa tapi ibu sama ayah gak percayaan tu " putri.
Iya bu ayah bela baik-baik aja nanti siap magrib bela pulang ini lagi sama angga dia ada urusan dulu sebentar ibu sama ayah tenang aja ya bela gakpapa.
" Yaudah jangan terlalu larut malam ya pulangnya bel ingat kamu itu perempuan sayang " ibu.
Iya ibu bela tau yaudah ibu sama ayah jangan kawatir lagi bada maqrib bela langsung pulang yaudah bela tutup dulu assalamualaikum bu ayah semuanya.
" waalaikumussalam hati-hati sayang " ibu.
" Kamu itu udah gede bahkan kamu pergi sama tunangan kamu malah mereka masih takut dan kawatir sama kamu, sesayang itu mereka kekamu dan itulah yang membuatku bertindak seperti ini aku tidak bisa merasakan kasih sayang kedua orang tuaku karena ulah ayahmu itu" ketus angga.
Aku mohon bahkan memohon padamu tolong maafkan ayah dan semua kesalahannya, aku yakin ayah juga tidak bermaksud melakukan itu semua percayalah angga.
" Ahh sudahlah jangan bahas masalah itu disini sekarang cepat jalan ikuti aku masuk kedalam " ucap angga.
__ADS_1
Anggapun memencet bel ting ting sampai beberapa kali akhirnya ada seseorang yang membukakannya seorang laki-laki paruh baya sepertinya orang ini bukan sekedar teman tapi terlihat seperti orang tua angga.
" Assalamualaikum papa mama adakan pa ohh ya kenalin ini bela tunangan tapi minggu besok udah jadi istri sih pa " angga.
Aku hanya tersenyum pada laki-laki paruh baya itu, kenalin om bela " udah panggil papa aja biar samaan kayak angga aja bela ternyata calon mantu papa ini benaran cantik ya angga yaudah silahkan masuk papa panggil mama dulu dikamar ya kalian duduk dulu " ucap laki-laki itu.
" Iya pa makasih " ucap angga. akupun penasaran bukankah papa angga sudah meninggal dan ibunya juga tidak pernah dia beritahu dimana dan sekarang tiba-tiba saja dia punya papa dan mama.
Dan satu lagi jika memang dia keluarga angga kenapa aku tidak pernah melihatnya bahkan mereka juga tidak ada saat acara pertunanganan ku dengan angga batinku.
Angga aku boleh bertanya kenapa kamu memanggilnya papa bahkan ada mama bukankah, papa kamu sudah meninggal seperti waktu itu kamu katakan.
" Mereka memang bukan orang tua kandungku tapi mereka berdua adalah orang tua angkatku, papa yudi dan mama betari sudah sudah puaskan sekarang diam dan bersikap baik " angga.
" Apa kabar my boy sekarang udah tambah ganteng aja ya mama kangen lo sama kamu angga, ohh ya siapa ini sicantik disamping kamu jangan-jangan ini ya mantu mama yang papa bilang tadi beneran cantik lo papa " ucap perempuan itu.
Aku hanya bisa tersenyum mendengar perempuan itu iya tan maksudku mama kenalin namaku bela tunanganya angga. " kan mama betul kamu mantunya mama sama papa ohh ya kalian mau minum atau makan apa biar mama masakin sekalian sayang " ucap mama.
" Gak usah repot-repot ma angga sama bela cuma mampir sebentar kok lagian kami cukup capek hari ini kami selesai mempersiapkan acara dan semua keperluan pernikahan " angga.
Aku hanya kembali tersenyum tanpa banyak bicara, " ohh yaudah kalo gitu gakpapa mama sama papa paham kok maaf ya bela angga mama sama papa gak bisa hadir karena kemaren itu kami ada urusan jadi gak bisa " ucap mama.
__ADS_1
Iya ma pa gakpapa tapi diacara pernikahan besok pasti mama sama papa datangkan, " tentu sayang mama dan papa pasti datang ohh ya ini udah magrib mau sholat dulu gak bela ikut sama mama aja angga sama papa sholat kemushola dekat sini aja yakan papa angga " mama.
"Yaudah angga pamit dulu mama bela aku sama papa ke mushola dulu assalamualaikum " waalaikumussalam jawabku dan mama betari.
Kenapa aku merasa ada sesuatu yang aneh dari mereka sepertinya ada sesuatu dibalik, kedekatan dan sikap mereka bertiga batinku ohh ya ma apa hanya mama dan papa yang tinggal disini berdua.
" Tidak bela kami disini tinggal berempat bersama kedua anak mama yaitu farhan dia seorang dokter sedang ada tugas disingapur mungkin akan kembali kesini sehari sebelum acara kalian" jelas mama
Syukurlah berarti dia bisa menghadiri acara aku dan angga ya mama, " benar sedangkan anak mama satu lagi seorang guru sekarang dia mengajar di sebuah SD perkampungan karena mengambil dan lulus pegawai disitu namanya dzaki " jelas mama lagi.
Guru ma wahh berarti bela satu profesi dengannya, alhamdulillah ya mama anak-anak mama sukses apakah mereka berdua sudah berkeluarga ma.
" Belum satupun farhan seumuran dengan angga, dan dzaki seumuran dengan kamu bela, yasudah ngobrol terus keburu habis waktu maqribnya yaudah bela duluan aja wudhunya mama siapin mukenanya dulu ya" mama.
Iya mah bela duluan, akupun pergi berwudhu dan kembali setelah itu memakai mukena " masyaallah bela kamu benar-benar cantik sayang angga tidak akan salah pilih dengan kamu sayang " mama memuji.
Ya ampun ma gak usah berlebihan mama juga cantik kok, yaudah mama wudhu dulu bela duluan aja. saat sampai dikamar mandi aku sebenarnya kasian sekali dengan kamu bela, kamu gadis yang baik dan cantik tapi sayang kamu seorang anak pembunuh.
Aku tidak tau ketika kakak tau jika kamu adalah anak dari seorang pembunuh yang sadis dan tak punya rasa iba kasihan, setelah menabrak seorang gadis kecil tak bersalah dan berdosa " batin betari.
Singkat cerita setelah selesai sholat akupun dan angga berpamitan, saat sampai dirumah angga juga bertemu dengan ayah, ibu, kak putri, mas adam dan kebetulan sat itu mas bayu suami kak putri juga sudah sampai dari kampung setelah bekerja.
__ADS_1
Serta hadir untuk acara pernikahanku nanti, baiklah setelah mengobrol ringan angga berpamitan pulang dan kami semua tidur.