Ibu Muda Pengganti

Ibu Muda Pengganti
110. Bersabar


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Angga datang aku menunggu dirinya sambil duduk di taman karena hanya taman lah tempat yang paling nyaman dan tenang bagiku.


Taman di belakang rumah sangatlah penting bagiku, "apakah kamu masih sedih sudahlah aku juga tidak akan menyiksamu atau menakutimu hanya saja, jika aku ingin sesuatu darimu itu wajar bukan " ucap angga.


Aku lebih sedih dan takut lagi ketika kamu mengatakan itu, ahh sudah jangan mulai lagi apakah mas mau makan aku belum makan.


" Apakah kau menungguku sampai tak mau makan dulu, baiklah mari makan ( mengulurkan tangan ) " angga.


Dia malah mengulurkan tangan baiklah tak ada salahnya juga sekarang aku harus mencoba menerimanya, walaupun ada sesuatu yang berharga belum sanggup aku berikan padanya.


Akupun menggenggam tangan angga dan menyambutnya dengan baik, " ( mengecup kening bela ) udah jangan nangis lagi kalo nanti emang rindu sama mereka kita kesana.


Tapi jangan sekarang juga kita baru beberapa jam disini, kalo ingin bertemu mereka nanti saja dua hari atau seminggu bisakan " angga.


Aku hanya menconba mengangguk, akhirnya kamipun makan berdua aku masih sedikit canggung dan belum siap namun aku harus membiasakan diri.


Selesai makan aku hanya kembali bersantai, sembari menjelang magrib sholat dan seterusnya sampai malam menjelang.


Malam-malam ku sekarang akan sedikit menjadi ketakutan bagiku, dimana aku harus berusaha untuk menahan diri dan memohon pada angga jika aku belum siap untuk melakukan tugas itu walaupun sudah menjadi kewajibanku.


Sebelum tidur aku sempat bertelponan dengan ayah, ibu dan yang lainya mereka memberikan ucapan selamat malam, semoga bahagia dan pastinya " angga tolong belanya dijaga baik-baik dan jangan buat dia menangis atau menderita ".


Jawaban anggapun hanya anggukan dan beberapa patah kata, tentu ayah,mas, ibu, kakak aku pasti akan menjaga bela baik-baik.


Malampun semakin larut dan akupun memilih tidur dengan tetap menggunakan hijab instan, aku masih belum mau melepaskan hijab di depan angga. semoga saja aku tidak kenapa-kenapa dan angga tidak macam padaku, untung saja dia masih di kamar mandi untuk menggosok gigi dan mencuci mukanya aku lebih baik tidur duluan maafkan aku.


Ceklek ( pintu terbuka )


" Ahhhh kau kembali tidur duluan kapankah kau akan mencintai dan menerimaku bel, aku tau caraku salah namun ini sudah jalan takdir kita baiklah aku hanya bisa bersabar sampai kau benar-benar mau menerima dan mencintaiku " angga mengsedih udah sabar aja kalo sabarkan di sayang Allah dan di sayang bela juga.

__ADS_1


Dirumah Adam


" Bu semoga bela baik-baik saja, ayah berdoa agar bela bisa bahagia dan diterima baik oleh angga ayah tidak akan rela jika bela yang harus menderita karena kesalahan masalalu ayah bu " ayah bela.


" Pak tenang saja ibu yakin bela mampu menjaga dirinya dan ibu juga selalu berdoa untuk kebaikan bela pak " ibu.


" Entahlah buk pak juga tidak tau mengapa takdir bela jadi begini, jauh sebelum angga melakukan caranya yang tidak baik ini bukankah kita telah setuju atau merestui angga jika ingin meminang bela.


Namun karena kesalahannya dan cara yang tidak tapat menjadikan sebuah ketakutan untuk kita, bapak juga berharap dan selalu memohon agar semua kesalahan dan dosa-dosa pak bisa diampuni oleh Allah swt " ayah.


" Aamiin pak ibu akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kita semua, kita hanya perlu berdoa dan terus bersabar sampai kebahagian selalu menghampiri kita semua pak, sekarang lebih baik kita tidur pak ini sudah larut malam " ucap ibu.


Merekapun akhirnya tertidur.


Malampun semakin larut tentu semua orang telah tertidur, namun tiba-tiba saja bela terbangun.


Akupun menuju dapur dan mengambil minum, saat aku sedang minum tiba-tiba lampu padam dan gelas yang ada ditanganku terlepas ke lantai.


Aku berteriak sekuat mungkin, tolonggggg tolongggg angga tolong aku angga.............


Saat mendengar teriakan bela angga langsung terbangun dan melihat keadaan kamar yang gelap, serta mendengar suara teriakan bela jauh diluar kamar.


Anggapun langsung meraba handphone yang ia letakkan di samping nakesnya dan menyalakan senter handphonenya.


" Bel bela kamu dimana bela bela " panik angga.


Angga aku disini di dapur tolong aku hiksss hiksss,


" Bela ( langsung mendekati bela ) " angga.

__ADS_1


Aku sangat takut angga ( memeluk angga ) aku takut akupun terus membenamkan wajahku pada dada angga.


" Kenapa jantungku berdebar secepat ini, aku tau aku telah mencintaimu aku berharap perasaanmu juga sama denganku bel ( membalas pelukan bela ) " angga.


Akhirnya lampu kembali menyala, alhamdulilah astaga aku sampai lupa jika aku masih dipelukan angga tapi aku merasa aman dan nyaman.


" Lampunya udah menyala pelukannya masih erat gini mau sampai kamar gak di peluk ni ? " goda angga.


Ehhh gak ( melepaskan pelukan ) tapi beresin pecahan gelanya dulu ( menjongkok ).


" Udah gak usah biar bibi aja nanti pagi yang beresin, kita kembali ke kamar aja lanjut tidur ( mengulurkan tangan ) " angga.


Aku sempat takut untuk menerima uluran tangan angga jadi aku hanya diam.


" Yaudah kalo gak mau nerima uluran tangannya nanti kalo lampunya mati lagi jangan teriak-teriak ya jangan nangis juga " ucap angga.


Mendengar ucapannya aku langsung menerima uluran tangannya, iya iya ni udahkan tapi ingat jangan macam-macam ya.


" Kalo macam-macampun kan gakpapa juga kan kita udah saha masa ya gakboleh apalagi ngelarang ya, istri itu harus mendengarkan ucapan dan perintah suami serta menjalankan kewajibanya pada suami ( bisik angga ditelinga bela ) " angga.


Saat itu tiba-tiba aku merasa merinding dan takut, dan angga malah terus mendekatkan wajahnya padaku angga kamu mau ngapain angga jangan macam-macam ya aku belum siap angga akupun mendorong dada angga dengan tanganku yang satu lagi.


Tapi apalah dayaku tenagaku tak sekuat dirinya, untung saja dia hanya mencium keningku.


" Sudah ayo ke kamar meskipun aku orang yang telah menjadi korban kejahatan ayahmu, tapi aku tak sejahat ayahmu jadi kita harus sama-sama saling memaafkan dan saling mencoba untuk menerima satu sama lain " angga.


Aku hanya bisa mengangguk dan menuju kamar, terima kasih ya Allah kau masih melindungi hambamu ini. dan hamba juga memohon semoga hamba bisa menghadapi dan menjalani kehidupan hamba ini ya Allah.


Mereka kembali tidur dan masih menjaga jarak, angga juga tak ingin memaksa bela namun harapan angga bela bisa menerimanya dan mereka saling mencintai.

__ADS_1


__ADS_2