Ibu Muda Pengganti

Ibu Muda Pengganti
94. Menjelang Pernikahan


__ADS_3

Saat pagi menjelang aku telah mengerjakan kewajibanku saat pagi itu tiba-tiba ibu datang menemuiku ke kamar.


Ibu tumben ke kamar bela ada apa bu, ibu mendekatiku dan duduk disampingku " bela ibu dan ayah mohon kepedamu coba pikirkan kembali tentang pernikahan ini sayang bela ibu mohon" ucap ibu.


Aku sangat terkejut jika ibu serta ayah belum bisa merelakan dan menerima angga, akupun menggenggam kedua tangan ibu dan berkata ibu bela katakan jika bela ikhlas dan menerimanya dengan hati dan kesadaran bela sendiri.


Ibu dan juga untuk ayah bela mohon percayalah akan ada kebahagian nantinya untuk bela ibu dan ayah harus percaya, bela juga yakin angga tidak akan menyakiti bela bu. ibu bela mohon tolong katakan pada ayah meskipun bela juga telah berulang kali mengatakannya, namun kalian tidak percaya akan itu.


Bela mohon bu percaya kepada bela, ibu hanya diam sambil memelukku dengan sangat erat seperti pelukan yang tidak boleh dilepaskan bahkan berpisah.

__ADS_1


Tiba-tiba saja mas adam datang tanpa mengetok pintu langsung masuk aja, " aduh enaknya jadi anak bungsu perempuan lagi udah mau nikah ibu masih dipeluk gak mau dilepas padahalkan adam juga mau nikah ni setelah bela tapi gak ada yang peluk tu " iri adam.


Mas kan laki-laki harus kuat kan mau jadi suami dan ayah nantinya, " udah sini duduk disamping adik kamu ini kita sama-sama pelukan" ucap ibu.


Sekarang posisiku berada ditengan-tengah orang yang paling aku sayangi yaitu ibu dan mas adam, aku sangat bahagia sekali hari ini semoga aku tetap bisa merasakan kebahagian bersama mereka walaupun nanti aku akan menikah.


Udah mas kalo mas adam bentar aja boleh peluk aku sama ibu, udah bela mau berdua sama ibu aja dahhh dahh. " (mencubit hidung mancung bela) enak aja ibu kamu ya ibu aku jugalah dasar bela bela " adam.


sekarang selesai sarapan mas sama nindi nanti akan ke butik untuk mengambil pakaian kita, karena dekor dan ketring itu urusan anggakan.

__ADS_1


Dan tadi sih katanya mas bayu dan kak putri mau kerumah sakit dulu untuk ngecek keadaan zea dia sedikit demam, ayah ibu dan kamu hari ini dirumah aja siapin dan rapiin rumah sih tapi untuk kamu aja ya yang beresinkan gak mungkin ayah sama ibu juga " ucap adam.


Iya mas adam bela tau udah sekarang kita turun dan sarapan, sama-sama pagi semuanya ayah kak mas bayu, ohh ya zea demam ya kak " iya tu dia lagi dikamar udah jangan diganggu ya dia baru aja bobo bela " ucap kak putri.


Iya gak akan bela gangguin tapi bela mau liat keadaan zea dulu lanjut aja sarapanya bela kekamar dulu ya kak, "bela bela kamu ngeyel ya jangan diganggu zeanya nanti malah rewel lagi" putri.


Gak kak zea gak bakalan bela ganggu palingan cuma dicium mengecilkan suara, aku masuk ke kamar dan mencek dahi zea benar dia demam tapi tidak terlalu panas akupun mencium dahi dan pipi zea.


Ayang harap zea sembuh ya sebelum acara ayang dan zea harus doain ayang juga supaya ayang bisa bahagia, dan sukses dan pastinya bisa bahagiain zea ayah bunda zea, om adam dan kakek nenek ya sayang.

__ADS_1


Setelah itu akupun pergi menuju meja makan untuk sarapan ohh ya aku lupa mengambil hp aku rasa tadi pagi banyak pesan yang masuk, pasti dari sindy dan yang lainya.


" Bel gak sarapan dulu sama kita jangan terlalu sibuk udah sarapan dulu aja, nanti diurus lagi keperluanya " ucap ayah menghentikan langkah kakiku iya ayah bela sarapan dulu.


__ADS_2