
" Maaf sayang mas tidak bisa pergi besok, bagaimana jika kita pergi minggu depan saja karena mas masih ada hal yang harus diselesaikan yang tidak bisa ditunda dan ditinggalkan begitu saja sayang " bujuk Angga pada Bela.
" Tapi mas, Bela pengen ketemu sama ayah ibu Bela rindu sama mereka " mohon Bela.
" Mas tahu sayang, tapi mas rasa kita harus memberikan dan mempersiapkan hadiah yang spesial untuk ayah dan ibu " ucap Angga dengan senyuman.
" Hadiah apa mas ?, bela rasa tidak perlu kedatangan kita saja termasuk mama pasti akan membuat mereka bahagia mas ".
" Sabarlah sayang mas mau memberikan mereka hadiah, ya hadiah yang akan membuat mereka semakin bahagia sayang kamu tidak mengerti dengan perkataan mas " lagi-lagi ucap Angga penuh makna dengan senyumannya.
" Baiklah Bela mengerti, Bela akan bersabar untuk menunggu sampai minggu depan ".
" Kamu memang polos atau pura-pura tidak tahu, dan menghindar dari mas benarkah itu ". ujar Angga dengan senyuman gemasnya.
Angga sudah tidak sabar lagi, melihat ekspresi sang istri yang begitu polos dan menggemaskan hingga dia mendekatkan wajahnya pada Bela.
" Mas mas mau ngapain sih, jangan macam-macam ya mas, mas, mas jangan Bela ga mau ya mas macam-macam sama Bela ".
" Gapapa kan udah sah plus muhrim sayang, kamu sayang ga sama mas, mas itu suami kamu ingat kita belum malam pertama loh sampai sekarang sayang " ujar Angga penuh goda didekat Bela aja.
" Mas mas jangan macam-macam, Bela ga mau Bela belum siap mas ".
" Kalau ga dicoba kapan siapnya sayang, mau ya kamu sayangkan sama mas " ucap Angga dengan suara yang lembut membuat Bela akhirnya luluh.
Tanpa aba-aba Angga mencium dari kedua pipi Bela lalu bibir ranum Bela.
Bela pun terkejut, namun dia juga merasakan bahagia yang tiada duanya, karena akhirnya mereka bisa sama-sama bahagia dan mencintai.
" Katanya tadi ga mau, belum siap sekarang malah senyum-senyum mana pipinya makin merah tuh " goda Angga.
" Mas jangan goda Bela gitu ah, udah-udah Bela mau tidur mas juga tidur ".
" Iya mas juga mau tidur, dan kita tidur berdua sayang " yang mendorong Bela hingga terbaring di kasur, Angga pun tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah lama ia nantikan.
* Dan terjadilah kebahagiaan yang tiada tara dan penuh kenikmatan antara mereka berdua.
Author
Maaf author ga bisa bikin adegan-adegan itunya ya wkwkwkw, readers pikirin sendiri aja ya maklum masih anak sekolahan, tapi bohong author udah dewasa kok udah 21 tahun.
Author itu anak kuliahan tapi buat yang itu reades sendiri aja ya, yang bayangin intinya mereka bener-bener bahagia penuh nikmat deh.
Di pagi hari yang cerah terlihat pemandangan yang sungguh membahagiakan bagi seorang Angga, bagaimana tidak Bela tertidur di atas dada bidang milik Angga sambil memeluknya dengan penuh erat.
Angga pun yang merasa sangat-sangat bahagia, melihat sang istri kembali mencium dahi sang istri penuh dengan kasih sayang dan cinta.
Terima kasih sayang kamu sudah seutuhnya menjadi istri dan milik mas, hal ini sudah lama mas tunggu dan akhirnya kamu mau memberikannya pada masa sekali lagi terima kasih sayang (mengecup dahi Bela).
" Maaf mah Bela bangun kesiangan, tapi mama ga seharusnya masak juga ma biar bibi sendiri aja kalo ga tunggu Bela ma ".
" Sudah tidak apa, mama maklumi karena saat ini bunga memang sedang bermekaran dengan indah, semoga saja akan mendatangkan bunga kecil yang begitu imut dan lucu " ujar Ratih dengan senyuman pada Bela sang menantu.
" Maksud mama ? " heran Bela tak memahami apa yang diucapkan sang mama.
" Sudah lebih baik bantu mama menyiapkan makanannya ".
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Angga pun turun dan sudah rapi dengan setelan rumahan, bukan seragam dinasnya.
" Kamu juga mau libur nak, bangun kesiangan juga kan habis ngapain sih semalam kok pada bangun kesiangan ni mama lihat " Ratih kembali menggoda anak dan menantunya itu.
" Ma, mama ngomong apa sih kita gak ngapa-ngapain cuma tidur ma " sahut Angga dengan senyuman tipisnya.
" Ya sudah lebih baik kita sarapan dulu untuk mengisi energi tenaga ".
" Bela jangan lupa bunga kecil mama yang imut dan lucu ya, inget ya untuk mama ".
" Ma " ujar Bela tersipu malu, setelah tahu apa maksud sang mama.
Mereka pun menikmati sarapan pagi dengan penuh bahagia dan kehangatan, sambil sesekali melirik-lirik kecil antara mata mereka satu sama lain.
Semoga kalian memberikan mama cucu dan kita akan menjadi keluarga yang bahagia (batin Ratih).
Beberapa hari setelah itu, tiba-tiba Bela merasa ada yang aneh di perutnya serta mual-mual yang tidak ada hentinya.
huaekkkk huekkkk........... ma mama Bela kenapa ya huekkkkk huekkkkkkk...........
" Kayaknya bentar lagi mama punya cucu nih " ujar Ratih dengan senyum lebarnya.
" Mama ngomong apa sih ma, mana tau Bela cuma masuk angin biasa aja ".
" Kamu udah dateng bulan ? ".
" Kayaknya bulan ini telat deh ma ".
" Udah sana cek dulu biar pasti, mana tau itu benaran cucu mama udah sana cek dulu cepet " perintah Ratih.
5 menit di kamar mandi
" Bel masih lama ga ni, gimana hasilnya mama penasaran ni benaran ga itu cucu mama "
Ceklek (pintu kamar mandi terbuka)
Bela memperlihatkan wajah murungnya
" Gimana benar ga ?, kalo ga mungkin kamu cuma masuk angin biasa yaudah sabar mungkin belum rejeki kamu sama Angga ".
tapi tiba-tiba Bella merubah wajah burungnya menjadi senyuman penuh bahagia dan memeluk sang
" Bela hamil ma " teriak Bela dipelukan sama mama.
" Bener, mama senang banget akhirnya mama punya cucu makasih sayang ".
Bela mama punya ide buat kasih kejutan ke Angga, kamu jangan kasih tahu dulu ya biar lebih seru.
..........................................
" Asalamualaikum bel, ma Angga pulang ".
" Waalaikumussalam, mas mama mas mama " ucap Bela dengan wajah panik didepan Angga.
" Mama ? mama kenapa sayang, jangan bikin mas kawatir " Angga pun berlari menuju kamar sang mama.
__ADS_1
Saat masuk ke dalam kamar sang mama, Angga melihat mamanya yang tidur diatas kasur.
Angga mendekati mamanya dan mengecek suhu tubuhnya sang mama untuk memastikan keadaan sang mama.
" Tapi badan mama ga panas " ujar Angga sedikit heran.
Tadi sempat panas mas, makanya Bela kawatir sama kondisi mama, ohh iya ama juga belum minum obat mas dia bilang dia mau minum obat kalau mas yang kasih.
" Ya udah sekarang mana obatnya biar mas yang kasih ke mama ".
" Ini mas ".
" Ini obat sayang ? tapi kenapa bentukannya kotak gini mana dikasih pita ini obat apa kado sayang, ma ini ada apa sih ? " Angga semakin heran sembari menatap Bela dan Mamanya.
" Kalo mau tau ya dibuka dulu kotaknya Angga ".
Posisi mereka sekarang yaitu Angga berada di samping kiri dan Bela di samping kanan sang mama.
Saat membuka kontak itu Angga terkejut bukan main di dalamnya ada tespek dengan garis 2 berwarna merah.
" Sayang ini serius kamu hamil ? ".
Bela mengangguk dengan senyuman penuh kebahagiaan sambil menatap sang suami.
" Berarti sekarang aku jadi papa " ujar Angga dengan riang sembari memeluk sang istri sekaligus sang mama, karena posisi mereka tadi.
" Ehhhh belum Angga, baru mau calon papa ".
" Pokoknya Angga jadi papa ma ".
Angga memeluk erat mama dan Bela.
" Makasih sayang ".
" Kalau masih mau mesraan di luar aja, kan ini di kamar mama udah sana Bela, Angga jaga cucu mama baik-baik jangan sampai kenapa-kenapa ".
" Siap Oma " sahut Angga dengan senyuman.
Saat keluar dari kamar sang mama Angga kembali memeluk dan mencium setiap Inci wajah Bela dengan penuh kasih sayang.
" Mas udah aku ga bisa nafas nih, perut aku juga sakit kalau lama-lama dipeluk gini mas ".
" Maaf sayang maaf bumil cantik, jangan marah ya sayang ini papa " ujar Angga sembari mengelus perut Bela yang masil rata.
" Oke besok kita pergi ke rumah opa sama Oma kamu di kampung ya, maukan sayang " ujar Angga.
" Serius kita pergi besok mas, aku senang banget " ujar Bela dan memeluk Angga.
" Jelas dong sayang, kan kita udah punya hadiah buat mereka " ucap Angga dengan senyuman.
" Jadi maksud mas, hadiahnya itu ini " ujar Bela sambil menunjuk perutnya.
" Kamu ada-ada aja sih mas, gimana kalau seandainya aku ga hamil kamu ga mau antar aku ketemu ayah sama ibu gitu ".
" Tetap mau kok sayang, tapi aku pengennya bawa hadiah ini dan akhirnya Alhamdulillah aku dapatkan sayang.
__ADS_1
Udah kita berangkat besok ya kita siap-siap aja dulu, Bel mas makin sayang sama kamu makasih buat semuanya sayang " ujar Angga kembali memeluk Bela dengan penuh cinta dan kasih sayang.