Ibu Muda Pengganti

Ibu Muda Pengganti
108. Ibu temani Bela tidur


__ADS_3

Setelah selesai mengganti baju yang basah karena terjatuh bersama angga tadi, aku pun berdandan sedikit agar lebih cantuk seperti orang yang selesai mandi.


Kemudian turun ke bawah untuk membantu bibi walaupun hanya sedikit membantu, tapi setidaknya aku memasak untuk makan malam nanti aku melihat ayah ibu sudah turun mereka juga sudah bersih begitu juga dengan Kak putri, mas bayu.


" Angga mana bel habis di taman tadi kakak gak liat dia lagi ? " putri.


Mas angga lagi mandi kak, bi bela tinggal dulu ya ( bibi hanya mengangguk dan menjawab iya non silahkan ) kak bela boleh ngomong sebentar gak.


" Boleh lah emangnya mau ngomong apa di ruang tamu aja. " putri


Gak usah kakak di taman aja, ( merekapun menuju taman dan berbicara disana ).


" Mau apa sih bel kayaknya seriur amat, atau jangan-jangan kamu mau ngasih tau kalo zea dapet temannya ya ( senyum menggoda )." putri


Kakak kenapa malah ngomong gitu sih, bela gak lagi hamil kak tapi bela mau ngomong kalo angga ngajak bela tinggal dirumahnya jadi....


" Jadi kamu mau pindahan yaudah silahkan bukanya sekarang angga suami kamu, jadi kamu harus patuh sama dia siap pak gitu ( memberi hormat ) udah gakpapa kamu ngomong gini aja susah banget bel bel.


Ingat sekarang jangan cengeng lagi, nangis bolehkan kita perempuan air mata itu bukan berarti kita lemah tapi air mata menandakan rasa kasih sayang dan cinta kita, pasti belum ngomong sama ayah, ibu dan adamkan ?." ucap putri.


Belum kak, nanti aja bela ngomong sama mereka selesai makan malam.


" Kalo menurut kakak sekarang aja kalo malam otomatis besok kalian pindahan, ntar ayah dan ibu kawatir banget sama kamukan anak bungsu kesayanganya ( mencubit hidung bela ).


Kakak sakit tau, " udah-udah kita masuk lagi aja kakak juga mau lihat zea dulu " putri. yuk kamipun berjalan menuju rumah ohh iya bela juga mau ke kamar dulu kak sekalian liat mas angga udah selesai atau belum mandinya.


Menaiki tangga aku harus ketok pintu dulu jangan sampai aku melihat mas angga bertelanja dada, atau malah bertindak yang aneh-aneh padaku.

__ADS_1


Tok Tok Tok


Mas angga apakah sudah selesai mandinya, bela boleh masuk gak mas mas angga bela boleh masuk ya. akupun membuka pintu kamar dan terlihat dia sedang duduk dipinggir kasur sambil memainkan handphonenya, ternyata udah siap.


" Ehhhmmm ada apa apakah kau sudah rindu denganku dan balik lagi kesini " goda angga.


Ahhh akukan sudah katakan jangan menggodaku, aku datang kesini ingin memberitahu pada mas angga bagaimana jika kita meminta izinnya sekarang saja.


" Izin untuk pindah ke rumahku, dan izin pada keluargamu baiklah ayo kita ke bawah dan aku yang akan mengatakannya ayo." angga.


Merekapun turun ke bawah dan ini menjadi momen yang baik, semua orang sedang bersantai dan bercengkrama di ruang tamu dan adampun sepertinya juga telah kembali karena tadi sempat pergi dengan nindia tunangannya.


" Sore semuanya " ucap angga, baiklah aku duduk disamping ibu saja karena ada zea dan kak putri sedangkan angga didekat ayah, mas adam, dan mas bayu.


" Ayah, Ibu dan semuanya angga izin berbicara atau bisa dikatakan untuk meminta izin pada kalian semua. karena angga dan bela telah resmi menikah, maka angga ingin mengajak bela pindah dan tinggal dirumah angga.


Jadi angga dan bela ingin meminta izin pada ayah, ibu, mas adam, mas bayu, dan kak putri. " angga


" Saya sebenarnya masih ragu bahkan belum bisa ikhlas jika bela harus menjadi istri angga, namun saya berharap angga benar-benar mencintai bela dan mau bertanggung jawab atas bela batinku ( ayah bela ).


Baiklah jika itu keputusan kalian ayah hanya bisa mengizinkan kalian pindah, tapi satu pesan ayah pada angga tolong jaga bela baik-baik jika nantinya ada masalah dan sekiranya angga tidak menginginkan bela lagi maka ayah mohon antarkan saja bela pada ayah dan kami semua." Ayah


" Itu benar angga mas sebagai mas kandungnya bela sangat menyayangi bela, dan mas juga minta pada angga agar bisa menjaga dan bertanggung jawab atas bela itu saja " adam.


" Bayu juga tidak bisa menolak atau tidak mengizinkan bela tentunya untuk tinggal bersama angga suaminya, pesan mas dan juga putri tentunya sama dengan apa yang telah ayah dan adam katakan tadi jaga bela baik-baik dan bertanggungjawab atas dirinya " bayu.


" Sepertinya ibu belum memberikan izin bagaimana ibu " ucap angga.

__ADS_1


Ibu hanya memelukku tanpa menjawab akupun membalas pelukan ibu, aku tau pasti ibu tidak ingin berpisah denganku akupun sebaliknya.


" Bela seandainya bela tau nak tujuan ibu ingin menjodohkanmu dengan zidan agar kamu tidak jauh dan berpisah dengan ibu. tapi takdir berkata lain kalian tidak berjodoh, namun ibu harap angga benar-benar menjaga dan bertanggung jawab atasmu dan yang terpenting dia tidak menyakitimu bela ( batin ibu )."


Ibu jawablah bagaimana apakah ibu mengizinkan bela ikut pindah bersama angga.


" Ibu mengizinkan bela pindah bersama angga karena sekarang yang bertanggungjawab atas bela adalah angga " ibu.


Aku kembali memeluk ibu bahkan kami berdua sempat akan menangis, untuk saja air mata ini tak sempat mentes deras.


" Angga kamu lihatkan bertapa sayangnya ibu pada bela, maka dari itu kau harus menjaga bela baik-baik. karena bela adalah anak kesayangan ayah dan ibu, sedangkan aku dan adam hanya anak ahh apalah tidak pernah dikawatirkan bahkan tidak pernah dipeluk." ketus putri


Kakak ini bicara apa ayah dan ibu juga menyayangi kakak dan mas adam, akupun memeluk kak putri dia hanya tersenyum dan membalas pelukanku.


Tak terasa suasana bahagia menyelimuti ruang tamu ini, senja telah berganti menjadi malam jadi kami semua makan malam bersama mungkin ini makan malam terakhir tetapi besok masih ada sarapan bersama dan setelah itu aku dan angga baru akan pindah ke rumah angga.


Selesai makan kamipun sejenak bersantai, lelah rasanya dan mata mulai mengantuk aku, dan ibu menuju kamar begitu juga kak putri dan zea.


sedangkan yang laki-laki masih asik menonton tv dan diselingi obrolan mereka.


Ibu malam ini ibu boleh tidak menemani bela tidur di kamar bela, sampai bela tertidur saja boleh ya.


" Baiklah sayang ibu, tapi hanya sampai tidur jika tidur sampai pagi tidak mungkin karena kamu sudah punya teman tidur ibu mau tidur dengan bela karena besok bela akan pindah bukan " jelas ibu.


Iya bu bela tau sekarang kita tidur, akupun tidur ditemani ibu tak lupa aku memeluk ibu yang duduk di kasurku. karena ibu bilang tidak boleh tidur disini lagi jika aku sudah menikah.


Akhirnya akupun tertidur, " Hemm sudah tidur rupanya baiklah ibu kembali ke kamar dulu sayang, ibu akan selalu berdoa yang terbaik untukmu ( menyelimuti tubuh bela ).

__ADS_1


Ibupun keluar dari kamar bela dan berjalan menuju kamarnya, saat itu angga melihat ibu yang keluar dari kamar bela.


" Pasti kau meminta ibumu menemanimu tidur, bela-bela kau lupa akukan ada kenapa harus ibumu lihat saja aku akan berusaha mendapatkan dirimu " batin angga.


__ADS_2