
" Bela aku masih belum bisa melupakanmu sampai sekarang (sambil memegang foto berdua dengan bela saat acara wisuda dulu),namun sulit juga jika harus menanti sesuatu yang tidak pasti hatiku kembali sedih ketika melihatmu dengan angga serta mendengar perkataan angga jika kau denganya akan bertunangan.
Aku harus bisa mengikhlaskanmu walaupun itu sulit untuk aku lakukan" mangsedih Zidan.
"Bela kapan kita bisa bertemu lagi aku dengar kau juga telah pergi dari kampung ini,asal kau tau bel aku memilih bekerja kekampung ini karena dirimu tapi kau malah pergi meninggalkanku.
Aku rela jika kau tak mau menerima cintaku apalagi menjadi istriku,tapi setidaknya kau selalu ada disampingku itu sudah membuat aku sangat bahagia.jika begini lebih baik aku kembali kekota saja walaupun aku tidak tau kau sekarang dimana,tapi aku harap kita bisa bertemu lagi dan bermain bersama maksudku kita pergi jalan-jalan, liburan,membeli makanan,dan selalu bertemu" Mangsedih Raka.
"Bela aku tau sekarang kau telah menjatuhkan pilihan pada angga,bahkan aku telah mendengar kabar pertunangan kalian berdua dari kakakmu Adam.sejujurnya aku sangat sedih karena tak bisa memilikimu bahkan kita tidak pernah bertemu lagi,aku bisa saja dengan mudah melupakanmu namun dengan pesona dirimu bukan hanya membuat diriku saja yang mencintai.
__ADS_1
Bahkan adikku daffa juga jatuh cinta padamu dirimu begitu berbeda dengan perempuan lainnya,namun sekarang aku harus melupakannu karena sebentar lagi akan ada yang menjaga dan melindungi mu aku harap kau bahagia.
Maafkan aku juga belum bisa dengan waktu yang singkat untuk melupakan dirimu,apalagi kejadian pertama kita bertemu Sangat melekat dipikiranku begitu juga senyuman dan semangat yang kau berikan saat menemaniku penyuluhan dikampungmu waktu itu"pak brian Mangsedih.
"Terkadang jika aku berada dirumah sakit, rasanya sangat menyenangkan ketika waktu itu bisa kembali bertemu denganmu teman kecilku.maafkan aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya padamu,aku ingin mengatakannya namun kau sepertinya juga telah lupa bahkan alasan terbesarku menjadi seorang dokter bukan karena papaku juga seorang dokter.
Tapi alasan terbesarku adalah dirimu bela,dimana ketika kecil dulu kita bertemu disekolahan tempatnya dibangku SD dikelas 1 mungkin kau lupa karena setelah itu aku pindah menuju kota.
Namun suatu hari kau terjatuh karena aku tak sengaja berlari dan menabrakmu,hingga kau terjatuh dengan keras yang membuat telapak tanganmu yang lembut tergores bebatuan dan krikil tajam.
__ADS_1
Aku malah tidak bisa menolongmu karena saat itu aku tidak tau bagaimana mengobati tanganmu,karena saat aku pegang saja kau menjerit kesakitan dan malah memelukku.
Tapi aku sedikit bahagia karena kesalahanku telah sedikit terbayarkan,aku menjadi dokter yang mengobati dan menangani ayahmu.
Kesalahanku saat tak mampu mengobati luka tanganmu,telah terbayarkan juga ketika kau pergi ke acara temanmu waktu itu dimana kau diantar oleh mas adam,mas brian dan juga aku.
Aku juga sangat ingat ekspresi wajah kesakitanmu pun masih sama seperti kau kecil,dan kau juga memelukku aku sangat senang sekali saat itu.
Bahkan rasa cintaku untukmu selalu inginku sampaikan padamu,namun kau belum bisa menjawabnya dan pada akhirnya aku tidak berjodoh denganmu sakit rasanya tapi aku harus bisa mengikhlaskanmu.
__ADS_1
Meski kau tidak bisa ku miliki aku tetap ingin berteman denganmu,dan selalu ada disampingmu aku juga tau kau menjatuhkan pilihan pada angga ya sepertinya kau cocok dengannya walaupun lebih cocok denganku ahh sudahlah daffa terima saja kenyataan ini" daffa Mangsedih.