Ibu Muda Pengganti

Ibu Muda Pengganti
88. Tatapan Melepaskan


__ADS_3

"Bela ibu masih belum bisa dan rela melepaskan bela menikah dengan Angga, ini masih belum terlambat nak lebih baik kamu pergi saja dari kota ini bahkan dari negara ini.


Jujur sejujurnya ibu dan ayah tak ingin melihat putri kesayangannya kami disiksa, dan menikah dengan orang yang tidak kamu cintai biarlah ibu dan ayah yang menanggungnya"lirih ibu.


Aku kembali berusaha meyakinkan ibu sambil menggenggam tangan ibu, dan menciumnya ibu tatap mata bela sekali lagi bahkan akan sering bela katakan.


Ibu bela rela dan ikhlas dengan semua ini dan seperti yang bela katakan, bela yakin angga akan mencintai dan menyayangi bela Bu.


Dan bela yakin saat itu akan datang bukankah bela juga telah katakan, Angga seorang yang bertanggung jawab pada negara ini mana mungkin dia akan menyiksa dan membunuh bela itu tidak mungkin Bu.


Yang terpenting sekarang ibu selalu doain bela dan ikhlaskan semuanya, bela yakin akan ada kebahagiaan yang akan tuhan berikan untuk kita..


Ibu hanya terdiam sambil memeluk ku, " ibu selalu mendoakan kamu nak putri yang sangat ibu sayangi" ucap ibu.


Setelah itu pun kami pergi menuju pantai namun Ibu kembali ke tempat untuk bersantai bersama Kak Putri dan zea.


Aku mengantarkan ibu dan tidak lupa untuk mencium zea kemudian aku pergi berjalan sendiri menyusuri pantai sambil terus mengambil gambar memotret.

__ADS_1


Entah kenapa tiba-tiba aku merasakan ada yang memperhatikanku, tapi mungkin itu hal uang wajar benar juga kan ini di pantai dimana hari mulai sore para pengunjung sangatlah banyak berdatangan.


" Mungkin hanya melihat atau memandangmu ya itu hal biasa Aku lakukan, aku tidak menyangka jika kita akan bertemu di sini Lea aku sudah lama sekali tidak bertemu denganmu.


Apakah aku harus menemuimu kau sahabatku sekaligus menjadi cinta di dalam hatiku, Aku tidak tahu kenapa dekat denganmu mendapatkan perhatian kecilmu begitu berarti untukku sekarang kita terpisah jauh apakah mungkin kita akan bisa bertemu dan bersama.


Karena sekarang kau telah memilih pasangan dan calon imammu Aku pun tidak bisa merebutmu karena itu hal yang tidak baik, Aku harap aku hanya ingin kita terus bisa bersama bersahabat baik " Raka.


Disisi lain juga ada seseorang laki-laki yang memandangi Bella secara diam-diam.


Ya dokter Dafa saat itu juga berada di pantai entah karena kebetulan atau karena ingin dekat dengan Bella, " Sebenarnya aku tadi melihatmu di rumah sakit itu Bella tapi entah kenapa aku tidak sanggup bertemu denganmu.


Apakah aku harus menemuimu saat ini tapi entahlah merelakanmu begitu sulit rasanya, kita sudah lama terpisah Sudah lama tidak bertemu namun disaat pertemuan kita.


Aku mempunyai harapan padamu namun harapanku tidak bisa terpenuhi karena pilihanmu bukanlah aku, dan aku juga tidak tahu apakah yang akan terjadi dalam hidupku selanjutnya.


Aku mengatakan bukan berarti aku tidak dicintai oleh perempuan lain, ataupun Aku mencintai perempuan lain namun jika aku berharap aku ingin denganmu.

__ADS_1


Kamu menjadi pasanganku namun takdir berkata lain kita tidak dijodohkan " dr.daffa.


Kedua laki-laki ini ya Raka dan dokter Dafa ternyata juga ada di pantai saat itu mereka memperhatikan Bella yang sedang berada di pantai sambil memotret, saat akan melangkah mendekati Bella ternyata dua pasang mata itu bertemu Daffa dan Raka mereka berdua berdiri mematung.


Karena tujuan yang akan mereka temui adalah Bela apakah mereka akan tetap menyapa dan bertemu dengan Bella, tidak menyadari kedatangan mereka bela terus memotret dan ternyata mereka berdua mundur melangkah kearah lain.


Entah kenapa mereka berdua tidak jadi ingin bertemu dengan Bella di samping itu sebuah handphone berbunyi, Ting Ting beberapa chat pesan masuk di handphone bela ternyata itu adalah pesan dari Angga.


" Bagaimana hari ini apakah menyenangkan untukmu " pesan yang ada di handphonenya bela tidak memperhatikannya dia lebih fokus memotret foto pemandangan dan kegiatan yang dilakukan para pengunjung di pantai.


Sampai pada akhirnya Bella lelah dan duduk di tepi pantai saat itu Mas Adam juga memanggil dan datang menemui Bella tadi duduk di tepi pantai.


" Bel gak balik ketempat kita aja ini udah mau magrib Lo, tunggu disitu aja ngapain juga disini kamu itu udah dari tadi Lo disini bel " ucap adam.


Nanti aja bela masih mau foto-foto menggerakkan kamera. " yaudah nanti kembali lagi ke tempat kita nggak usah ngomong kamu memang udah besar tapi sikap kamu itu masih kayak anak-anak. jadi harus sering diingetin Mas duluan kamu juga buruan nanti ditinggal baru tau rasa.


karena sebentar lagi kita akan pulang dan untuk hari-hari selanjutnya kita akan disibukkan dengan mengurus persiapan pernikahan kamu dan kamu juga harus jaga kesehatan mental fisik ya udah Mas pergi dulu " adam.

__ADS_1


Iya Mas kok kembali mengingat perkataan Mas Adam mengurus pernikahan kamu, aku masih tidak percaya apa yang akan terjadi dengan takdir pernikahanku.


__ADS_2