
Aku langsung memeluk ayah dan ibu,ayah dan ibu tidak apa-apa kan apakah kalian terluka atau disakiti oleh angga.
"Tidak ayah dan ibu baik-baik saja",aku melihat ayah dan ibu terikat tali tapi sepertinya ayah dan ibu memang tidak dilukai olehnya.mungkin itu hanya ancaman dia saja,angga aku mohon jangan perlakukan ayah dan ibu seperti ini.
Cukup aku saja yang kamu sakiti aku mohon jangan sakiti ayah dan ibu,kak putri apalagi zea."Aku tidak akan melakukan kejahatan ini jika ayah mu tak membuat kesalahan 20 tahun lalu".
"Maksud kamu apa angga kejahatan apa yang kamu maksud yang telah aku lakukan","Bapak zidni armadja sudah lupa kah kau saat 20 tahun lalu menabrak seorang gadis kecil yang mungkin akan tumbuh sebesar putri mu ini".
Angga menunjuk ku,"ingat sudahkah bapak ingat hal itu ohh ya mungkin gelang ini akan menjelaskan atau menjadi bukti kejahatan mu".gelang ku kenapa bisa ditanganmu angga berarti kau telah masuk kedalam kamarku.
"Tenanglah bela nantinya kamarmu juga akan menjadi kamarku juga" maksudmu "jangan lah pura-pura lupa seperti ayahmu bela,ohh iya apakah bapak sudah ingat masalah 20 tahun yang lalu itu".
"Saya ingat apakah kau saudaranya dan darimana kau tau jika aku yang menabrak gadis kecil itu".ayah apakah yang sebenarnya terjadi 20 tahun itu,"baiklah akan aku ceritakan untuk mu bela karena hanya dirimu yang belum tau sedangkan mereka telah mengetahuinya.
20 Tahun lalu seorang gadis kecil bernama nadia amira,sedang bermain bersama kakaknya angga disebuah taman.saat kami sedang asik bermain aku mencoba mengambil makanan dari mobil orang tua kami.
Sedangkan Nadia pergi mengejar balonnya yang terbang,dan tak sengaja tertabrak oleh mobil yang melaju disekitar taman itu dan yang tak lain mobil itu adalah mobil ayah mu.
Aku tak sempat bahkan takut berteriak memanggil papa dan mama,aku bersembunyi dibalik pepohonan tak jauh dari kecelakaan itu.ayahmu sempat turun dan melihat kondisi adikku,saat dia merunduk tak sengaja sebuah gelang terjatuh tanpa dia sadari.
Kemudian ayah mu pergi dan meninggalkan adikku yang masih terkapar mungkin,saat itu ia masih bernapas dan ayahmu tidak membawanya kerumah sakit atau dikatakan dia bukan manusia karena tak memiliki hati nurani.
__ADS_1
Hal yang paling menyakitkan lagi,saat ayahmu pergi aku langsung mengejar nadia dan melihat dia sudah menghembuskan nafas terakhirnya.aku melihat sebuah gelang jatuh kesamping kanan nadia gelang ini lah gelang yang berukirkan nama Bella,bisa ditebak ini adalah gelang yang akan diberikan ayah mu kepada dirimu bela.
Saat ayahmu kembali dan ingin mengambil gelang ini aku meletakkan gelang ini kembali,dan ayah mu mengambilnya tanpa menghiraukan Nadia adikku yang paling aku sayangi.
Angga mendekati ku dan menarikku untuk berdiri, sekarang siapakah yang kejam dan bersikap seperti setan aku tanya padamu".
Air mataku terus berjatuhan,"lepaskan anak kami angga bela tak bersalah salahkan aku penjarakan atau apakah kau ingin membunuhku bunuh saja aku.tapi jangan sakiti putri ku bela".
"Sekarang bapak tau bukan rasanya putri mu ini disakiti apalagi,jika dia meninggalkan selamanya atau mengalami nasib seperti adikku Nadia".
Sudahlah ayah bela rela jika bela yang harus menebus semua kesalahan ayah,bela juga yakin angga adalah orang baik namun sekarang hatinya masih diselimuti benci dan dendam.
"Baiklah tapi tunggu dulu,kau ini seorang perempuan yang pintar aku takut kau akan kabur lagi.tapi itu tidak mungkin karena jika kau melakukan itu lagi,maka darah tadi akan nyata dan benar-benar darah ayah dan ibumu".
Sebenarnya aku juga heran dengan mu,kau seorang abdi negara tugas mu menjaga negara ini sekaligus isinya termasuk warga negara nya.tapi kenapa kau bisa melakukan kejahatan ini,"sudahlah kau tak perlu mengajariku tentang hal itu pertunangan akan dilaksanakan setelah mas adammu selesai melangsungkan pernikahannya.
Jadi masih ada waktu sekitar 2 bulan lagi untuk kau mempersiapkan semuanya,terutama fisik dan mental mu tapi kau tak perlu kawatir begitu juga untuk ayah dan ibu aku akan menjaga putri kalian dengan baik".
"Kau tak akan bisa kami percaya, sebenarnya sebelum kau melakukan tindakan ini kami semua sangat setuju dan memilihmu yang menjadi calon suami bela.tapi melihat mu seperti ini membuat ku tak menyukai dan bahkan tak akan memberikan restu padamu".
Aku yang terus memeluk ibu,sambil ketakutan hanya bisa terdiam "berani sekali bapak berkata seperti itu tapi inilah yang aku inginkan jika aku melakukan hal ini dengan baik.
__ADS_1
Atau hanya menyiksa bela saja,kau tak akan tau dan merasakan penderitaan anak mu ini.jika aku mengatakanya sekarang itu akan membuat mu merasa kasian dan selalu teringat akan putri mu ini sampai kau pergi dari dunia ini selamanya".
Aku berdiri dan berkata padanya,angga aku katakan padamu jangan pernah mengatakan hal itu lagi atau aku akan. "akan apa kau tak bisa berbuat apa-apa lagi jika kau melakukan selangkah tindakan maka ayah dan ibumu akan pergi".
Sudahlah terserah dirimu sekarang lebih baik kau pergi dan tinggalkan rumah ini,aku langsung berbalik dan membuka ikatan ayah dan ibu.angga menarik tanganku kau tidak bisa selancang itu,diamlah disini biar aku yang membukakan ikatan ayah dan ibuku".
Saat angga membukakan ikatan ayah dan ibu,ayah sempat menyuruh ku memukulnya dengan balok kayu tapi aku takut jika dia akan berani berbuat lebih kasar dan kejam kepada ayah dan ibu.
"Sekarang tunggu lah waktu yang sangat membahagiakan untuk kita berdua bela",angga mencoba menyentuh pipiku aku langsung menepis tangannya. kau tidak boleh menyentuh ku pergilah sekarang, tunggu saja hari yang paling bahagia menurut mu itu.
"Baiklah tapi ingat kau harus menghubungi ku setiap hari tanpa terkecuali,jika kau tak melakukannya maka akan ada lagi hadia maksud ku kejutan untuk mu".
Baiklah atur semua keinginan mu,tapi untuk sekarang pergilah biarkan ayah,ibu dan aku berisitirahat dulu aku mohon pergilah angga.
Tak lama kemudian angga pergi dari rumah ini aku kembali memeluk ayah dan ibu,"maafkan kesalahan ayah dimasa lalu bela ayah tak pernah membayangkan jika masalah ini akan berdampak pada hari ini apalagi pada dirimu"
"Bela ibu rasanya tak rela jika aku menerima lamaran angga,biarlah kami saja yang menjadi korbannya dan pergi dari dunia ini daripada kau harus hidup menderita sayang ibu tak sanggup bela".
Tidak ibu ayah bela lebih rela dan ikhlas jika bela yang harus pergi terlebih dahulu,ayah dan ibu harus tetap disamping bela.ingat biarkan bela saja yang menjalaninya,bela ikhlas akan semua ini lebih baik sekarang ayah dan ibu istirahat dikamar biar bela antar.
Selesai mengantar ayah dan ibu ke kamar dan kembali memperingati mereka,jika biarlah aku yang bertanggung jawab atas semua ini.sebelum aku ke kamar aku membersihkan bercak darah palsu dilantai rumah,dan membersihkan diri dan langsung berbaring di kamarku.
__ADS_1