
" Sekarang kita sudah sampai ingat perkataan ku tadi, jagalah sikapmu kepada temanmu apalagi laki-laki yang aku sebutkan tadi namanya.
Aku tahu mereka sampai sekarang masih memiliki perasaan kepadamu, jangan sampai kamu ataupun mereka sampai melakukan kesalahan kalo begitu aku langsung balik pulang dulu Assalamualaikum" ucap angga.
waalaikumsalam dibalik sikapmu yang terkadang angkuh, sombong, suka marah-marah tapi aku merasakan ketenangan dan ketulusan di dalam hatimu.
Semoga dendam ini tidak berlarut-larut di dalam hatimu sehingga merusak kebahagiaan pernikahan yang akan kita jalani nantinya. setelah itu kami pun mulai melakukan persiapan menjelang pernikahan karena hanya berjarak sekitar 1 bulanan lagi pernikahan akan dilangsungkan.
Beberapa hari setelah itu kami pun melakukan beberapa kegiatan di kodim atau tempat pengurusan pernikahan para perwira tentara, kegiatan hari ini maksudnya untuk minggu depan adalah penandatanganan berkas-berkas pengecekan kesehatan dan berfoto bersama para perwira yang akan melangsungkan pernikahan juga ada beberapa perwira termasuk Angga dan aku.
Hari ini aku bersiap-siap seperti biasa Angga telah mengirim pakaian yang mereka sebut pakaian atau baju Persit, persatuan istri tentara itulah yang aku dengar makanya ayah, ibu Kak Putri dan Mas Bayu yang telah pulang dari kampung kembali ke kota.
Mereka kagum melihat penampilanku yang sangat cantik setelah memakai pakaian itu namun, aku masih melihat raut wajah sedih dan tidak ingin melepas diriku kepada Angga yaitu ayah dan ibu.
Aku harus kembali yakini mereka jika Angga akan bertanggung jawab menjaga diriku dengan baik, setelah selesai sarapan beberapa menit kemudian anggapun datang dan masuk ke dalam rumah meminta izin kepada ayah ibu serta yang lainnya.
Sedangkan Kak Adam telah pergi pagi sekali untuk mengurus keperluan dan persyaratan pernikahannya juga, karena pernikahan mas Adam dan Kak Nindy akan dilakukan seminggu setelah pernikahan kami.
Dan untuk bulan depannya pernikahan zidan Aku tidak yakin bisa pergi menghadiri pernikahan Zidan, yang berada di kampung aku juga tidak tahu apakah nantinya Angga akan mau berkunjung atau memenuhi undangan itu.
Selah berpamitan kepada ayah ibu serta yang lainnya aku dan Angga langsung menuju mobil,
__ADS_1
Akupun berangkat bersama Angga menuju kodim atau tempat pengurusan pernikahan.
Setelah selesai semua urusan tanda tangan dan persyaratan lainnya serta cek kesehatan, pakaian dan dilakukan sesi foto untuk para perwira tentara yang akan menikah dengan pasangannya termasuk diriku dan Angga.
Sedikit banyak berkenalan dengan pasangannya lainnya, dan bercerita bagaimana kehidupan tantangan kesulitan menjadi istri seorang perwira tentara. juga tak lupa membahas tentang profesi para istri tentara tentu bukan sembarangan perempuan bukan yang bisa menjadi isteri seorang perwira tentara.
Setelah selesai dari acara itu sekitar menjelang sore aku bertemu dengan bi asih, aku bersalaman dan memeluknya sepertinya dia juga sangat bahagia atas kabar pernikahan kami.
" Selamat untuk anak Angga dan bela semoga menjadi keluarga sakinah mawadah dan warohmah dan semoga juga bisa menjadi teman bibi di sini. pastinya juga segera mendapatkan seorang putra atau putri yang sangat cantik dan tampan seperti papa mamanya kelak" ucap bi asih.
Aamiin terima kasih atas doanya tapi Bella sama Angga enggak bisa lama-lama di sini bi, kalo gitu bela sama Angga pamit dulu ya bi Assalamualaikum.
" Waalaikumsalam hati-hati dijalan nak bela angga " ucap bibi, sebelum menuju pulang Angga mengajakku untuk makan di sebuah restoran yang memiliki pemandangan yang sangat indah.
"Sepertinya kau sedang memikirkan sesuatu Apa yang kau pikirkan keluarkan dan katakan saja kepadaku jika kau memang ingin mengatakan nya" ucap angga.
Begini Angga aku tahu Mas maksudku aku belum tahu apakah kau memang mencintaiku, dan mau menikahiku aku juga tidak tahu apakah kau hanya menikahiku karena dendam masa lalu.
Akupun juga tidak tahu kenapa kau memilihku menjadi pasanganmu, Aku hanya ingin mengatakan apakah kamu menerima aku dengan tulus dan ikhlas.
Jika memang tidak dan kalau ingin memberikan aku hukuman atau penderitaan sebagai tebusan balasan dari kesalahan ayah, aku rela namun aku pun merasakan jika kau sebenarnya orang yang baik pribadi yang baik ramah dan lembut.
__ADS_1
Aku hanya ingin mengatakan apakah kau menerima kekurangan dan kelebihanku, aku hanyalah seorang guru honorer di sebuah sekolah dasar bahkann sekarang aku tidak mengajar lagi bisa dikatakan pengangguran.
Apakah kau siap menerima kekuranganku ini yang hanya sebagai seorang guru honorer, sedangkan saat berkenalan dengan beberapa perwira lain maksudku pasangan mereka.
Ada yang sebagai dokter, bidan, perawat, pramugari, model, desainer dan bahkan juga seseorang tentara wanita serta juga ada polwan.
Bahkanhkan jauh dari diriku apakah kau siap menerima kekuranganku ini,
" Sudahlah tak usah memikirkan tentang gelar pendidikan dan masalah gaji ataupun uang nantinya aku menikah dengan tulus dan ikhlas, namun aku mengatakan jika kau harus bertanggung jawab terhadap kesalahan ayahmu.
Dalam keyakinan itu pun aku tidak akan menyakitimu selagi kau tetap mau menerima dan mendengarkan perintahku, aku berjanji tidak akan menyakitimu bahkan sejak kapan aku menyakitimu dan kapan aku pernah menyakitimu tidak pernah bukan " ucap angga.
(Batinku ini bisa berkata) kau menyakitiku saat kau pertama kali melakukan kesalahan yang membuat aku membenci dirimu, ibu dan ayah kamu memang tak menyakiti fisik tapi kan menyakitkan hatiku. kau menghancurkan kepercayaanku dan rasa terima kasih kepada dirimu Angga.
Tak perlu melamun dan memikirkan hal ini makanlah makanan telah datang apakah aku hanya ingin melihatnya.
Ya Tuhan semoga saja apa yang engkau katakan benar dan aku berharap agar selalu menjadi laki-laki terbaik menjadi pilihan sebagai imammu.
Dan dia bisa menuntun kau menuju surga bersama denganku, kalau aku belum mencintainya tapi setidaknya aku telah mengenalnya telah dekat dengannya.
Namun ketika aku ingin mencintai ataupun menyukai dirinya dia malah melakukan kesalahan, yang malahan membuat aku membenci dirinya semoga saja kau hadirkan kebahagiaan untuk kami berdua.
__ADS_1
Dan kehidupan yang lainnya, kami pun menyantap hidangan makanan di restoran dan setelah selesai langsung pulang tak lupa hanya ada perpisahan salam biasa tidak ada kata-kata romantis ataupun hal lainnya sebenarnya aku juga melarangnya untuk menyentuh ku lagi memerlukan aku rasa itu belum pantas dilakukan kami masih bertentangan dan belum sah aku juga tidak ingin disentuh-sentuh sembarangan oleh laki-laki bukan mahram ku