Ibu Muda Pengganti

Ibu Muda Pengganti
45.Menemui Zidan


__ADS_3

"Bel gimana kita ketemu langsung sama Zidan aja ya,lohh kok daffa ada disini lagi bukanya tadi udah pergi kok balik lagi?".


"Ini kak tas bela ketinggalan dimobil,jadi saya antarin lagi pasti inikan semua yang ada ditas ini penting buat bela".


"Maklumin aja ya daff biasa bela emang suka lupaan orangnya,yaudah sekalian aja kita beri selamat ke Zidan trus balik ke Puskesmas lagi buat jaga ayah".


Iya kak yaudah kita kesana,"yaudah ayok kan acara pertukaran cincin udah selesai" ayo dokter ikut aja sekalian ngasih selamat buat zidan".


Kamipun menuju zidan dan Zaskia,tapi hatiku kembali terasa lemah bahkan tak berdaya melihat zidan.tapi ini sudah takdir yang terbaik untuk masing-masing kami,kak putri yang didepan aku,dan dr.daffa dibelakang ku kak putri sedikit lama berdiri karena haru memberi kabar tentang ayah dan menyampaikan salam dari ayah ibu.


Sekarang giliran aku yang bersalaman,saat bersalam dengan papa Zidan dan seterusnya mama Zidan aku dipeluk sangat erat oleh tante."Makasih ya bel udah datang diacara Zidan" sama-sama tante maaf ya ayah sama ibu gak bisa datang soalnya ayah sakit dan dirawat di Puskesmas.


"Iya gakpapa bel kan kamu sama putri udah datang,kalian disini aja tante udah senang banget".


Ohh iya tan ini dr.daffa dia teman bela,Zidan juga kenal kok sama dr.daffa "bersalaman dengan om dan tante kenalin saya dr.daffa tan saya bertugas di Puskesmas kampung ini".


"Terima kasih juga atas kehadirannya dok, bahkan dokter rela datang kesini buat hadirin acara Zidan"."sama-sama tante kan saya sama zidan udah kenal dan temanan juga".

__ADS_1


Selanjutnya Sampai lah aku mengucapkan ucapan selamat kepada Zidan,hai Zidan bela mau ngucapin selamat ya atas pertunangan zidan sama zaskia semoga lancar sampai hari H.


Zidan terlihat teridam dan tak mau melepaskan jabatan tangannya dengan tangan ku,bahkan matanya terlihat sedih dan kecewa.aku rasa jika dia memang belum benar-benar siap mengapa dia malah dengan cepat membuat keputusan untuk segera bertunangan.


Tiba-tiba dr.daffa menarik tanganku dari jabatan tangan Zidan,"maaf zidan ini saya dr.daffa kamu masih ingat bukan kita bertemu saat acara Penen sayur ayahnya bela waktu itu".


Zidan hanya kembali diam,dan tak menghiraukan dr.daffa aku juga bersalaman dengan Zaskia.selamat ya zaskia semoga lancar sampai hari pernikahan,"terima kasih atas doanya" ohh ya saya kenalkan nama saya bela saya sahabat zidan.


"Ohh kamu bela sahabatnya zidan,tapi kamu sudah tau nama ku ya padahalkan kita belum kenalan".maaf aku lihat dari dekorasi pertunangan kalian ini Zaskia,"ohh iya ya saya lupa hal itu" kalo begitu saya pamit dulu sekali lagi semoga lancar sampai hari H.


Rasanya air mata ini ingin sekali menetes dan melepaskan semua,rasa sedih yang dirasa tapi aku harus memperlihatkan senyuman yang manis dan bahagia.


Tapi gara-gara kami minta antarin dokter gak jadi cari makanan,yaudah mau aja ya makan disini mau kan dok "baiklah kalo begitu kita makan disini saja".


Akhirnya kamipun masuk dan kak dea datang membawa beberapa hidangan,aku langsung membantunya menghidangkan makanan.dan bersalaman dengannya saat menjulurkan tangannya pada kak dea.


"Maaf bela tangan kak kena sambel gini gak usah salaman ya, cipika-cipiki aja kalo gitu kak kebelakang dulu buat cuci tangan kalian makan aja ya put makan aja duluan aku tadi udah makan"

__ADS_1


"Sekali lagi makasih ya dea udah repot-repot gini","gak repot kan emang ini tugas tuan rumah terhadap tamu-tamu nya yaudah kebelakang dulu ya ohh itu siapa bel?".


Ohh ini dr.daffa kak dokter dipuskesmas kampung kita,dia teman bela zidan juga kenal sama dia kok."yaudah silahkan menikmati hidangan juga silahkan",kamipun akhirnya makan dan setelah selesai berpamitan dengan kak dea.


Saat keluar menuju mobil pun,aku dan yang lainnya memberi salam didekat zidan zaskia yang masih dipadati banyak tamu untuk bersalaman."om tan putri sama bela pamit zidan dan tunangan kami pamit",zidan om tan dan Zaskia bela pamit dulu mau langsung kepuskesmas Assalamualaikum "waalaikumussalam".


dr.daffa juga berpamitan dan kamipun menuju puskesmas,saat sampai kami langsung menuju ruangan dan tak lupa berterima kasih kepada dr.daffa "daffa kak benar-benar ngucapin terima kasih banyak karena udah mau nganterin kak sama bela keacara zidan".


"Sama-sama kak lagiankan zidan juga teman saya",bela juga terima kasih sama dokter ya kalo gitu kami duluan ke ruangan ayah permisi dok "ya silahkan saya nanti juga akan mengecek kembali kondisi ayah kak dan bela".


Saat berjalan menuju ruangan ayah,kak putri tiba-tiba nyeri terasa diperutnya bahkan membuat dia sedikit sulit melangkah berjalan.kak biar bela bantu buat jalan hati-hati pelan pelan aja jalanya "makasih ya bel udah bantuin kak".


Ya ampun kak itukan udah jadi tugasnya bela bahkan harus banget,lagian yang ada didalam perut kak ini kan ponakannya bela kalo ngomong gini bela jadi pengen cepat-cepat dia lahir.


Karena sedikit nyeri kak putri berjalan dengan sedikit merunduk,saat sampai didepan lorong barisan kamar ayah aku melihat sesuatu yang mengejutkan kenapa disana banyak sekali orang-orang.


Kak kak lihat siapa yang ada didepan kamar ayah kak,"apa sih bel perut kak nyeri ni (merunduk sambil mengelus perutnya)".

__ADS_1


Kak lihat dulu itu itu kak (mengangkat kepalanya dan mengarahkan lurus melihat ke kamar inap ayah) itu kak. "Subhanallah bel ini pemandangan yang sangat bagus dan manis banget banyak coklat"


__ADS_2