
Setelah berwudhu aku menuju kamar inap zea dan menemui semuanya,dari kejauhan aku melihat angga sudah berada ditengah mereka aku ingin sekali mengatakan apa yang telah terjadi padaku.
Assalamualaikum ibu ayah,"waalaikumussalam dari mana saja bel ibu sama ayah kawatir sama kamu".rasanya mulut ku ingin mengatakan kejadian buruk tadi,tapi ntah mengapa ketika menatap wajah angga seketika mulutku terkunci.
Tadi bela pergi keluar dulu Bu ayah dan tak sengaja bertemu Angga, bagaimana keadaan zea Bu apakah keadaan baik-baik saja."Alhamdulillah bel zea baik-baik saja mungkin satu atau dua hari ini harus dirawat dulu disini".
Akupun duduk dibangku tunggu didepan kamar inap ini,ayah dan angga juga duduk berdekatan dan mengobrol andai saja ayah tau bagaimana sifat asli angga.karena masih merasa ketakutan aku memeluk ibu dengan erat,"sayang bela kenapa lagi gak enak badan kayaknya bela lemas banget".
Gak Bu bela cuma kecapean aja hari ini,"kalo bela kurang sehat badan udah periksa aja sekalian disini"ucap ayah.sedangkan angga hanya diam dan tersenyum sinis,gak usah ayah bela mau istirahat aja disini sambil dipeluk ibu.
Aku memeluk ibuk dengan seerat mungkin,dan tanpa disadari aku tertidur walaupun disana masih ada angga.
Puaskanlah rasa rindu dan sayangmu pada ayah dan ibumu bela, karena ketika kau sudah menjadi milikku kau tak akan bisa menemui mereka lagi.
Setelah beberapa hari ini aku dan semuanya kembali kerumah mas adam,dan berencana untuk pulang ke kampung secepat mungkin karena aku sangat takut dengan ancaman angga.
Beruntungnya angga tidak lagi menelpon atau memanatu ku,aku berusaha mempercepat kepulangan menuju kampung.sebenarnya setelah ini kami masih ada acar untuk pertemuan dengan keluarga kak nindia lagi.
__ADS_1
Membicarakan masalah pernikahan tapi aku sangat takut jika angga kembali melakukan hal menakutkan itu, semuanya setuju bahkan aku dan keluarga berangkat selesai sholat subuh.
Sedangkan mas adam tetap disini kami berjanji akan kembali,saat acara akan dimulai saja beberapa Minggu sebelum acara pernikahan mas adam.
Bahkan aku menelpon sindy untuk mengatakan tidak bisa hadir di acara pernikahannya,minggu besok karena aku sangat takut dengan ancaman angga.aku yang terbiasa bahagia dan tak pernah diancam bahkan disakiti merasakan ketakutan yang amat dalam.
Beruntung sepertinya tidak ada tanda-tanda angga melakukan kejahatan,aku merasa lega dari telepon pun tak ada pesan ancaman apapun.kami sampai dikampung dengan selamat,aku merasa lega lebih baik hidup dikampung bahkan dengan kekurangan daripada harus dikota bahkan dengan hidup yang terancam.
Zea semakin tumbuh menggemaskan aku kembali bersyukur bahkan sudah hampir 1 bulan disini, tidak ada hal buruk yang terjadi namun hari ini zea dan kak putri akan pergi kerumah nenek nya dari pihak mas bayu.
Hari ini mereka telah pergi dan hanya tinggal aku ayah dan ibu, masalah aku dikeluarkan dari sekolah itu sebagai guru juga diterima ayah dan ibu.ibu ayah bela minta maaf atas kesalahan bela yang sudah sering mengecewakan kalian.
Tenang ibu bela pasti bisa mendapatkan pekerjaan atau bisa menjadi guru disekolah yang lain,kalo begitu bela berangkat ayah dan ibu hati-hati dirumah assalamualaikum sambil mencium punggung tangan ayah dan ibu.
Aku mencoba mencari lamaran pekerjaan ke beberapa sekolah dikampung ini,namun sampai siang menjelang belum ada pekerjaan yang akan menerima ku.sebelum aku kembali pulang aku berhenti disebuah musholla, untuk melaksanakan sholat Zuhur setelah sholat hatiku sedikit tenang.
Saat selesai berdoa memohon perlindungan dan kebahagiaan,bahkan mukena ku belum sempat aku lepaskan aku mendapat pesan dari angga aku sontak terkejut.dan membuka pesan itu "assalamualaikum bela sepertinya kau telah berani membohongi ku, padahal aku sangat percaya dan memberi mu kesempatan namun kau sia-siakan bahkan kau kembali ke kampung tanpa memberi tahuku".
__ADS_1
Apa mau mu angga?????,"Aku hanya ingin minta maaf padamu jika orang tuamu tak akan bisa kau temui lagi bahkan seumur hidupmu.aku sangat terkejut dan langsung menelpon angga,Angga aku mohon jangan sentuh dan sakiti ayah dan ibu mereka adalah napas ku dan nyawaku.
" Berarti mereka sangat berharga untukmu, datang lah maksud ku pulang lah kerumahmu"baiklah tunggu aku jangan berbuat yang macam-macam pada ayah dan ibu.
Aku segera menuju pulang dengan mengendarai motor sekencang mungkin,namun masih dalam kendali yang normal aku sempat merasa takut.dan aku ingin sekali rasanya menelpon kak Putri atau mas adam untuk membantu ku.
Tapi aku pastikan angga akan semakin berbuat semaunya dan hal buruk,aku masuk dan membawa semua perlengkapan lamaran pekerjaan ku.saat aku membuka pintu dan ada bercak darah aku langsung berteriak memanggil ayah......ayah..... ibu ibu.....kalian dimana bela disini ayah ibu.
Aku meletakkan tas dan map lamaran ku diatas meja makan, tiba-tiba angga keluar dari pintu taman dengan senyuman yang menakutkan.
Aku langsung mendekatinya dimana ayah dan ibuku,jangan katakan jika darah dilantai ini kau telah melakukan hal buruk kepada mereka.
Jika itu benar kenapa bukan kah tadi,aku telah mengatakan jika kau tidak akan menemui mereka lagi.akupun memukul dada angga dan terjatuh kelantai karena kakiku terasa sangat lemah dan tak sanggup berdiri.
Sambil menangis aku memukul diriku sendiri dengan darah ditangaku yang telah aku sentuh dilantai rumah, "tenang lah bela jangan sesali semua ini kau malah mengacak-acak hijab cantik mu".
Jangan sentuh wajahku kau memang manusia berhati setan,"berani sekali kau bicara begitu padaku kau belum tau siapakah disini yang lebih berhati setan bela".
__ADS_1
Angga menarik tanganku menuju arah gudang,kau mau apa membawaku ke gudang ini aku katakan lepaskan aku "bukankah kau ingin melihat ayah dan ibumu" sontak aku menghapus air mataku baiklah dimana ayah dan ibuku.
Maafkan aku bela aku tak bermaksud menyakiti mu namun, Karena kesalahan ayahmu membuat kau malah harus menderita.rasanya aku ingin menghapus air matamu dengan tanganku,namun masalah yang telah dibuat ayahmu bukan hanya satu masalah saja bahkan berbuntut sampai sekarang.