Ibu Muda Pengganti

Ibu Muda Pengganti
57.Jangan Paksa Aku


__ADS_3

Aku benar-benar terkejut melihat sosok yang kulihat saat kursi itu berputar menghadap ku,aku tidak percaya jika kamu yang melakukan ini semua angga.


"Waaah aku juga tidak menyangka ternyata itu kamu bela"maksud mu apa angga ternyata itu kamu,aku juga ingin tau apa alasanmu melakukan semua ini padaku.


Bukankah kau sangat baik kepadaku dan keluarga ku, apakah semuanya hanya rencana palsu mu agar bisa menjalankan rencana ini.


"Wahhhh wawahhhhh tenyata kau pintar sekali bela",ohhh ya satu lagi ingat aku hanya ingin kau menerima lamaran ku dan menikah denganku".


Kau sudah gila mengatakan hal itu, apakah mungkin setelah kau lakukan semua ini membuat ku mau menikah dengan mu.


"Kau berani sekali menolak tapi tidak apa-apa beruntung aku ini orang baik hati,aku tidak memaksa mu bela tapi maafkan aku jika bapak pemilik kebun sayuran tempat dulu aku bekerja hanya.........".


Hanya apa jangan pernah kau berniat menyakiti ayahku,"ya itu jawabannya aku hanya akan menidurkan ayahmu untuk selamanya itu saja".tidak kau tidak boleh menyakiti siapapun te".rutama ayah dan ibuku,aku akan melaporkan kejahatan mu kepada mas adam ingat itu.


"Kau kembali mempercepat kepergian ayahmu ternyata kau sungguh anak yang baik bukan",angga aku mohon jangan sakiti siapa pun aku mohon maka dari itu dengar kan perintah ku tadi kau mengerti bukan".


Jika kau merasa tidak suka padaku atau keluargaku kenapa kau ingin menikahi aku,"ettssss aku tidak pernah mengatakan jika aku tidak menyukai mu (dia menutup mulutku dengan jari telunjuknya)".


Aku mohon jangan sentuh aku aku mohon angga,air mataku tak terasa menetes membasahi pipiku."ternyata benar kata laki-laki tadi kau sangat cantik dan pipimu begitu halus" aku mohon jangan sentuh aku angga aku mohon.

__ADS_1


"Baiklah (mengangkat kedua tangannya) aku tidak akan menyentuh mu tapi tolong katakan,dan berikan jawaban yang membuat ku puas".jawaban apa lagi "kau membuatku geram saja bela" ia mendekatkan tanahnya dipipiku sebelum tangannya menyentuh pipiku.


Baiklah aku a akan........."aku akan apa jawablah" tapi sebelum itu kau harus berikan penjelasan sejelas mungkin kenapa kau melakukan itu.karena aku rasa jika hanya alasan aku tak menerima lamaran mu itu tidak mungkin,bukankah kau sendiri yang mengatakan bahwa akan menunggu Jawabanku.


"Kau kembali membuat ku merasa marah baiklah mungkin,kau meragukan diriku"angga malah membuka kancing bajunya kau mau apa angga angga sadarlah ini bukan angga yang dulu ku kenal.


"Memang bukan angga yang dulu hanya angga yang sedang berakting dalam sebuah rencana,dan rencana itu akan selesai beberapa menit lagi bahkan detik lagi".aku mohon jangan lakukan itu Angga aku mohon aku mohon,aku kembali menangis dengan kencang dan cucuran air mata sangat deras.


Setelah dia mendekatkan wajahnya dekat dengan wajahku,dia menarik wajahnya kembali ternyata yang kakak mu bilang itu sangat benar sekali.bahwa kau adalah wanita yang sangat penakut dan cengeng,baiklah kau harus ingat kata-kata ku tadi kau harus menerima lamaran ku".


Tapi aku tidak "jangan membantah perintah ku jika tidak kau akan menjadi saksi kematian ayah mu,ibu, kakak,bayu,adam bahkan peri kecilku itu Zeanda Admazura.aku sangat terkejut ketika angga mengatakan hal itu,terutama zea "jika kau ingin membunuh mereka semua.


Terutama zea bunuh saja aku,bukankah kau ingin membunuh ku bunuh saja aku "etsss jangan katakan itu aku masih membutuhkan mu jadi jangan bicara seperti itu".


Aku hanya bisa diam dan menganggukkan kepala,saat angga membuka ikatan aku berterima kasih kepadanya."kau masih sempat berterima kasih denganku sungguh kau sangat baik bela,inilah yang membuat ku tak ingin melepaskan mu dari ku".


Tapi aku tidak tau ini dimana aku mohon berikan aku petunjuk, untuk keluar dari sini untuk pergi kerumah sakit angga.tiba-tiba lampu ruangan ini kembali padam dan semua sangat gelap aku terkejut dan spontan memeluk angga yang berada disamping ku.


Astagfirullah kenapa lampunya kembali padam,aku tidak bisa bernapas "tenanglah bel aku disini tapi aku sudah tidak sanggup bernapas lagi ang aku rasa aku telah jatuh pingsan dan tidak tau apa yang terjadi lagi.

__ADS_1


Saat aku bangun aku melihat disekitar ku sangat bersih dan putih,aku dimana ini sepertinya ini kamar seseorang aku kembali teringat akan angga dan spontan aku langsung memperhatikan pakaian ku.


Beruntung aku masih utuh dan baik-baik saja hijabku juga masih rapi dan terpasang erat.tapi aku ingin sekali bisa bertemu zea ya tuhan tolong selamatkan aku dari bahaya ini dan sadarkan lah angga kembali.


Sepertinya ada yang membuka pintu aku takut itu adalah angga,maaf nona bela tuan angga tengah menunggu nona dimobil mari saya antar kan.


Bibi mengantarku sampai ke mobil dan pergi meninggalkan ku,aku sangat takut sekali setelah kejadian tadi "bela cepat masuk kau ingin tinggal disini bersamaku".aku langsung masuk ke mobilnya namun memilih duduk dibelakang,"apa aku menyuruhmu duduk dibelakang turun dan pindah kedepan cepat lah.


Aku sangat takut jika ia berbuat macam-macam lagi kepadaku,tapi mau tidak mau aku harus menuruti kemauannya.aku sangat gemetar ketakutan ketika harus duduk disampingnya,tidak perlu takut aku tidak akan menyakiti mu bela percaya lah.


Tiba-tiba entah kenapa aku malah membayangkan sosok Zidan disamping ku,tapi lamunanku tersentak dan kembali melihat angga disitu.ya ampun kenapa aku malah membayangkan Zidan,aku merasa sedih dan menyesal kenapa waktu itu aku tidak memilih menerima lamaran Zidan saja.


Ini memang mimpi buruk bagiku,semoga ada kemudahan darimu untukku menjalani kehidupan yang sulit ini ya Tuhan aku mohon lindungi lah aku dan orang yang aku sangat sayangi.


angga mengantar ku sampai rumah sakit dimana zea dirawat,dia juga ikut masuk dan berlagak seperti orang biasanya tanpa masalah apapun. saat turun dia berbisik padaku "ingat kata-kata ku tadi bahwa itu bukan hanya sekedar ucapan tapi juga tindakan yang akan nyata".


"Sekali sedikit saja kau bicara tentang masalah tadi maka peri kecil zea mu yang akan terlebih dahulu menemui penciptanya dengarkan itu baik-baik".


Aku melangkah masuk bahkan beriringan dengan angga,aku berusaha menetralkan kembali ketakutan ku baiklah angga aku ingin berwudhu dulu,agar muka ku sedikit lebih segar dan sembab mataku tidak terlalu terlihat.

__ADS_1


"Baiklah silahkan jika itu kau perlukan",aku melangkah menuju tempat berwudhu didekat mesjid rumah sakit ini.


Rasanya aku ingin lari dan kabur bersama keluarga yang aku sayangi ini,tapi kakiku telah terpaku ditempat ini dan tak bisa melangkah menjauh begitu saja.


__ADS_2