Ibu Muda Pengganti

Ibu Muda Pengganti
125. Bertemu Mama


__ADS_3

" Hari ini aku harus ke rumah angga dan kali ini aku harus bisa bertemu dengannya aku harus bicara dengannya bicara empat mata dan mendengarkan semua penjelasannya, kenapa dia bisa berbuat setega ini kepadaku " adelia.


Beberapa menit kemudian adelia sampai di rumah angga.


" Maaf nona ada yang bisa saya bantu " ucap satpam.


" Saya ingin bertemu dengan tuanmu angga " adelia.


" Tapi tuan angga tidak ada dirumah nona dia sedang di kampung istrinya tapi hari ini dia bilang dia sudah kembali ke kota lagi, jika nona ingin menunggunya silahkan atau nona silahkan pergi " satpam.


" Baiklah saya akan tunggu sampai dia datang untuk apa angga ke kampung istrinya itu jangan sampai untuk berbulan madu aku tidak ingin membayangkan itu lihat saja kau gadis kampung.


Beberapa menit kemudian akhirnya mobil angga datang dan saat sampai di rumahpun bela masih tertidur mungkin karena terlalu sedih jadi dia masih tertidur.


Saat sampai di depan teras angga melihat mobil sudah terpakir di depan rumahnya dan ada seorang perempuan berdiri di samping mobil itu.


" Adelia untuk apa lagi dia datang kesini untung saja bela masih tidur " angga.


Anggapun turun dari mobilnya dan menemui adelia.


" Ada apa kau kemari " angga.


" Angga kau sudah datang apa kabarmu ( langsung memeluk angga ) " adelia.


" Adelia tolong jaga sikapmu ( melepaskan pelukan adelia ) kau lupa aku ini sudah memiliki istri dan kamu tahu sendiri bukan kamu sudah datang kemari saat itu dan aku tidak suka melihat sikapmu " ucap angga tegas.


" Kenapa aku berubah kamu masih bisa bertanya seperti ahh seharusnya aku yang bertanya angga kenapa kamu berubah, kenapa kamu sampai tega menikah dengan gadis itu ahhh kenapa angga " adelia.


" Sepertinya kamu yang keliru adelia cobalah kembali pikirkan siapa yang salah disini kita memang kita yang salah bukan, tetapi kita sudah impas kau tinggalkan aku saat aku berjuang di medan perang dan kau pergi dengan laki-laki lain.


Dan sekarang tepatnya satu tahun kemaren saat aku ingin bersamamu kamu malah memilih pergi ke luar negeri untuk menggapai cita-citamu dan kau juga tidak memperdulikan aku jadi sekarang kita sudah impas bukan. Jadi lebih baik kamu sekarang pergi dari rumah saya karena saya tidak ingin kamu malah menjadi perusak hubunganku dan bela jadi aku mohon pergi dari rumahku adelia " ucap angga.

__ADS_1


" Kau tega angga kau tega mengusirku oke fine aku akan pergi tapi ingat aku tidak akan ikhlas dan merelakanmu kepada gadis kampungan itu perempuan seperti dia " adelia.


" Apa maksudmu sampai berkata perempuan seperti dia apa sudah adelia kau hanya sedang emosi dan marah jadi janganlah kau bicara yang bukan-bukan jadi lebih baik kamu sekarang pulang dan tenangkan dirimu.


Jangan terlalu berambisi adelia dulu kita berjuang bersama tetapi saat itu kita hanya sebagai teman sahabat dari kecil dan kita juga baru 1 tahun kemarin menjalin hubungan jadi aku harap kamu juga mengerti dan lebih dewasa lagi.


Bukankah kau juga memiliki profesi yang sangat baik dan mulai ya sebagai dokter jadi kau juga bisa mendapatkan calon suami dari jabatan apapun bahkan juga dari abdi negara sepertiku jadi aku mohon pergilah dari rumahku adelia " angga.


" Baiklah jika itu yang kamu inginkan tapi ingat aku adelia tidak akan rela melihat kau dengannya lihat saja apa yang aku lakukan ( pergi menaiki mobilnya tanpa menghiraukan angga ) " adelia.


" Adelia jangan gila jangan berbuat gila dan yang bukan-bukan " teriak angga.


" Sulit juga masalah tuan angga ini tetapi dua perempuan itu sangat cantik bahkan istrinya nyonya bela lebih lembut dan anggun karena memakai hijab, sedangkan nona itu cantik dan elegant tanpa hijab " ucap satpam yang tak sengeja menguping dari pos satpam.


Saat itu bela terbangun.


Mas seperti ada suara orang bertengkar tadi apa mas angga bertengkar.


Merekapun masuk ke rumah.


" Aku tidak akan membiarkan adelia merusak rumah tanggaku bahkan menyakiti bela kau harus mencoba merelakan adel " batin angga.


........................................


" Bel udah siap kita jadi pergikan ? " angga.


Kita mau kemana lagi mas kita baru sampai di rumah ini juga udah mau sore bela masih capek mas, Oooh iya iya bela lupa kitakan mau pergi bertemu mamanya mas angga tapi bela mau minum dulu ya mas.


" Iya bel ya sudah silakan minum mas tunggu di mobil ya " angga.


Merekapun akhirnya menuju dimana mama angga berada.

__ADS_1


Masih jauh rumah mamanya mas.


" Rumah mama mama tidak punya rumah bel maksudmu dia juga tidak pindah rumah " angga.


Jadi mama tinggal dimana kalo mama tidak punya rumah atau mama tinggal ditempat saudara mas atau gimana mas bela gak ngerti lo.


" Sudah diam saja nanti kau akan tahu dimana mama tinggal " angga.


Kenapa perasaanku jadi tidak enak dimana mamanya mas angga bahkan angga sendiri tidak mau langsung mengatakannya aku yakin ada sesuatu dibalik semua ini.


Setelah hampir satu jam perjalanan merekapun sampai di sebuah rumah sakit jiwa.


Mas rumah sakit jiwa apa maksud dari semua ini kenapa kita malah pergi kesini mas apa yang sebenarnya terjadi mas ja jawab bela.


Jangan bilang mama mas angga itu tidak bela tidak bisa membayangkannya mas mas jawab bela kenapa mas malah diam saja.


" Diamlah dulu bel nanti kamu akan tahu semuanya " angga.


Akhirnya anggapun menggandeng tangan bela menuju Rumah Sakit Jiwa tersebut dan menuju sebuah kamar.


Mas jawab bela apa yang sebenarnya terjadi mas jangan buat bela kawatir dan penasaran seperti ini mas.


" Tenanglah bel kita akan segera sampai dan kamu bisa melihat apa yang terjadi " angga.


Setelah sampai di depan sebuah kamar.


" Sekarang coba kau lihat sosok di dalam kamar itu dari kaca ini " angga.


Aku melihat sosok perempuan yang mungkin seumuran dengan ibuku yang sedang termenung bahkan pucat dan tidak ada semangat sama sekali di dalam dirinya.


Tidak mas jangan katakan itu mas bela jangan katakan itu mas tidak bela tidak percaya bela tidak percaya.

__ADS_1


__ADS_2