
Ya itu adalah pemuda yang menyerempet ku waktu itu kenapa dia bisa dirumahku,"ohh iya bel kenalin ini Angga dia yang akan melanjutkan kebun sayur kita" ucap ayah.
Hah masa seorang pemuda mau menjadi petani sayur,ohh iya salam kenal bela aku mencoba menyebutkan namaku lagi walau dia sudah tau namaku.Ya udah bela ke kamar dulu ya ayah Bu semuanya,aku bergegas masuk kamar aku merasa aneh dengan sosok Angga ini bukan kah saat dikota waktu itu dia memakai motor yang bagus dan aku kira harganya sangat mahal.
Apakah ada maksud lain dari pekerjaan ia sebagai petani sayur,akupun mengganti baju terlebih dahulu dan setelah selesai kak putri masuk ke kamar ku.
Tok tok...iya masuk aja kak,"kamu udah tau aja kalo ini kakakya" kak aku mau nanya beneran si Angga itu mau kerja jadi petani sayur punya ayah.padahal dia kan" dia apa bel masih muda ganteng anaknya kayaknya baik,kamu suka uhhh bel bel kamu udah banyak digebet masih cari lagi".
Kak ini ngomong apa sih,waktu itu aku ketemu "ahhhlah udah aa bel kak kesini bukan mau bahas Angga tapi mau tanya kamu udah mau milih siapa ni".
Milih buat apa kak?,"Ya om buat keponakan nya lah masa siapa lagi"kak bela kan udah bilang bela belum mau mikir kesitu kalo pun nanti ada jodohnya.tunggu aja gak usah banyaknya ahh kak,bela laper ni makan dulu ya makan dahh dahh kakak.
Saat melangkah keluar ehhhtss satu lagi kak,dia gak tinggal dirumah kita kan.Ya enggak sih lah bel kalo pun iya dia mau tidur dimana tidur sama kamu mau yaudah bilang sama ayah ibu".
Kakak nggak usah ngaur gitu ahh, ngomongnya ceplas ceplos nanti kebawa sama keponakan aku akunya gak mau."ya udah sekarang kamu makan kak mau kedepan lagi" udah sana pergi gak usah bawel disini lagi.
Saat Angga itu sudah pergi aku mencoba untuk bertanya kembali pada ayah dan ibu,kenapa harus menerima dia menjadi petani sayur aku merasa ada sesuatu yang aneh.
__ADS_1
"Udah bel gakpapa ayah liat dia lelaki pekerja keras dan mau usaha,dia juga gak mau beratin kita",dia gak tinggal disinikan yah bu "gak bel nanti bayu coba cariin rumah warga yang mau disewain".
Ohh ya Bu ayah tadi mas Adam bilang,dia ada kepentingan sama pak Brian jadi dia mau nginep dirumah dr.daffa aja sama pak Brian jadi mas Adam gak pulang hari ini.
Hari terus berganti bulan bahkan sampai pada saatnya panen sayur pun tiba,dihari ini kandungan kak putri juga sudah genap 7 bulan syukuran akan kembali dia adakan.
Melihat perlakuan dan usaha yang dilakukan Angga sepertinya dia memang orang baik, tetapi aku masih penasaran dengan kehidupannya dikota waktu itu.akupun tak ingin banyak bertanya padanya, akhirnya hari panen diadakan sebelum acara syukuran 7 bulanan kak putri.
Lagi dan lagi si 4 pemuda ini harus datang aku senang mereka datang,tapi entah kenapa aku jadi risih dan takut membuat kesalahan.zidan hadir untuk membantu panen sayuran begitu juga raka,bahkan pak Brian dan dr.daffa juga turut ikut dalam kegiatan ini.
Raka sendirian begitu juga Zidan,dan Angga untuk yang memetik paling belakang adalah angga.aku dan ke empat pemuda itu memetik didekatku,tanpa sengaja aku tersandung dan jatuh aww terdengar suara bela serentak dari semua orang dan menuju ku mengeluarkan tangan.
Aku juga sangat terkejut melihat ada empat uluran tangan padaku,tapi untung saja mas adam tidak membiarkan orang lain menolong ku.saat aku diperhatikan oleh semua orang aku melihat ke arah Angga wajahnya seperti marah dan emosi melihat ke arah ku.
Udah bela gakpapa kok,"udah lain kali hati-hati ya bel biar ibu yang ngobatin siku kamu".kalian lanjut kerja aja biar bela ibu yang urusin,"ya udah kita siapin ya kayaknya tinggal sedikit lagi metik sayuran trus angkat ke truk".
"Iya mas sedikit lagi pekerjaan semuanya udah selesai"ucap zidan."ayah kalo ayah capek istirahat aja biar Adam sama yang lain nyelesain nya".
__ADS_1
"Ya nanti ayah istirahat tapi selesaiin yang ini dulu aja baru istirahat".ayah pun datang menuju aku dan ibu,"bela ayah mau ngomong sesuatu sama bela ya nak" ayah mau ngomong apa sama bela ngomong aja yah.
"Kamu lihat tadi reaksi mereka para pemuda-pemuda itu",iya yah bela lihat tapi memangnya kenapa dengan sikap mereka itu yah."ayah cuma mau ngingetin bela kalo mereka itu pasti punya perasaan sama kamu bela",ayah bela gak kepikiran sampai itu tapi itu memang jadi ketakutan bela yah.
Tapi selama ini bahkan udah mau kenal 1 tahun,terutama sama pak Brian dan dr.daffa Zidan atau raka.mereka gak pernah bilang cinta suka sama bela yah,cuma Zidan waktu itu,itupun karna ayah ibu dan orang tuanya Zidan.
Ayah tenang aja bela bisa jaga diri,tak terasa panen hari ini sudah selesai.beberapa sayur dibawa pulang untuk acara syukuran kak putri,selebihnya dijual ke kota dan yang mengantarkannya adalah Angga.
Sampai saat ini aku masih penasaran dengan sosok angga,baiklah semoga firasat buruk ku ini salah.baiklah kamipun pulang kerumah,sampai dirumah kak putri sudah menunggu kami semua dan dia masih bisa menyediakan masakan untuk kami.
Sebelum semua pulang kerumah masing-masing,kami makan bersama tapi aku tidak mau makan bersama mereka aku lebih memilih bersih-bersih dahulu.dan sedikit istirahat,ibu nanti kalo mereka pamit dan kalo nanyain bela bilang aja bela capek ya mau istirahat.
"Iya bel udah sana istirahat tapi bersih-bersih dulu" siap Bu makasih.setelah selesai aku membaringkan badan dikasur,ohh senangnya aku bisa istirahat.
Baiklah sepertinya mereka semua sudah pamit,dan Angga pun sudah pamit kepada ayah ibu,mas Bayu dan kak putri.dia akan datang kembali untuk membawa uang hasil penjualan sayur dan menghadiri acara syukuran 7 bulanan untuk kak putri.
Aku merasa akan terjadi sesuatu yang buruk dalam hidupku, semoga firasat ku ini salah hanya sebatas dugaan saja bukan kenyataan.
__ADS_1