Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran

Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran
Episode 1


__ADS_3

Kerajaan Mizumitakai



Draappppp



Drapppp



Drrraaaappp



Drrraaaappp



Suara langkah kaki seseorang sedang berlari terburu buru.



Bruukkk!



Dia tanpa sengaja menabrak seorang pelayan diistana itu.



"Maafkan aku!"



Dia langsung memberhentikan langkahnya dan menghampiri pelayan yang baru saja ditabraknya.



"Tidak apa-apa yang mulia, saya mohon perhatikan langkah anda. Jangan sampai anda terluka" Ucap sang pelayan tersebut.



"Maafkan aku" ucap sang putri



"Tidak apa-apa yang mulia, anda juga tidak seharusnya minta maaf pada saya."



"Tapi aku baru saja menabrakmu, jadi aku harus minta maaf bukan?!"



"Tapi anda seorang Putri yang mulia, tidak pantas bagi anda meminta maaf kepada pelayan seperti saya"



"Apa maksudmu?! Jika seseorang telah berbuat salah bukankah mereka seharusnya minta maaf?"



"Tapi anda seorang putri jadi-"



"Apa meminta maaf harus dilakukan sesuai dengan derajat orang?Apa karena aku seorang putri jadi aku tidak pantas untuk menyesali kesalahanku?"



"Bukan begitu yang mulia, tapi anda memiliki derajat-"



"Aku tidak peduli"



"Ehhh? Apa maksud anda?"



"Aku tidak peduli dengan derajat atau apalah itu.


Aku paling benci jika hal itu selalu membatasiku dengan oranglain. Walaupun itu adalah rakyatku sendiri. Bagiku, tidak peduli seberapa tingginya derajat seseorang. Jika mereka telah melakukan kesalahan mereka harus meminta maaf." Balas sang putri



Sang pelayan itu kagum dengan jawaban yang diberikan oleh putri Kimiko.



"Anda benar-benar sangat bijaksana yang mulia" gumam pelayan itu



"Hm? Kau mengatakan sesuatu?"



"Ah bukan apa-apa, ngomong-ngomong anda mau kemana? Kenapa terburu-buru?" Tanya sang pelayan



Sekejap Kimiko langsung mengingat tujuan awalnya tadi.



"Gawat! Aku benar-benar sudah terlambat. Maafkan aku, aku harus pergi sekarang" ucap Kimiko



Putri Kimiko langsung pergi meninggalkan pelayan itu.


Terlihat sepertinya Kimiko sangat terburu-buru.



"Yang mulia Kimiko memang memiliki hati yang sangat baik. Dia selalu bijaksana dan tidak membedakan siapapun. Tetaplah seperti ini yang mulia, tetaplah menjadi Putri Kimiko yang seperti ini" gumam pelayan itu.



♢ ♢ ♢



Draaappp



Draaappp



Draappp



Draaaappp



"Gawat, aku benar-benar sudah terlambat. Kazuki-kun pasti akan mengomeliku setelah ini"



Kimiko langsung berlari-lari tergesa-gesa bahkan dia sudah berulang kali hampir menabrak pelayan dan prajurit.



Setelah berlari cukup lama, akhirnya Kimiko menghentikan langkah kakinya tepat didepan sebuh pintu yang cukup besar.



Dia bahkan sedikit kesulitan bernafas karena berlari.



Bahkan 2 orang prajurit yang berjaga disisi kanan dan kiri depan ruangan tersebut juga khawatir pada Kimiko.



"Yang mulia Kimiko, apa anda baik-baik saja?" Tanya salah seorang prajurit



"I-iya aku tidak apa-apa"



"A-apa anda yakin? Jika tidak saya akan panggilakan-"



"Aku benar-benar tidak apa-apa. Tenanglah"



"B-benarkah?"




Kimiko hanya membalasnya dengan anggukan



Kimiko akhirnya bisa mengatur kembali nafasnya yang tadi sempat terengah-engah.



"Baiklah, ayo buka pintunya" perintah Kimiko



"Baik!" Seru 2 orang prajurit itu.



Mereka langsung membuka pintu besar itu atas perintah Kimiko



Setelah pintu berhasil dibuka, Kimiko langsung memasuki ruangan tersebut.



"Sudah kuduga" gumam Kimiko



Didalam ruangan tersebut sudah ada 5 orang diantaranya 3 anak perempuan dan 2 laki-laki.



Dapat Kimiko lihat, salah satu laki laki itu memasang wajah kesal kepada Kimiko


Sambil melipat tanganya kedepan.



"Ki-mi-ko kau pikir ini sudah jam berapa?! Seharusnya 30 menit yang lalu kau sudah ada disini? Kemana saja kau! Apa kau lupa dengan latihan kita?!" Kesal kazuki



"D-dengar jangan marah-marah begitu Kazuki, maafkan aku." Ucap Kimiko



"Aku sudah sering memaafkanmu karena keterlambatanmu, kau biasanya hanya terlambat sekitar 10 menit. Tapi kenapa sekarang justru menjadi 30 menit?!"



"Aku benar-benar minta maaf! Untuk kali ini maafkanlah aku" ucap Kimiko



Kazuki masih memasang tampang kesalnya, lalu kemudian menghela nafas memaklumi sifat


Kimiko ini.



"Baiklah untuk kali ini dan terakhir kalinya kau akan kumaafkan" ucap kazuki



"Benarkah?!" Tanya Kimiko yang tak mampu menyembunyikan wajah senangnya



"Benar" balas kazuki



"Terimakasih Kazuki!" Seru Kimiko



Karena senang, Kimiko langsung berhambur memeluk Kazuki.



"Jangan terlambat lagi ya tuan Putri" ucap Kazuki sambil membalas pelukan Kimiko



"pasti!" Seru Kimiko



'Ugh, aku ragu dengan ucapanya_-|' batin Kazuki



"Hey! Sampai kapan kalian akan berpelukan? Kapan kita akan memulai latihanya?" Tanya Megumi



Kimiko dan Kazuki langsung melepaskan pelukan mereka.



"Baiklah ayo kita mulai latihan kita!" Seru Kimiko



"Baik!" Seru mereka



♢ ♢ ♢




Setelah melakukan latihan pedang bersama rekan-rekanya.


Kimiko memilih untuk istirahat di sebuah taman yang berhadapan langsung dengan pemandangan lautan.



"Hahh aku lelah sekali" ucap Kimiko



Kimiko memejamkan matanya untuk merasakan udara yang berhembus.


Kemudian saat ia membuka matanya, tiba-tiba didepanya sudah ada gelas berisi minuman.



Kimiko langsung menengok kearah seseorang yang menyondongkan minuman padanya.


__ADS_1


"Mama!?" Kaget Kimiko



"Kau pasti sangat kelelahan setelah berlatih pedang bukan?" Tanya Ratu Yuna



"B-benar"



Ratu Yuna kemudian duduk tepat disamping Putri Kimiko.



"Minumlah ini, tubuhmu pasti akan kembali segar setelah meminumnya" ucap sang Ratu



"I-iya Terimakasih mama"



Kimiko langsung mengambil minuman tersebut, dan meminumnya sampai habis.



"Bagaimana latihanmu sayang?" Tanya Ratu Yuna



"Sangat baik, mama tau. Aku tadi juga sempat kena omelan lagi dari Kazuki" ucap Kimiko



"Apa kau terlambat lagi?" Tanya Ratu Yuna



"Y-yah begitulah"



"Tidak heran Kazuki selalu memarahimu" ucap Ratu Yuna



Begitulah Putri Kimiko, dia selalu menceritakan apapun yang terjadi walaupun itu tidak penting kepada ibunya.


Ratu Yuna sendiri justru senang karena putri semata wayangnya selalu membagi semua pengalamannya pada dirinya.



Ratu Yuna sangat menyayangi Kimiko lebih dari apapun. Putri Kimiko juga sangat mencintai dan menyayangi ibunya.


Setiap kali dia sedih, hanya ibunya lah tempat untuk berberbagi kesedihan.



Dan ketika dia bahagia, hanya kepada ibunya lah dia selalu membagi kebahagiaanya.


Bahkan semua rahasia yang dimilikinya juga sering ia bagi pada ibunya.


Putri Kimiko tidak pernah menyembunyikan apapun dari ibunya.



"Sayang ayo masuk, hari sudah mulai gelap. Kita juga harus makan malam" ucap sang Ratu



"Baik mama" balas Kimiko



Ratu Yuna dan Putri Kimiko kemudian berjalan memasuki istana karena hari sudah semakin gelap.



"Mama, aku akan pergi mandi terlebih dahulu. Mama pergilah dulu, nanti aku akan menyusul"


Ucap Kimiko



"Baiklah" balas Ratu Yuna.



Akhirnya Ratu Yuna pergi menuju ruang makan sedangkan Kimiko pergi untuk membersihkan diri.



♢ ♢ ♢



RUANG MAKAN ISTANA



Ratu Yuna memasuki ruang makan khusus anggota kerajaan.



Disana sudah terdapat Raja Hosiko yang sepertinya sedang menunggu kedatangan 2 anggota keluarganya.



Raja Hosiko melirik kearah pintu tepat saat Ratu Yuna memasuki ruangan.


Raja Hosiko heran karena putrinya tidak datang bersama dengan istrinya.



"Yuna, dimana Kimiko?" Tanya Raja Hosiko.



"Kimiko sedang membersihkan diri, dia baru saja selesai berlatih pedang. Dan kurasa dia tidak tahan dengan keringat yang menempel ditubuhnya. Dia bilang akan menyusul nanti" balas Ratu Yuna



"Begitu" balas Hosiko



Ratu Yuna kemudian duduk ditempat duduknya.



"Lalu, bagimana dengan rencananya? Apa kau benar-benar serius untuk melakukanya?" Tanya Ratu Yuna



"Kita akan membicarakan ini saat Kimiko sudah ada disini" balas Hosiko



"Baiklah" balas Ratu Yuna



Selang beberapa menit kemudian, akhirnya putri Kimiko datang.



"Maaf membuat kalian menunggu, papa mama" ucap Kimiko



Kimiko langsung memposisikan dirinya duduk ditempatnya.



"Kimiko.." panggil sang ayah



"Ada apa pah?" Tanya Kimiko




"Ada apa? Apa yang mau papa bicarakan denganku?"



"Kita akan bahas nanti setelah makan malam. Sekarang ayo makan" balas Hosiko



"B-baiklah" balas Kimiko



♢ ♢ ♢



Ruangan Raja Hosiko



"P-pertunangan!?" Kaget Kimiko



"Benar" balas Hosiko



"T-tapi kenapa?"



"Ini demi masa depanmu dan kerajaan ini"



"T-tapi aku tidak ingin menikah dulu, aku masih ingin disini bersama papa dan mama" balas Kimiko



"Kimiko, walaupun begitu nantinya kau juga harus menikah bukan?" Ucap Hosiko



"I-itu benar, tapi bukankah ini terlalu dini bagiku untuk menikah" balas Kimiko



"Berapa umurmu sekarang?" Tanya Hosiko



"S-sembilan belas tahun"



"Ini sudah umur yang tepat bagimu untuk menikah" balas Hosiko



"Tapi bukankah ini terlalu mendadak? M-memangnya dengan siapa aku akan menikah?"



"Pangeran Pertama dari kerajaan Miyamoto , Pangeran Yoshiaki Von Miyazaki. Dialah yang akan kau nikahi"



"P-pangeran Yoshiaki?!" Kaget Kimiko



"Benar"



"K-kau pasti bercanda bukan papa?" Tanya Kimiko memastikan



"Saat ini papa sedang serius Kimiko. Tidak ada waktu untuk bercanda"



"Tapi... Mama!"



"Mama juga setuju dengan apa yang papamu katakan sayang. Ini demi masa depanmu dan masa depan kerajaan ini juga" ucap Ratu Yuna



"Apa kalian ingin menikahkanku hanya demi kerajaan ini?! Tanpa mengetahui bagaimana perasaaku?!"



"Bukan begitu sayang, kami paham bagaimana perasaanmu. Tapi ini juga penting demi kemajuan dan kesejahteraan kerajaan. Kerajaan Mizumitakai dan Kerajaan Miyamoto akan menjalin hubungan persahabatan tapi dengan syarat kau akan dinikahkan dengan pangeran pertama kerajan Miyamoto"



"Tapi, aku tidak mau berpisah dengan papa dan mama. Aku hanya ingin tinggal bersama kalian. Ku mohon ijinkan aku untuk tetap tinggal bersama dengan kalian."



"Aku tau jika ini memang mendadak. Tapi pertunangan ini akan tetap dilaksanakan apapun yang terjadi" ucap Hosiko



Setelah mengatakan hal itu, Raja Hosiko langsung beranjak pergi meninggalkan ruangan.



Kimiko masih sangat syok mendengar soal tentang pertunanganya.



Ratu Yuna tau benar bagaimana perasaan Kimiko saat ini.


Ia masih merasa sangat syok, bagaimana tidak.


Tiba-tiba dia akan ditunangkan dengan seorang pangeran. Sedangkan dirinya masih belum siap dengan ini semua.



Ratu Yuna menghampiri putri Kimiko, dia memeluk putrinya yang masih menangis.


Memeluknya dengan erat mencoba menenangkan Kimiko.



"Tenanglah Kimiko"



"Hiks..Hiks.. mama.. aku masih ingin tetap disini.. aku hanya ingin tinggal bersamamu dan papa.. aku tidak ingin menikah.. tolong katakan itu pada papa.. aku tidak ingin menikah" ucap pilu Kimiko



"Maaf Kimiko, mama juga tidak bisa berbuat apapun. Jika ayahmu sudah memutuskannya maka tidak akan ada yang bisa menentangnya.


Mama hanya bisa mendukung apapun keputusan ayahmu." ucap sang ibu



"Apa papa tidak menyayangiku lagi?"



"Kimiko, apa yang kau katakan?! Mana mungkin ayahmu tidak menyayangimu. Dia sangat mencintai dan menyayangimu. Dia melakukan ini semua karena dia menyayangimu. Dia ingin kau memiliki masa depan yang jauh lebih baik."


Ucap Yuna


__ADS_1


"Hiks..hiks..hiks tapi aku masih ingin disini bersama kalian. Aku tidak mau apapun, aku hanya ingin bersama dengan kalian. Itu saja keinginanku" ucap Kimiko masih dalam tangisnya



"Tenanglah, kami akan selalu berada disisimu sayang. Kami akan selalu berada disisimu, jadi tenanglah"



Putri Kimiko masih menangis dalam pelukan ibunya.



Ratu Yuna sediri merasa sangat kasihan kepada putrinya.


Baru kali ini Kimiko menangis seperti ini,


Kimiko adalah anak yang selalu ceria dan penuh dengan canda tawa.



Tapi saat ini dia hanya seorang anak yang saat ini sangat menbutuhkan kasih sayang dari orangtuanya.


Hanya orangtuanya yang saat ini dibutuhkanya bukan yang lain.



♢ ♢ ♢



Kamar Putri Kimiko



Setelah tangisannya mereda, Ratu Yuna membawa putrinya kekamarnya.



Walaupun tangisanya sudah reda, tapi Kimiko enggan melepaskan pelukanya dari sang ibu.



Ratu Yuna membaringkan tubuh Kimiko dikasur dan terus membelai rambut putrinya.



Setelah tangisannya reda, Putri Kimiko masih belum mengucapkan sepatah kata pun.


Mungkin karena dia masih sangat syok karena kejadian barusan.



"Tidurlah Kimiko" ucap lembut sang ibu



Kimiko masih terus menggenggam tangan ibunya.



Yuna merasa iba terhadap Kimiko, tapi mungkin Kimiko akan mulai bisa menerima keputusan ayahnya ini.



"Mama..." akhirnya hanya kata itu pertama keluar dari mulut Kimiko.



"Ada apa sayang?" Tanya Yuna



"Mama temani Kimiko tidur kali ini saja, Kimiko mohon" ucap lemah sang anak



Dengan keadaan Kimiko seperti ini, tidak mungkin dia akan menolak permintaan putrinya ini bukan.



"Baiklah sayang, mama temani kamu tidur malam ini" ucap Yuna.



Yuna kemudian naik ke ranjang dan membaringkan tubuhnya tepat disamping putrinya.



Yuna memeluk Kimiko, dia ingin agar kesedihan Kimiko segera reda secepat mungkin.



"Mama bisa nyanyikan lagu yang biasa mama nyanyikan untukku saat mama akan menidurkanku dulu"



"lagu?"



"iya"



"baiklah sayang"



Ratu yuna pun mulai menyanyikan lagunya



Tsuyoi tsunagari*


kokoronouchi no hikari*


hogo shitai kimochi*


 shiawase ni mukatte susumi tsudzukemasu*


 akiramenaide*



watashi wa itsumo anata to issho ni iru koto o osorenaide *


yume o jitsugen*


 kono-te o shikkari nigitte *


 hikitsudzuki anata to issho ni anata o mamorimasu*



 fumidasu koto o osorenaide *


 anata no yūki o kyōka*


 tachiagatte saki e susumu*


 kono utsukushī sekai*



 anata no chikara de mamori tsudzukemasu*


kono ai to aijō no sewa o shimasu*


 kesanaide kudasai*


min'na no egao*


 issho ni hogo shinakereba narimasen*



{ Ikatan yang kuat


Cahaya dalam hati


Perasaan ingin melindungi


Terus melangkah menuju kebahagiaan



Jangan menyerah


Jangan takut aku akan selalu ada bersamamu


Raih mimpimu


Genggam erat tangan ini



Aku akan terus bersamamu dan melindungimu


Jangan takut melangkah


Kuatkan keberanianmu


Bangkitlah dan terus maju



Dunia yang indah ini


Teruslah lindungi dengan kekuatanmu



Jagalah cinta dan  kasih sayang ini


Jangan biarkan sampai menghilang


Senyuman semua orang


Akan kita lindungi bersama }



Kimiko pun juga mulai merasa mengantuk , matanya sedikit bengkak akibat tangisanya tadi.



Kimiko mulai memejamkan matanya, mencoba untuk segera tidur.


Dengan ibunya yang senantiasa terus membelai rambutnya menambah sensasi kehangatan ditubuhnya.



"Selamat tidur sayang" ucap sang ibu



Dan akhirnya Kimiko menutup matanya dan terlelap ditidurnya.



Pagi Hari...



Kimiko saat ini sedang pergi bersama dengan teman-temanya yang juga adalah seorang Putri dari beberapa kerajaan tetangga.



Walaupun masih ada kesedihan dihatinya tapi Kimiko sekuat mungkin menutupi kesedihanya dan tetap tersenyum kepada teman-temanya.



Mereka saat ini sedang mengadakan acara minum teh bersama.



Mereka sering melakukanya ketika waktu berkumpul.



Jarang sekali bagi mereka untuk berkumpul karena kesibukan mereka sebagai seorang Puteri.



"Hey Ayako , kudengar kau akan segera menikah ya?" Tanya putri Midori



"Itu benar, dari mana kau tau putri Midori?"



"Aku mendengar kabar itu dari ayahku, katanya putri kerajaan Tanzaki akan segera menikah"



"Lalu, siapa pangeran yang beruntung mendapatkan dirimu Ayako?" Tanya putri Shanika



"Pangeran Archelaus" jawab Ayako



"Heh, kau serius?" Tanya Mayumi



"Mana mungkin aku bercanda bukan" balas Ayako



"Kau beruntung sekali, kudengar Pangeran Archelaus itu pernah mengalahkan seekor singa diumurnya yang ke-9 tahun" ucap Midori



"Hebat, dia benar-benar keren" puji Shanika



"Tentu saja" balas bangga Ayako



"Selain Pangeran Archelaus masih ada 1 pangeran yang lebih keren darinya" seru Maria



"Hm? Memangnya siapa lagi yang lebih keren dari Pangeranku?" Tanya Ayako dengan nada ejeknya.



Maria mulai menyipitkan matanya.



"Pangeran Yoshiaki dari kerajaan Miyamoto" balas Maria



Seketika senyum yang tadi dipaksakan oleh Kimiko mulai memudar saat mendengar nama Pangeran Yoshiaki.



Bukan, dia bukannya benci mendengar nama itu. Tapi dia hanya terkejut saja.



"Benar juga, kudengar dia diangkat menjadi pemimpin dari kerajaan Miyamoto diumurnya yang ke-10 tahun tepat setahun setelah kematian Raja Miyamoto. Dia bahkan pernah mengalahkan 5 kerajaan dalam umur yang ke-14 tahun-nya." Sambung Shanika



"Bukan hanya itu saja, kudengar Pangeran Yoshiaki itu memiliki paras yang sangat tampan. Bahkan ada yang bilang, saat dia menyibakkan rambutnya saja karisma seorang lelaki sejati muncul." Sambung Midori



"Apa benar dia sekeren itu?" Tanya Ayako


__ADS_1


__ADS_2