
Tak lama beberapa Prajurit datang
“Bantu aku, bawa Yoshiaki ke kamarnya lalu panggil tabib istana segera!!” perintah Makoto
“Baik!!” beberapa Prajurit membawa Yoshiaki ke kamarnya sedangkan salah satu pergi memanggil tabib istana.
Kamar Yoshiaki
Yoshiaki di baringkan di kasurnya kemudian tak lama tabib pun datang.
“Y-yang mulia..”
“Tabib cepat lakukan pekerjaanmu!!” ucap Makoto yang sudah sangat panic
“Baik yang mulia”
Buru-buru tabib itu kemudian menghampiri Yoshiaki dan memeriksa kondisinya
“Bagaimana tabib?!” Tanya Ratu Makoto
“Yang mulia Yoshiaki mengalami demam tinggi, dari hembusan nafasnya sepertinya dia sangat kelelahan, wajahnya juga sangat pucat. Tubuhnya kekurangan energi, kesehatanya memburuk” Jelas tabib itu
“L-lalu apa yang harus dilakukan?!”
“Tubuh Yang mulia Yoshiaki sangat lemah, dia butuh istirahat dengan benar. Pola makanya harus benar, beliau tidak bisa hanya menelan air dan makan sedikit buah buahan tanpa memakan makanan pokok. Saya harap saat yang mulia siuman, dia harus segera makan makanan pokoknya agar energinya kembali pulih. Lalu yang mulia raja juga seharusnya tidak boleh terlalu banyak pikiran, itu bisa membuatnya stress” Ucap Tabib
“Hiks..hiks, aku sudah mengatakanya berulangkali, tapi dia mengabaikanku. Aku sudah memintanya istirahat dan makan yang benar tapi dia lebih mengkhawatirkan keluarganya daripada tubuhnya. Aku paham, aku juga merasa sedih kehilangan menantu dan cucuku tapi aku adalah ibunya. Aku yang melahirkanya dan membesarkanya, mana mungkin ada seorang ibu yang tega melihat anaknya menderita. Rasanya sangat sakit benar-benar sakit. Jikapun harus jatuh sakit biar aku saja tapi jangan anakku. Aku ingin dia baik-baik saja” Ucap Ratu
“Saya akan membuatkan obat pemulih energy, saat yang mulia Yoshiaki siuman mintalah beliau untuk meminumnya” Ucap Tabib
__ADS_1
“Baiklah”
“Kalau begitu saya permisi yang mulia ratu”
“Hm..”
Kini diruangan itu tinggal Makoto dengan putranya.
“Aku paham bagaimana perasaanmu tapi tolong jangan menyakiti dirimu sendiri” Ucap Makoto
3 Hari Kemudian..
“ugh..”
Yoshiaki mulai membuka matanya, dia telah tertidur cukup lama.
“Dimana aku..” Ucapnya, penghihatanya sedikit buram kemudian perlahan menjadi jelas.
Tak lama dia pun merasakan tanganya di genggam seseorang.
Ternyata dia adalah ibunya, sepertinya dia tengah tertidur setelah menjaga Yoshiaki.
“Mama..”
Yoshiaki bangkit dari posisi tidurnya, dia memposisikan dirinya duduk.
“Mama, maafkan aku. Gara-gara aku mama jadi menderita, maafkan aku” Ucap Yoshiaki sambil mengelus lembut tangan ibunya.
Air matanya keluar dan membasahi wajahnya, dia bingung apa yang harus dia lakukan.
__ADS_1
Dia ingin menemukan keluarganya tapi disisi lain justru membuat ibunya menderita, apa yang sebaiknya dia lakukan.
Karena tanganya seperti di sentuh, ratu Makoto pun jadi tersadar dari tidurnya.
“Mama”
“Yoshiaki, kau sudah bangun”
“Mama maafkan aku, aku-“
Brukk!!
Ratu Makoto langsung saja memeluk Yoshiaki
“Syukurlah kau baik-baik saja, aku sangat mengkhawatirkanmu. Tiba-tiba kau jatuh sakit membuat ibumu ini nyaris terkena serangan jantung. Jangan menyakiti dirimu sendiri. Kau tidak sendirian, ada mama dan yuki juga.”
Yoshiaki membalas pelukan mamanya dengan sangat erat
“Maaf, maafkan aku mama”
“Aku mohon jangan melukai dirimu sendiri”
Makoto melepaskan pelukanya kemudian mencium kening Yoshiaki.
“Mama, apa yang harus aku lakukan. Istri dan anakku menghilang, keluargaku menghilang. Rasanya sangat sakit sekali, benar-benar lebih sakit dari apapun. Rasa sakit ini sama seperti saat papa pergi meninggalkan kita. Aku tak ingin kehilangan keluargaku lagi mama, tapi aku tidak ingin membuat mama sedih. Aku harus bagaimana, aku bahkan tak bisa melindungi keluargaku sendiri. Aku ini sangat payah dan bodoh. Padahal aku sudah berjanji setelah perang ini selesai aku akan menemuinya tapi kenapa justru dia menghilang gara-gara kecerobohanku”
“Ini bukan kesalahanmu, berhentilah menyalahkan dirimu sendiri, ini semua sudah kehendak dari tuhan!!”
》**NEXT CHAPTER**《
__ADS_1
Jangan lupa vote,like dan beri komentar yang mendukung ya :)