Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran

Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran
Episode 27


__ADS_3

“Huh? Mama baik-baik saja tidak perlu khawatir”



Prian sedikit lega karena mamanya baik-baik saja, dia benar-benar takut saat melihat darah yang keluar dari tangan mamanya. Dia takut terjadi sesuatu pada ibunya.



“Sayang kenapa tidak pergi bermain bersama teman-temanmu?” Tanya Kimiko



“Tapi mama bagaimana?” Tanya Prian



“Hahh sayang mama baik-baik saja sungguh, lagipula ini hanya luka kecil hanya luka sayatan kecil saja jangan khawatir. Sekarang pergilah bermain, mungkin saja Jun Kei dan Ishi sudah menunggumu” Balas Kimiko



“Mama beneran baik-baik saja kan”



“Iya sayang” Ucap Kimiko sambil mencubit pipi anaknya dan mencium keningnya.



“Sekarang pergilah” Ucap Kimiko



“Baik, aku pergi mama”



“Hati-hati sayang” Ucap Kimiko



Prian pun pergi menemui teman-temanya sedangkan Kimiko seperti biasa melakukan pekerjaanya



Tanpa terasa haripun mulai siang, matahari sudah tepat berada di atas kepala..



“Aku kembali” Ucapseorang wanita paruh baya



“selamat datang kembali nenek!”” seru Prian sambil berlari kemudian menghampiri neneknya dan memeluknya.



“prian..?’



“Ah selamat datang kembali” Ucap Kimiko



“Aku pulang” ucapnya kembali



“Nenek!”



“A-ada apa?” Tanya Nenek saat mendengar Prian memanggilnya dengan nada sedikit keras



“humpf…” Prian tiba-tiba memalingkan wajahnya dari neneknya



“Kau kenapa?” Tanya sang nenek



“Marah” balas Prian dengan cetus


“Kau mara pada siapa?”



“Tentu saja pada nenek!” ucap Prian dengan nada kesalnya



“Memangnya nenek salah apa?” Tanya nenek


“Hmpf..” Kembali mengacuhkan neneknya



“hey dia kenapa?” Tanya Nenek



“ahh itu karena…”


Kimiko membisikkan alasanya pada neneknya



“Begitu rupanya..”


__ADS_1


“begitulah” balas Kimiko



Nenek menghampiri Prian dan memeluknya dari belakang.



“Baiklah, maafkan nenek ya sayang” Ucap nenek



“Kenapa nenek tidak memberitahuku?!”



“Hahh sayang, nenek sebenarnya sangat ingin memberitahukanmu tapi kau tertidur cukup pulas, mana tega nenek membangunkanmu. Nenek sangat menyayangimu”



“Hm?Benarkah?”



“Mana mungkin nenek berbohong, kalau begitu berhentilah marah dan maafkan nenekmu ini ya”



“baiklah, hari ini nenek aku maafkan tapi jika nenek pergi tanpa memberitahukankau aku akan benar-benar marah lho” Balas Prian



“baiklah” ucap nenek sambil membelai rambut Prian



“tapi ngomong-ngomong, tumben kau ada di rumah. Biasanya sekarang kau sedang pergi bermain dengan teman-temanmu” Tanya nenek



“Hm?itu karena mama saat ini sedang terluka jadi sementara aku ada di rumah untuk menjaga mama” balas Prian



“Terluka?!”


Kaget nenek


“Ah hanya luka kecil saja, Prian terlalu berlebihan” balas Kimiko



“Tapi walau begitu mama juga terluka bukan”



“hey ayolah mama sudah bilang berapa kali jika ini hanya luka kecil tapi kau membesar-besarkanya”




“Memangnya kau sakit apa?” Tanya nenek



Kimiko sedikit kaget melihat tatapan nenek yang seakan siap kapanpun untuk menyebukan lukanya



‘M-mereka benar-benar mirip sekali, lagi pula tidak perlu secemas itu’ batin Kimiko



“B-bukan sakit, hanya luka gores saja” Ucap Kimiko sambil memperlihatkan tanganya yang sudah tertutup perban



“bagaimana bisa tergores?!” Tanya nenek



“Karena kecerobohanku saja”



“Mana mungkin, kau itu orang yang sangat teliti sekali”



“nenek semua manusia juga pasti akan melakukan kesalahan bukan”



“tapi sulit di percaya padamu” balas nenek



‘A-apa?’ batin Kimiko



“lalu, bagaimana kau bisa terluka?” Tanya nenek



‘Ayolah hanya luka kecil saja sampai diperhitungkan segala’ batin Kimiko



“Aku tak sengaja memecahkan gelas, kemudian aku tergores oleh pecahannya” ucap Kimiko


__ADS_1


“Hah lain kali hati-hati”



“Iya, maafkan aku nenek” balas Kimiko



“Berikan tanganmu”



“Kenapa?”



“tentu saja akan ku obati”



“T-tidak perlu lagi pula-“



“BERIKAN TANGANMU” ucap nenek dengan penuh penekanan



“B-baik”


Kimiko pun mengulurkan tanganya, dan nenek pun mengobatinya.


Darahnya memang sudah tidak keluar cukup banyak, tapi luka goresanya ternyata cukup panjang diluar dugaanya.


“nenek..”


“Ada apa?” Tanya Nenek



“Nenek baru saja dari istana bukan?”



“Benar”



“Apa nenek melihat Zen?Bagaimana kabarnya?Pagi ini dia tidak datang seperti biasanya



“Pangeran Zen?”



“Iya”



“Hooh pangeran Zen tadi pagi pergi ke mata air yang tak jauh dari sini, dia ada urusan di sana. Dan sepertinya dia baik-baik saja” balas Nenek



“begitu ya” Balas Kimiko



“Kau mencemaskanya?”


“Aku tidak tahu, tapi setiap kali memikirkanya aku selalu bertanya-tanya tentang bagaimana kabarnya, apa dia sudah istirahat yang cukup atau apa dia sudah makan dengan teratur. Pertanyaan itu selalu terlintas setia kali aku memikirkanya”



‘Itu artinya kau benar-benar merindukanya Kimiko..’ batin nenek sambil tersenyum



“Dia pasti istirahat dan makan yang cukup, dia harus menjaga kesehatanya agar bisa terus memimpin negeri ini”



“Kau benar juga nenek” balas Kimiko


Beberapa hari kemudian.



“Mama aku pergi” seru Prian



“Baiklah, hati-hati sayang” Balas Kimiko



Prian pun pergi bersama teman-temanya, sedangkan Kimiko sedang bersiap untuk pergi ke ladang merawat tanamanya.



“Baiklah aku harus pergi sekarang” ucap Kimiko kemudian mempersiapkan dirinya.




》NEXT CHAPTER《



Eits! sebelum scroll ke chapter selanjutnya


Jangan lupa tinggalkan Komentar dan beri Like agar author semangat melanjutkan ceritanya 😉

__ADS_1




__ADS_2