Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran

Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran
Episode 5


__ADS_3

Yoshiaki pergi menghampiri pemilik toko tersebut untuk mengambil barang yang ingin dibelinya



"Ini kalung untukmu" ucap Yoshiaki sambil menyondorkan kotak berisi kalung yang disukai oleh Kimiko



Kimiko akhirnya menerima pemberian jean ini.



"Terima kasih Yoshiaki"



"Aku senang jika kau menyukai pemberianku" balas Yoshiaki



"Anoo Yoshiaki" panggil Kimiko



"Ada apa? Apa kau ingin mengganti kalungnya?" Tanya Yoshiaki



"B-bukan itu maksudku"



"Lalu?"



"M-maukah kau memasangkan kalung ini dileherku?" Tanya Kimiko



Yoshiaki terkejut sekaligus kembali tersipu mendengar permintaan Kimiko.



"B-baiklah" balas Yoshiaki



Kimiko menyerahkan kalungnya kepada Yoshiaki, dan Yoshiaki mencoba memakaikan kalung pemberianya ke leher Kimiko.



Kimiko juga ikut gugup saat Yoshiaki mencoba memakaikan kalung kelehernya



Kalung pemberian Yoshiaki pun telah terpasang dileher Kimiki.



"Terimakasih Yoshiaki" balas Kimiko



"Kau benar-benar terlihat cantik memakai kalung seperti ini" puji Yoshiaki



Kimiko kembali merona mendengar pujian Yoshiaki



"T-terimakasih" balas Kimiko



"Kalau begitu, tunggulah diluar. Aku akan membayar kalung ini jadi kau tunggulah aku diluar" balas Yoshiaki



"B-baiklah" balas Kimiko



Kimiko pun berjalan keluar toko, dia menunggu Yoshiaki diluar toko.



Beberapa menit setelah itu, akhirnya Yoshiaki keluar dari toko tersebut.



"Apa sudah selesai?" Tanya Kimiko



"Iya, aku sudah selesai membayarnya" balas Yoshiaki



"Kalau begitu ayo kita lanjutkan perjalanan kita" ucap Kimiko



"Yeah" balas Yoshiaki



Yoshiaki dan Kimiko kembali melanjutkan perjalanan mereka, sudah banyak toko-toko yang mereka kunjungi.


Dalam perjalanan mereka baik Kimiko dan Yoshiaki sama-sama terus melemparkan senyum lebar mereka.


Sambil tertawa riang menjelajahi ibu kota ini.



Tanpa mereka sadari, hari sudah semakin sore.


Matahari mulai terbenam, dan langit menampakan warna orange pertanda jika senja sebentar lagi datang



"Kimiko,bagaimana jika kita pergi melihat sunset?" Tanya Yoshiaki



"Ide yang bagus Yoshiaki, aku ingin sekali melihatnya" balas Kimiko



Kimiko dan Yoshiaki berjalan menuju ke pesisir pantai.


Disana mereka dapat leluasa melihat pemandangan sunset yang jarang mereka lihat karena kesibukan mereka.



"Yoshiaki lihat, mataharinya akan segera tenggelam" riang Kimiko



"Kau benar" balas Yoshiaki



Pandangan Kimiko terus menghadap kearah matahari tersebut, ingin melihat lagi bagaimana matahari terbenam diujung pantai.



Udara dingin mulai berhembus menerpakan rambut mereka berdua.



"Hari ini benar-benar menyenangkan, sudah lama aku tidak segembira ini. Terimakasih banyak Yoshiaki" ucap Kimiko dengan penuh ketulusan dan tak luput senyuman manisnya.



Yoshiaku kembali tersipu melihat Kimiko tersenyum lagi padanya, ditambah beberapa helai rambutnya yang terhembus menambah kecantikan Kimiko.



Kimiko kembali memfokuskan pandanganya kearah matahari tersebut.



"Kimiko.." panggil Yoshiaki dengan lembut



Kimiko kemudian menolehkan wajahnya kearah Yoshiaki saat Yoshiaki memanggil namanya.



"Ada ap-"



Cup...



Kimiko membelakkan matanya, sebelum dia berhasil menyelesaikan ucapanya.



Tiba-tiba Yoshiaki mencium bibirnya.



Kimiko benar-benar terkejut saat Yoshiaki tiba-tiba menciumnya seperti ini.



Wajah Kimiko kembali memerah atas apa yang dilakukan oleh Yoshiaki.



Tak pernah ia sangka, jika Yoshiaki akan berani melakukan hal seperti ini.



Perlahan Yoshiaki mulai melepaskan ciumanya.

__ADS_1



Kimiko masih sangat terkejut dan malu dengan apa yang barusan dilakukan oleh Yoshiaki



"Y-y-yoshiaki a-apa y-yang kau lakukan?" Tanya Kimiko masih setengah gugup sambil memegang bibirnya yang baru saja dicium oleh Yoshiaki



Kimiko dapat melihat dengan jelas wajah Yoshiaki saat ini sedang sangat serius bahkan masih ada sedikit rona diwajahnya itu.



"Kimiko..." panggil Yoshiaki



"...." Kimiko masih tidak menjawab, dirinya masih sangat syok



"Aku...aku menyukaimu Kimiko" ucap Yoshiaki tanpa keraguan sedikit pun



"...." Kimiko kembali dikagetkan oleh ucapan Yoshiaki barusan, dirinya masih belum bisa tenang akibat ciuman tadi dan sekarang jantungnya kembali berdegup kencang.



Kimiko masih belum percaya dengan apa yang barusan terjadi, dia masih sangat syok sekali.



"Y-yoshiaki k-kau s-sedang bercanda bukan?' Tanya Kimiko memastikan, jantungnya masih berdegup dengan kencang



"Aku serius Kimiko, ucapanku bukan main-main. Aku benar-benar menyukaimu. Aku mencintaimu Kimiko" balas Yoshiaki dengan nada sedikit ia tegaskan walaupun masih dengan sedikit nada lembutnya



"T-tapi-" belum menyelesaikan ucapanya, Yoshiaki tiba-tiba memotong ucapan Kimiko



"Awalnya aku ingin menikah denganmu agar bisa lebih mempererat hubungan persahabatan dan kerjasama antara kerajaan Mizumitakai dan Kerajaan Miyamoto. Tapi setelah bertemu dan mengenalmu sampai sekarang, entah kenapa setiap bersamamu hatiku tiba-tiba bergejolak. Setiap kali aku bersamamu, aku selalu dapat merasakan perasaan yang selama ini sudah hilang. Aku tak pernah merasakan perasaan seperti ini setelah ayahku meninggal. Kau selalu tersenyum padaku dan membuatku ingin sekali memiliki senyummu. Aku sangat senang dan bahagia sekali ketika bisa bersamamu. Aku tidak pernah merasakan suatu perasaan seperti ini. Jantungku berdegup dengan kencang setiap kali kau tersenyum padaku. Aku benar-benar menyukai senyumanmu. Entah kenapa setiap kali kau tersenyum, hatiku selalu merasa tenang dan bebas dari semua beban yang pernah ada. Awalnya aku benar-benar tidak mengerti dengan semua ini. Tapi akhirnya aku mengerti sekarang, ini adalah perasaan kasih sayang dan cinta. Aku jatuh cinta padamu Kimiko" ucap Yoshiaki



"Y-yoshiaki b-benarkah itu?" Tanya Kimiko



Mata Kimiko mulai berbinar-binar, terlihat sedikit air mata yang menggenang dikedua matanya.



"Kimiko.."



"K-kenapa?" Tanya Kimiko



"Bisa ulurkan tanganmu?"



Kimiko tidak menanyakan alasan kenapa Yoshiaki memintanya mengulurkan tangan, Kimiko langsung saja menuruti kemauan Yoshiaki.


Kimiko mengulurkan tangan-nya kepada Yoshiaki..



Yoshiaki pun menerima uluran tangan tersebut



Tangan satunya mengambil uluran tangan Kimiko kemudian tangan satunya lagi seperti menggenggam sesuatu..



"Kimiko.. aku ingin memberikan sebuah hadiah padamu" ucap Yoshiaki



"Hadiah?" Heran Kimiko



Yoshiaki mengangguk sebagai balasanya.



Dia pun mengeluarkan hadiah tersebut, hadiah itu tengah berada digenggamanya.



Perlahan Yoshiaki mulai memperlihatkan genggamanya sehingga Kimiko dapat melihat jelas apa hadiah yang dimaksud oleh Yoshiaki.




Tanpa ragu Yoshiaki langsung memakaikan Hadiah tersebut dijari manis Kimiko.


Hadiah yang dibawa Yoshiaki untuk Kimiko tidak lain adalah sebuah cincin emas.



Setelah cincin itu berhasil dipasang dijari manis Kimiko, kemudian tiba-tiba Yoshiaki menarik uluran tersebut kemudian mencium cincin yang sudah terpasang dijari manis Kimiko.



Kimiko sendiri hanya terperangah kaget dengan apa yang dilakukan oleh Yoshiaki.


Dia kembali merona saat Yoshiaki memberikanya sebuah cincin dan memakaikanya dijari manisnya dan dia juga sampai mencium jarinya lebih tepatnya cincin yang baru saja dipasang dijari manisnya.



Cup..



Kimiko untuk kesekian kalinya kembali merona, masih juga syok dengan yang terjadi hari ini.



Yoshiaki melepaskan ciuman dijari Kimiko kemudian menggenggam kedua tangan Kimiko



"Kimiko.."



"Y-ya?" jawab Kimiko masih sedikit belum tenang akibat terkejut.



"Maukah kau terus membuatku tersenyum dan bahagia. Maukah kau menemaniku dan terus berada disisiku selama roda waktu terus berputar. Maukah kau terus menggenggam tangan ini dan menuntunku kesebuah jalan yang benar. Bolehkah....


Bolehkah aku memiliki senyuman hangatmu."



"Yoshiaki..." air mata Kimiko sudah tidak bisa terbendung lagi.



"Kimiko maukah kau menikah denganku dan hidup bersamaku dalam suka maupun duka. Maukah kau menjadi istri dan menjadi ibu dari anak-anakku kelak. Aku benar-benar menginginkanmu, aku jatuh cinta padamu Kimiko" ucap Yoshiaki tanpa keraguan sedikitpun



Dari tatapan matanya, tak ada keraguan sama sekali. Dia benar-benar mengatakannya dengan tulus dan jujur.



Tidak ada kebohongan dimatanya.



Air mata Kimiko kembali mengalir lebih deras dari sebelumnya, lalu tiba-tiba dia langsung memeluk Yoshiaki



Yoshiaki pun membalas pelukan tersebut, kini pelukanya lebih erat dari sebelumnya.


Seperti benar-benar tidak ingin kehilangan Kimiko.



"Kimiko..."



Kimiko masih terus terisak dalam pelukanya, dia bahkan memeluk Yoshiaki dengan sangat eratnya.



"Yoshiaki.. a-aku juga ingin selalu bersamamu disetiap waktu.


Aku ingin membuatmu bahagia dan selalu tersenyum setiap hari. Aku mau menikah denganmu, aku mau menjadi istrimu dan menjadi ibu dari anak-anakmu kelak! Aku ingin, sangat ingin.." balas Kimiko masih dalam pelukan



Yoshiaki membelakkan matanya, air matanya tiba-tiba keluar saat mendengar jawaban Kimiko.



Yoshiaki menyembunyikan wajahnya dipundak Kimiko dan semakin mempererat pelukan tersebut.



"Terimakasih Kimiko" balas Yoshiaki



♢ ♢ ♢

__ADS_1



Karena hari sudah malam, Yoshiaki dan Kimiko pun memutuskan untuk segera kembali ke kastil.



"Hari ini menyenangkan sekali terimakasih Yoshiaki" ucap Kimiko



"Aku juga, terimakasih Kimiko. Hari ini benar-benar menyenangkan bisa menghabiskan waktu bersamamu" ucap Yoshiaki



Yoshiaki dan Kimiko saat ini sedang dalam perjalanan menuju kastil.


Mereka terus bergandengan tangan, dan Kimiko terus berada dalam pelukan Yoshiaki.



Hari sudah malam sehingga suhu sekitar berubah drastis menjadi dingin.


Kimiko sedikit kedinginan karena ia belum terlalu terbiasa dengan suhu diluar kastil.


Didalam Kastil walaupun hari sudah malam, tapi rasanya masih tetap hangat.



"Tanganmu mulai dingin, sebaiknya kita segera sampai dikastil. Jangan sampai kau sakit" ucap Yoshiaki sambil mempererat genggamanya



"B-baiklah" ucap Kimiko masih kedinginan



"Kau baik-baik saja?" tanya Yoshiaki



"Iya aku baik-baik saja, hanya saja aku sedikit kedinginan" ucap Kimiko



Yoshiaki sedikit khawatir dengan keadaan Kimiko, ia bisa merasakan jika tangan Kimiko saat ini dingin dan sedang menggigil



Bahkan jalan Kimiko sedikit melambat, ia tau Kimiko pasti sedang kedinginan dan kelelahan.


Itu pasti karena aktivitas jalan-jalan tadi yang menguras sedikit tenaganya.



Yoshiaki melepaskan genggamanya kemudian berjongkok tepat didepan Kimiko



"A-apa yang kau lakukan?" Tanya Kimiko



"Aku tau kau pasti sudah kelelahan. Maka dari itu aku akan menggendongmu" ucap Yoshiaki



"T-tidak perlu repot-repot seperti ini, lagi pula kita juga hampir sampai dikastil. Aku masih bisa berjalan sampai kekastil kok" balas Kimiko



"Apa kau yakin?" Tanya Yoshiaki



"Tentu saja, asalkan kau selalu berada disisiku. Aku pasti bisa bertahan" ucap Kimiko



Yoshiaki pun kembali berdiri kemudian kembali menggengam tangan Kimiko dan kembali memeluk Kimiko untuk menyalurkan kehangatannya.



"Ini lebih baik dari digendong, terimakasih Yoshiaki" ucap Kimiko



"Bertahanlah sampai kita berhasil kekastil" ucap Yoshiaki



"Iya" balas Kimiko



Kimiko dan Yoshiaki kembali melanjutkan perjalanan mereka untuk bisa segera sampai dikastil.



Setelah beberapa menit berjalan dengan suhu udara dingin yang menusuk kulit mereka, akhirnya mereka sampai didepan kastil.



Disana sudah terdapat 2 orang penjaga pintu gerbang



Salah satu penjaga kemudian menyadari keberadaan mereka..



"Yang mulia Yoshiaki dan Yang mulia Kimiko!" Seru salah satu penjaga



Kemudian satu penjaga lainya langsung menengok kearah penjaga yang baru saja berseru



Penjaga 1 yang berseru


Penjaga 2 yang belum tau apa-apa



"Ada apa?!" Tanya Penjaga 2



"Lihat bukankah itu yang mulia Yoshiaki dan yang mulia Kimiko" seru penjaga 1 sambil menunjuk kearah mereka.



Penjaga 2 kemudian mengalihkan pandanganya kearah dimana prajurit 1 menunjuk



"Kau benar" seru penjaga 2



Penjaga 1 dan 2 kemudian berlari menghampiri Yoshiaki dan Kimiko..



"Yang mulia..!" Seru 2 prajurit itu..



"Apa kalian penjaga gerbang kastil?" Tanya Yoshiaki



"B-benar yang mulia, kami penjaga gerbang kastil dimalam hari" balas penjaga 1



"Yang mulia Yoshiaki, apa yang mulia Kimiko baik-baik saja. Wajahnya terlihat pucat" ucap Prajurit 2 yang khawatir dengan kondisi Kimiko



"Dia baik-baik saja, dia hanya kedinginan saja. Apa kalian bisa mengambilkan sesuatu yang bisa membuat Kimiko menjadi hangat?" Tanya Yoshiaki



"Ahh, saya memiliki sebuah selimut yang saya bawa tadi. Saya meletakkan selimut itu didekat gerbang untuk jaga-jaga jika nanti saya kedinginan. Saya akan mengambil selimut ini untuk yang mulia Kimiko" ucap penjaga 2



"A-apa tidak apa-apa? B-bukankah kau juga membutuhkan selimut itu untukmu?" Tanya Kimiko masih sedikit kedinginan dan lemas



"Saya memang membutuhkanya, tapi yang mulia Kimiko lebih membutuhkanya dari pada saya. Tunggu, akan saya ambilkan" ucap penjaga 2



Penjaga 2 kemudian pergi untuk mengambil selimut tadi..



"Yang mulia, kenapa anda bisa pulang selarut ini?" Tanya prajurit 1



"Kami terlalu bersenang-senang hingga lupa waktu. Itulah alasan kami terlambat pulang" balas Yoshiaki



"Yang mulia..?"



》NEXT CHAPTER《



Eits! sebelum scroll ke chapter selanjutnya


Jangan lupa tinggalkan Komentar dan beri Like agar author semangat melanjutkan ceritanya 😉


__ADS_1




__ADS_2