
Dia tidak akan membiarkan anaknya celaka walaupun ia sendiri harus merasakan rasa sakit ini
"Aarrgghh"
Kimiko terus dan terus mengejan untuk mendorong banyinya keluar..
"Kimiko semangatlah sayang" ucap parau Makoto yang sudah tidak kuat melihat penderitaan Kimiko kali ini.
Kimiko hampir kehilangan kesadaranya sedikit demi sedikit..
Tapi dia mencoba bertahan semaksimal mungkin..
"Aarrrrggghhh"
"Bagus, terus yang mulia jangan menyerah. Saya sudah bisa melihat kepala bayinya" ucap sang tabib
'T-tinggal sedikit lagi, akuu h-harus bisa bertahan. J-Yoshiaki sebentar lagi anak kita akan lahir' batin Kimiko
"Aaaarrrrgggggghhhhh!!!!!"
Dorongan terakhir pun dia lakukan dengan seluruh kekuatan yang dia miliki..
Dan akhirnya..
"Ooeeeekkkk...ooooeeeekkk...oeeekkk.."
Suara bayi yang ditunggu-tunggu pun akhirnya menggelegar diruangan itu.
"Hosh..hosh..hosh..hosh.." Kimiko mengatur kembali nafasnya, tenaganya sudah terkuras habis.
Tapi ketika mendengar tangisan bayinya, entah kenapa rasa sakit yang menyerangnya tiba-tiba menghilang dan digantikan oleh rasa bahagia yang tiada tara.
Matanya berlinang air mata, akhirnya saat yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga.
"Selamat!selamat yang mulia. Akhirnya calon penerus Kerajaan Miyamoto telah lahir. Seorang pangeran pertama dari Miyamoto telah lahir!" Seru sang Tabib sambil menggendong bayinya.
Makoto tak kuasa menahan air mata kebahagiaanya,
Dia benar-benar bahagia saat mendengar tangisan cucu pertamanya.
Apalagi setelah dia bisa melihat langsung cucunya ini.
"D-dia s-seorang p-pangeran?" Tanya Kimiko disela rasa lelahnya
"Benar yang mulia, selamat" balas sang Tabib
Air mata kebahagiaan Kimiko kembali keluar dan membasahi wajahnya
Betapa bahagianya, akhirnya buah hatinya dengan Yoshiaki telah lahir.
Kini keluarganya sudah lengkap..
Sang tabib kemudian membersihkan tubuh bayi tersebut yang masih ada beberapa darah yang menempel padanya.
Dia sangat berhati-hati dalam membersihkanya, Kulit bayi yang baru lahir rawan sekali terluka.
Apalagi kulitnya masih berwarna merah..
Lapisan kulitnya masih sangat tipis sekali.
Setelah membersihkannya, kemudian sang bayi diberikan pada ibunya dan diletakkan didada sang ibu.
Biarkan kulit mereka saling bersentuhan agar sang bayi bisa mulai merasakan sentuhan kulit lembut dari ibunya.
Setelah bayinya diletakkan didadanya, Kimiko perlahan dan dengan lembut membelai sang anak.
"Akhirnya kita bertemu, selamat datang sayang" ucap Kimiko masih dengan linangan air matanya.
♢ ♢ ♢
Yoshiaki dan para pasukanya masih bertahan dan terus berperang melawan musuh.
Sebagian besar dia telah kehilangan pasukanya, mereka gugur demi melindungi tanah air mereka.
"JANGAN TAKUT!! KITA SUDAH SAMPAI PADA TITIK INI!! JANGAN MENYERAH! MASA DEPAN KERAJAAN ADA DITANGAN KITA. TERUS MAJU DAN JANGAN TAKUT MATI!!" Seru Yoshiaki
"BAIK!!" Balas para pasukanya
Para pasukan kemudian dengan semangat membara terus menyerang dan terus menyerang hingga titik akhir pertumpahan darah.
'Aku tidak akan menyerah!Aku akan melindungi kerajaan yang sudah ayah berikan padaku. Aku akan bertanggung jawab demi melindungi kerajaan ini bahkan jika nyawaku menjadi taruhanya. Dan juga... aku memiliki sebuah keluarga yang harus aku lindungi. Aku tidak akan membiarkan kerajaanku jatuh ke tangan musuh!tidak akan!' Batin Yoshiaki
"SERANG!!!!" Teriak lantang Yoshiaki
Mereka terus berperang demi melindungi apa yang harus mereka lindungi, tapi tiba-tiba ditengah pertarungan.
Terjadi sebuah ledakan yang cukup besar..
Duuuaaarrrrr!!!!
Ledakan terjadi tepat digaris depan, sehingga para prajurit yang berada digaris depan terpental dan juga terluka akibat ledakan tadi.
Ledakan tadi membuat pasukan Kerajaan Miyamoto dan Kerajaan Yamamoto terpecah.
Ledakan tersebut membuat batasan diantara Kedua kerajaan itu.
Ledakan besar tadi membuat area sekitar menjadi penuh asap.
"APA INI!???" seru Yoshiaki
Yoshiaki selamat dari ledakan karena sebelum ledakan terjadi dia berpindah posisi menjadi dibagian tengah.
"ADA APA?!!!" seru Yoshiaki
__ADS_1
"Lapor yang mulia! Telah terjadi sebuah ledakan besar yang membuat para pasukan yang berada digaris terdepan terpecah belah!" Balas salah satu prajurit
"APA?!!" Kaget Yoshiaki
Dan tak lama kemudian gelombang angin pun datang dengan skala yang cukup besar.
Wwwhuuuuuuussssss!!!!
Yoshiaki dan para pasukan semaksimal mungkin menahan tubuh mereka agar tidak terbawa oleh gelombang angin tersebut.
"Gelombangnya kuat sekali"
Tak butuh waktu yang lama, gelombangnya lun semakim memudar.
"JANGAN LENGAH!TETAP WASPADA JIKA MUSUH KEMBALI MENYERANG!!" Seru Yoshiaki
"BAIK!"
Semua prajurit langsung memasang kuda-kuda..
Asap hitam yang muncul perlahan-lahan mulai menghilang.
Semuanya telah bersedia jika mereka melihat musuh akan menyerang.
Tapi diluar dugaan, setelah asap hitam menghilang. Para pasukan Kerajaan Yamamoto juga ikut menghilang.
"Dimana?Dimana semua pasukan Yamamoto?!" Seru Yoshiaki
Yoshiaki tidak menemukan seorang pun disana, Pasukan Yamamoto seperti lenyap ditelan oleh bumi.
Sampai akhirnya asap hitam mulai memudar, Pasukan Yamamoto benar-benar telah menghilang sepenuhnya.
"Permainan macam apa ini?! Kenapa ditengah pertarungan mereka menghilang? Apakah mereka mundur dan menyerah? Tapi apakah benar mereka melarikan diri?" Gumam Yoshiaki
"PERIKSA DAERAH SEKITAR JIKA KALIAN MENEMUKAN PASUKAN YAMAMOTO SEGERA MELAPOR PADAKU!" Seru Yoshiaki.
Semuanya mulai memeriksa daerah itu, butuh waktu cukup lama karena daerah itu sangat luas.
Mereka terus mencari keberadaan Pasukan Yamamoto, tapi pada akhirnya mereka tak juga menemukan satu pun nyawa dari pasukan itu.
Hari semakin gelap, Pencarian akan menjadi sangat sulit jika dunia menjadi gelap gulita.
Karena sudah dinyatakan jika pasukan Yamamoto mengundurkan diri, akhirnya pencarian dihentika tapi masih terus waspada jika musuh kembali datang dan menyerang.
"BEBERAPA PASUKAN TERUSLAH MENCARI KEBERADAAN MEREKA, SISANYA KALIAN KKUT DENGANKU KEMBALI KE TENDA ISTIRAHAT" Seru Yoshiaki
"BAIK"
Akhirnya setelah mendapat perintah dari Yoshiaki, semua Prajurit akkhirnya membagi sebuah pasukan untuk mencari musuh dan ikut bersama Yoshiaki.
"Baiklah sisanya ayo ikut denganku ke tenda Istirahat, dan lainya terus lah mencari dimana musuh berada" ucap Yoshiaki
"Baik!"
Yoshiaki pun mulai mengendarai kudanya untuk segera kembali ke tenda Istirahat.
Untuk sampai di tenda istirahat, butuh sekitar 1 jam saja.
Tempat istirahat tidak terlalu jauh dari lokasi medan perang.
Saat mereka sampai diTempat Istirahat, para tabib yang sudah Yoshiaki siapkan kemudian berlari menuju para prajurit yang terluka.
"Yang Mulia, Apakah anda terluka?" Tanya salah seorang Tabib.
"Tidak, aku baik-baik saja. Kalian rawat para prajurit yang terluka saja" Balas Yoshiaki kemudian langsung pergi menuju Tendanya
"Y-yang mulia.."
Sebenarnya Yoshiaki hanya mengalami beberapa luka ringan yang didapatnya saat bertarung.
Tapi dia tidak mempedulikan tentang luka tersebut, pikirnya sedikit kacau setelah Musuh secara tiba-tiba menghilang.
"Apa yang sebenarnya mereka rencanakan?"
♢ ♢ ♢
KERAJAAN MIYAMOTO
"Selamat..selamat yang mulia" ucap sang tabib kembali..
"Terimakasih banyak telah membantuku bertemu dengan anakku" ucap Kimiko masih berlinang air mata
"Tidak yang mulia, ini juga adalah tugas hamba. Hamba senang dan ikut bahagia akhirnya penerus kerajaan Miyamoto telah lahir" balas sang tabib..
Kimiko terus mengucapkan syukur dan tak henti-hentinya terus memandang wajah anaknya ini.
"Selamat Kimiko, akhirnya kau menjadi seorang ibu" ucap Ratu Makoto
"Mama terimakasih banyak" balas Kimiko
"Tidak, seharusnya mama yang sangat berterimakasih banyak padamu. Kau telah melahirkan anak pertama Yoshiaki sekaligus pewaris kerajaan ini. Terimakasih karena kau telah memberiku seorang cucu yang sangat manis ini" ucap Ratu Makoto kemudian mencium kening Kimiko.
"Yoshiaki.. benar juga. Bagaimana perasaanya saat dia tau jika sekarang dia sudah menjadi seorang ayah, aku benar-benar ingin tau bagaimana expresinya saat pertama kali menjadi seorang ayah" ucap Kimiko sambil tersenyum bahagia..
"Kita terlalu bahagia menyambut kedatangan pewaris kerajaan ini sehingga kita lupa dengan ayah bayi ini. Yoshiaki perlu diberitahukan berita sangat membahagiakan ini. Dia pasti akan sangat bahagia dan mungkin dia akan tergesa-gesa pulang karena dia tidak sabar melihat anggota keluarganya yang baru" ucap Makoto
__ADS_1
"Aku benar-benar menantikan kedatanganya, dia sudah pergi cukup lama. Aku sangat merindukannya" ucap Kimiko
Braakkk!!! Braaakkk!!!
"Kak Kimiko!!" Seru Yuki yang tiba-tiba berlari dari luar menuju kamar Kimiko.
"Yuki..?!" Kaget Kimiko
"Hosh..hosh..hosh.."
Setelah mendapat kabar tentang persalinan Kimiko, dia langsung saja bangun dari tidurnya dan langsung berlari secepat mungkin ke arah kamar Kimiko.
Bahkan nafasnya tersenggal-senggal akibat dia terlalu terburu-buru.
Bahkan dia sempat menabrak beberapa prajurit karena sangat tergesa-gesa.
"Y-yuki kau sudah bangun?" Tanya Makoto
"Hosh..hoshh..b-bayinya bagaimana dengan bayinya?!" Seru Yuki
Kimiko membalas pertanyaan Yuki dengan seulas senyuman..
"Bayinya sudah lahir" balas Kimiko
Yuki kemudian memusatkan perhatianya kearah bayi yang digendong oleh Kimiko.
Dia membelakkan matanya kemudian bersamaan dengan itu, air matanya tiba-tiba keluar..
"Lahir..bayinya benar-benar lahir.. hiks..hiks.. akhirnya bayinya lahir.. aku sangat senang sekali dan sangat lega akhirnya bayinya telah lahir dengan selamat dan sehat. Aku juga lega akhirnya hiks..hiks.. kak Kimiko juga sehat." Ucap Yuki disela-sela tangis bahagianya.
Baik semua orang yang ada diruangan itu tersenyum bahagia melihat tangisan bahagia Yuki.
"Yuki.." panggil Kimiko
"Ya..?" Balas Yuki
"Kemarilah.." balas Kimiko
Kimiko pun menuruti apa yang diperintahkan oleh Kimiko, dia kemudian berjalan menuju arah Kimiko.
"Ada apa kak?" Tanya Yuki saat sudah sampai disamling Kimiko
"Tangan"
"Tangan? Ada apa dengan tangan?"
"Tanganmu"
"Kenapa dengan tanganku?" Tanya Yuki yang heran dengan ucapan Kimiko
"Ada sesuatu ditanganmu" ucap Kimiko
Yuki langsung saja mengangkat tanganya mengecek ada apa ditanganya.
"Memangnya ditanganku ada ap-.. ehh kakak apa yang kau lakukan?! E-ehh"
Saat Yuki mulai mengangkat tanganya, Kimiko langsung saja memindahkan bayinya ditangan Yuki.
Yuki yang saat itu belum tau rencana Kimiko, tiba-tiba terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Kimiko.
Langsung saja dia memegang bayi tersebut digendonganya dengan sedikit kuat agar bayi tersebut tidak jatuh.
"K-kakak a-apa yang kau lakukan? B-bagaimana jika aku melukainya atau dia jatuh. Kakak dia masih kecil aku-"
"Yuki, apa kau tidak mau mengendongnya?" Ucap Kimiko dengan mata berkaca-kaca..
"T-tentu saja mau, tapi kakak-"
"Baiklah, aku mohon gendong dia sebentar saja. Dia sangat ingin kau menggendongnya." Ucap Kimiko
Yuki pun dengan sangat hati-hati mulai menyamankan gendonganya.
"Dia sangat ringan dan merah" ucap Yuki
Yuki menatap bayi tersebut sebentar kemudian dia mencium kening bayi tersebut.
"Dia benar-benar sangat lembut. Aku sangat bahagia sekali, akhirnya bayi ini lahir. Terimakasih kakak" ucap Yuki
"Iya" balas Kimiko dengan senyuman..
"Ahh ngomong-ngomong dia laki-laki atau perempuan?' Tanya Yuki
"Laki-laki" balas Kimiko
"Benar-benar seperti kakak Yoshiaki, lalu siapa namanya?" Tanya Yuki
"Ah benar juga, kita juga belum tau siapa nama anak ini. Apa kau sudah menyiapkan namanya?" Tanya Ratu Makoto.
"Iya, aku dan Yoshiaki sudah menyiapkan nama untuknya. Karena dia terlahir sebagai seorang Pangeran, maka namanya adalah-"
》NEXT CHAPTER《
Eits! sebelum scroll ke chapter selanjutnya
Jangan lupa tinggalkan Komentar dan beri Like agar author semangat melanjutkan ceritanya 😉
__ADS_1