
Prian justru tersipu mendengar Zen memuji hadiahnya.
“Penjaga..” Panggil Zen kepada salah seorang Penjaga
“Ya yang mulia”
“Bawa patung ini ke ruanganku, jangan sampai rusak sedikitpun. Kemudian lindungi patung ini dengan kaca pelindung. Minta pengrajin istana untuk membuatnya”
“Baik yang mulia saya mengerti” penjaga itupun membawa hadiah itu dan meletakkanya di ruangan Zen sesuai dengan perintah Zen.
“Lalu hadiah apa yang kau bawa untukku?” Tanya Zen pada Kimiko
“Aku tak memberimu hadiah berupa barang tapi..”
Kimiko menyondongkan sebuah kotak sedang pada Zen.
“Jangan banyak bertanya dan langsung buka saja” Ucap Kimiko seperti tahu jika Zen akan menanyakan isi kotak itu.
Zen pun membuka kotak tersebut.
“Makanan?”
“Bukan makanan biasa, kau tahu ini adalah makanan ciptaanku sendiri. Kau mungkin belum pernah memakanya aku pun juga baru membuatnya pertama kali. Aku pernah ingat jika kau sangat ingin aku memasakkan sesuatu untukmu, jadi aku memasak sesuatu yang special untukmu. lagipula jika kau menginginkan barang aku yakin kau pasti sudah memiliki semuanya. jadi aku memilih membuatkanmu hidangan, Apa kau suka?” Tanya Kimiko
“Terimakasih banyak, boleh ku coba?”
“Tentu saja”
Zen kemudian duduk di salah satu kursi di dekatnya.
Kemudian dia pun mencoba masakan yang di buat oleh Kimiko.
“Ini enak sekali, aku sangat menyukainya” Ucap Zen kemudian sesegera mungkin menghabiskanya dengan lahap.
__ADS_1
“Pelan-pelan saja, tidak aka nada yang merebutnya” Ucap Kimiko
“Tapi ini enak sekali, aku sampai tak mau berhenti mengunyahnya” Ucap Zen.
“Baiklah, habiskan makanan yang masih ada di mulutmu kemudian baru bicaralah. Kau bisa tersedak jika kau makan sambil bicara”
Sebagai balasan ucapanya Zen pun hanya mengangguk setuju.
Tak lama pun makanan buatan Kimiko habis di lahap oleh Zen.
“Terimakasih atas makananya” ucap Zen setelah menghabiskan makananya itu.
“Aku senang kau menyukainya” balas Kimiko
Kemudian tak lama seseorang datang menghampiri mereka kemudian tiba-tiba menarik Kimiko pergi.
“Yo Kimiko!” ucap seorang gadis yang tiba-tiba muncul.
“M-miho..?!” Kaget Kimiko
“Tidak apa-apa”
“Ah pertama saya ucapkan selamat ulangtahun yang mulia” Ucap Miho
“Terimakasih banyak”
“kemudian yang kedua saya minta maaf untuk sekarang saya harus meminjam Kimiko sebentar. Ayo Kimiko kita pergi” Ucap Miho kemudian langsung pergi menarik Kimiko
“T-tunggu M-miho..”
Kimiko pun di bawa pergi entah kemana oleh Miho.
“Siapa dia?” Tanya Zen
__ADS_1
“Teman mama, namanya bibi Miho”
“Bagaimana dia bisa mengenal Kimiko? Padahal wajah Kimiko tertutupi”
“Aku juga tidak tahu, tapi bibi Miho selalu saja bisa mengenali mama walaupun mama sedang menyamar pu. Dulu mama pernah menutupi wajahnya dan rambutnya untuk menghindari bibi Miho tapi bibi Miho bukanya tertipu tapi justru tahu jika itu mama. Padahal aku sendiri yang merupakan anaknya saja tidak mengenalinya”
“Kenapa mamamu menghindarinya?” Tanya Zen
“Ahh itu karena-“
“Yang mulia..”
Tiba-tiba suara seorang lelaki memanggilnya dan memotong ucapan Prian.
Lelaki itu kemudian menghampiri Zen dan Prian.
“Yang mulia senang bertemu denganmu, saya juga ucapkan Selamat Ualngtahun pada anda semoga tuhan memberkati anda”
“Terimakasih banyak”
“Apa yang sedang anda lakukan di sini?” tanya lelaki itu
“Aku sedang istirahat sejenak setelah menyambut para tamu” Balas Zen
“Begitu ya, hm? Siapa anak ini yang mulia?”
“Dia adalah salah satu tamu juga. Dia adalah putra dari temanku” Ucap Zen kemudian memberi aba-aba bagi Prian untuk memperkenalkan diri.
“Salam kepada anda, perkenalkan nama saya adalah Prian. Saya adalah salah satu tamu undangan Pangeran Zen”
》**NEXT CHAPTER**《
__ADS_1
Jangan lupa vote,like dan beri komentar yang mendukung ya :)