Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran

Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran
Episode 2


__ADS_3

Pagi Hari...



Kimiko saat ini sedang pergi bersama dengan teman-temanya yang juga adalah seorang Putri dari beberapa kerajaan tetangga.



Walaupun masih ada kesedihan dihatinya tapi Kimiko sekuat mungkin menutupi kesedihanya dan tetap tersenyum kepada teman-temanya.



Mereka saat ini sedang mengadakan acara minum teh bersama.



Mereka sering melakukanya ketika waktu berkumpul.



Jarang sekali bagi mereka untuk berkumpul karena kesibukan mereka sebagai seorang Puteri.



"Hey Ayako , kudengar kau akan segera menikah ya?" Tanya putri Midori



"Itu benar, dari mana kau tau putri Midori?"



"Aku mendengar kabar itu dari ayahku, katanya putri kerajaan Tanzaki akan segera menikah"



"Lalu, siapa pangeran yang beruntung mendapatkan dirimu Ayako?" Tanya putri Shanika



"Pangeran Archelaus" jawab Ayako



"Heh, kau serius?" Tanya Mayumi



"Mana mungkin aku bercanda bukan" balas Ayako



"Kau beruntung sekali, kudengar Pangeran Archelaus itu pernah mengalahkan seekor singa diumurnya yang ke-9 tahun" ucap Midori



"Hebat, dia benar-benar keren" puji Shanika



"Tentu saja" balas bangga Ayako



"Selain Pangeran Archelaus masih ada 1 pangeran yang lebih keren darinya" seru Maria



"Hm? Memangnya siapa lagi yang lebih keren dari Pangeranku?" Tanya Ayako dengan nada ejeknya.



Maria mulai menyipitkan matanya.



"Pangeran Yoshiaki dari kerajaan Miyamoto" balas Maria



Seketika senyum yang tadi dipaksakan oleh Kimiko mulai memudar saat mendengar nama Pangeran Yoshiaki.



Bukan, dia bukannya benci mendengar nama itu. Tapi dia hanya terkejut saja.



"Benar juga, kudengar dia diangkat menjadi pemimpin dari kerajaan Miyamoto diumurnya yang ke-10 tahun tepat setahun setelah kematian Raja Miyamoto. Dia bahkan pernah mengalahkan 5 kerajaan dalam umur yang ke-14 tahun-nya." Sambung Shanika



"Bukan hanya itu saja, kudengar Pangeran Yoshiaki itu memiliki paras yang sangat tampan. Bahkan ada yang bilang, saat dia menyibakkan rambutnya saja karisma seorang lelaki sejati muncul." Sambung Midori



"Apa benar dia sekeren itu?" Tanya Ayako



" Aku juga pernah mendengar rumor seperti itu, awalnya kupikir mereka hanya omong kosong saja. Tapi yang mereka katakan memang benar.


Pernah Pangeran Yoshiaki datang ke-kerajaanku, saat itu aku penasaran apakah yang dirumorkan itu benar atau hanya omong kosong belakang.


Aku menyelinap dan mengintip keruangan Ayah, karena saat itu ada Pangeran Yoshiaki sedang berbicara dengan ayah. Dan ternyata memang benar, dia benar-benar memiliki paras yang tampan😍. Bukan hanya itu saja, saat dia bicara serius pun wajah tampanya bertambah. Kau tau, mungkin aku akan benar-benar menjadi gila jika terus memandang wajah itu. Dia benar-benar keren sekali" ucap putri Rachel tanpa sadar wajahnya mulai memerah dengan sendirinya.



"Benarkah!?" Seru Ayako



"Kau tau, aku tidak akan berbohong seperti ini.


Dia benar-benar seorang pangeran pujaan hati.


Seorang Pangeran impianku" ucap Rachel tanpa sadar



"Tidak! Pangeran Yoshiaki itu adalah Calon suamiku tau!" Seru Maria



"Bukan! Dia itu pasti adalah takdir masa depanku.


Siapa juga yang tidak beruntung mendapatnya sebagai pendamping hidup" seru Mayumi



"Tidak, dia itu milikku!" Seru Midori



"Jangan terlalu percaya diri! Dia itu pasti akan menjadi milikku!"



"Kau itu yang terlalu percaya diri, dia adalah suamiku tau!"



"Tidak dia adalah punyaku!"



"Dia itu milikku!"



"Kumohon, jangan memperebutkan suamiku!"



"Apa maksudmu!"



"Dia itu miliku"



"Bukan!!"



"...."



"...."



Baik Ayako maupun Kimiko mereka tidak ikut bertengkar atau mempermasalahkan hal ini.


Sebenarnya Ayako sangat tertarik dengan perdebatan ini, tapi dia juga sudah mempunyai calonya sendiri.



"Putri Kimiko, kenapa sedari tadi kau tidak mengatakan sepatah katapun?"



"Maaf, aku sedang tidak enak badan. Lebih baik aku pulang dulu. Titip salamku pada mereka ketika mereka selesai bertengkar. Sampai jumpa Putri Ayako" ucap Kimiko



"B-baiklah, semoga kau cepat pulih" ucap putri Ayako



"Baiklah, terimakasih" balas Kimiko kemudian pergi meninggalkan teman-temannya.



♢ ♢ ♢




Kerajaan Mizumitakai



Putri Kimiko akhirnya kembali ke-kastil setelah acara minum teh itu berakhir dengan pertengkaran kecil teman-temanya.



Dia menaiki kereta kuda dan mulai memasuki wilayah kastil.



Tapi suasana Kastil tampak sedikit berbeda, karena tiba-tiba jumlah prajurit penjaga meningkat tidak seperti biasanya.



Bahkan ada beberapa prajurit yang memakai seragam berbeda dengan yang lainya.



"Ada apa ini?" Gumam Kimiko



Putri Kimiko turun dari kereta dan mulai berjalan memasuki kastil.



"Selamat datang kembali putri Kimiko" seru salah satu Prajurit.



Kimiko hanya menanggapinya dengan anggukan kepala.



"Ngomong-ngomong ada apa ini? Kenapa penjagaan diperketat seperti ini?" Tanya Kimiko



Sang prajurit hanya memasang wajah herannya.



"Maaf tuan Putri, apakah yang mulia raja sudah memberitahukan hal ini pada anda?" Tanya sang prajurit

__ADS_1




"Memberitahukan tentang apa? Jika kau tau sesuatu, katakan padaku sekarang juga" balas Kimiko



"putri Kimiko, saat ini kerajaan Mizumitakai sedang kedatangan sebuah tamu yang sangat penting"



"Tamu? Siapa?" Tanya Kimiko



"Dia berasal dari kerajaan Miyamoto, beliau adalah Pangeran Yoshiaki Von miyazaki" balas prajurit itu



Kimiko membelakkan matanya, baru tadi dia mendegar sesuatu tentang Pangeran Yoshiaki dan sekarang jutru kerajaanya didatangi oleh pangeran Yoshiaki sendiri.



"K-kau serius?" Tanya Kimiko



"Maaf yang mulia, saya tidak punya keberanian untuk membohongi tuan Putri" balas Prajurit.



"K-kenapa dia datang kemari?" Tanya Kimiko



"Maaf yang mulia, saya juga tidak mengerti. Dan juga, Yang mulia pangeran Yoshiaki tidak datang sendirian" ucap Prajurit



"Apa maksudmu?"



"Selain Pangeran Yoshiaki, Ratu Makoto Von Miyazaki juga datang bersama beliau" balas sang prajurit



"Ratu Makoto, maksudmu Ibu Pangeran Yoshiaki?!" Ucap Kimiko



"Benar yang mulia" balas sang Prajurit



Kimiko tidak menyangka, jika Pangeran Yoshiaki akan datang kemari secepat ini. Bahkan Ratu Makoto juga ikut bersamanya.



Dirinya juga masih belum menjawab, apakah dia menerima pertunangan ini atau menolak pertunangan ini.


Tapi jika pertunangan ini ditolak, kemungkinan kerjasama yang sudah dijalin oleh kerajaan Mizumitakai dan Kerajaan Miyamoto akan berakhir dengan jawaban egois dari Putri Mizumitakai.



Kimiko semakin bingung, kepalanya sangat sakit memikirkan ini semua.



Lalu tiba-tiba dia teringat oleh kata-kata temanya tadi..



"Benar juga, kudengar dia diangkat menjadi pemimpin dari kerajaan Miyamoto diumurnya yang ke-10 tahun tepat setahun setelah kematian Raja Miyamoto. Dia bahkan pernah mengalahkan 5 kerajaan dalam umur yang ke-14 tahun-nya."



"Bukan hanya itu saja, kudengar Pangeran Yoshiaki itu memiliki paras yang sangat tampan. Bahkan ada yang bilang, saat dia menyibakkan rambutnya saja karisma seorang lelaki sejati muncul."



"Siapa juga yang tidak beruntung mendapatnya sebagai pendamping hidup"



Kimiko sedikit merenungkan kata-kata temanya tadi.



"Apakah aku benar-benar beruntung mendapatkanya. T-tapi aku masih belum siap untuk menikah denganya" ucap Kimiko



Kimiko mulai berjalan menjauhi pintu depan kastil, dia berniat ingin menjauh dari kastil untuk sementara waktu.



"Putri kimiko!" Panggil seseorang



Kimiko yang mendengar namanya dipanggil, kemudian berbalik dan melihat siapa yang baru saja memanggilnya



"M-mama?" Kaget Kimiko



Ratu Yuna tiba-tiba muncul dan memanggil putri Kimiko



"Kau mau kemana Kimiko?" Tanya Ratu Yuna



Ratu Yuna mulai berjalan menghampiri Putri Kimiko



"A-aku ingin pergi keluar sebentar" balas Putri Kimiko




"Maafkan aku mama, tapi aku benar-benar masih belum siap jika harus menikah denganya" balas Kimiko



"Apa maksudmu?" Tanya Ratu Yuna



"Mama! J-jika aku menolak pertunangan ini. Memang apa yang akan terjadi"



"Kau tau, Dalam hal ini. Kehormatan Ayahmu dan Kerajaan ini akan dipertaruhkan. Kau tau maksud mama bukan?" Jawab Ratu Yuna



"Tapi aku-"



Ratu Yuna menepuk pundak Putri Kimiko mencoba untuk menenangkan Kimiko.



"Tapi kami akan mendukung apapun keputusanmu. Pilihlah mana yang menurutmu benar. Kami akan selalu mendukungmu sayang" ucap Ratu Yuna



"Mama..."



"Jika menurutmu pertunangan ini salah, maka batalkanlah. Dan jika kau berubah pikiran, maka setujuilah pertunangan ini. Kami selalu ada disisimu untuk mendukung semua keputusanmu sayang" ucap Ratu Yuna



Kimiko mengepalkan tanganya dengan cukup kuat.


Pilihan mana yang harus dia berikan, belum lagi ini masih terlalu mendadak.


Putri Kimiko masih belum memikirkan jawaban apa yang akan diberikan.



"Baiklah, sebaiknya kita segera masuk. Ganti pakaianmu dan kita akan pergi menemui mereka berdua. Mereka sudah menunggu kita" ucap Ratu Yuna



"Iya mama" balas Putri Kimiko



Putri Kimiko dan Ratu Yuna akhirnya masuk kedalam kastil.



Setelah mengganti pakaianya, Ratu Yuna dan Putri Kimiko berjalan menuju ke Ruang Pertemuan.



"M-mama aku benar-benar gugup sekali" ucap Kimiko



"Tenanglah Kimiko, mama ada disini" balas Ratu Yuna



Sampailah mereka didepan Pintu Ruang Pertemuan.



2 Prajurit penjaga pintu mulai membukakan pintu untuk mereka.



"RATU YUNA DAN PUTRI KIMIKO TELAH DATANG KERUANG PERTEMUAN" seru salah seorang prajurit



Mereka pun mulai memasuki Ruang Pertemuan, dan benar disana sudah ada ayahnya dan 2 orang tak dikenalnya.



'I-itu pasti Ratu Makoto' batin Kimiko saat melihat seorang wanita berpakaian anggun dengan mahkota dikepalanya.



Dia bisa melihat Ratu Makoto namun tidak dengan Pangeran Yoshiaki. Pangeran Yoshiaki tidak berbalik dan menatapnya. Dia masih berdiri tegak menghadap ke depan.



Ratu Makoto berjalan menghampiri mereka berdua, lebih tepatnya menghampiri Putri Kimiko



"Apakah kau Putri Kimiko Von Kiyomizu ?" Tanya Ratu Makoto



"Benar yang mulia Ratu" balas Kimiko dengan sedikit membungkukkan tubuhnya.



"Seperti yang ayahmu katakan, kau benar-benar sangat cantik" balas Ratu Makoto



"Terimakasih atas pujianya yang mulia Ratu" balas Kimiko sesopan mungkin



Ratu Makoto mulai mendekati Putri Kimiko dan tiba-tiba mengecup kening Putri Kimiko



Putri Kimiko dibuat kaget dengan apa yang dilakukan oleh Ratu Makoto.


__ADS_1


"Kenalkan, Namaku adalah Makoto Von Miyazaki. Aku adalah Ratu dari kerajaan Miyamoto sekaligus adalah Ibu dari Pangeran Yoshiaki" balas Ratu Makoto



"Baik, salam kenal yang mulia. Saya adalah Kimiko Von Kiyomizu, saya seorang putri dari kerajaan Mizumitakai sekaligus Putri pertama dari Raja Hosiko" balas Kimiko



"Kau pasti sudah tau. Alasan kedatanganku datang kemari bukan?"



"Iya, saya sudah mengerti yang mulia" balas Kimiko dengan sedikit nada lemah.



"Baiklah"



Putri Kimiko menundukkan kepalanya, dia masih sangat gugup dan canggung sekali.



Saat menundukkan kepalanya, dia bisa melihat kaki seseorang sedang melangkah menuju dirinya.



'Gawat, apakah dia pangeran Yoshiaki? Aku tidak punya keberanian untuk menatapnya' batin Kimiko masih dalam posisi menunduknya.



Langkah kaki tersebut terhenti tepat didepan Kimiko.


Kimiko sendiri semakin takut dan gugup dengan situasi seperti ini.



Tangannya terkepal cukup kuat menahan rasa gugupnya ini.



"Putri Kimiko" panggil Pangeran Yoshiaki dengan nada tegasnya



"I-iya" balas Kimiko masih setengah gugupnya.



'A-apa ini Pangeran yoshiaki?dari suaranya,sepertinya dia orang yang dingin dan tegas' batin Kimiko



"Angkatlah wajahmu, dan perlihatkan wajahmu padaku" balas PangeranYoshiaki



Putri Kimiko semaksimal mungkin mencoba untuk mengendalikan rasa gugupnya, kemudian sekuat tenaga mencoba mengangkat wajahnya.



Saat wajahnya mulai terangkat, tiba-tiba dia membelakkan matanya saat pertama kali melihat wajah dari Pangeran Yoshiaki.



Ternyata benar, yang dikatakan oleh teman-temanya bukan hanya omong kosong belakang.



Pangeran Yoshiaki memang memiliki paras yang tampan, tatapan matanya seakan menghipnotis siapapun yang menatapnya.



Putri Kimiko sempat terpesona oleh Pangeran Yoshiaki tapi rasa gugupnya kembali mengguncang dirinya.



"P-p-pangeran Yoshiaki?" Ucap Kimiko tanpa disadarinya



Pangeran Yoshiaki tersenyum saat melihat wajah Putri Kimiko.



'T-tersenyum?' Batin Kimiko



"Benar, Aku adalah Pangeran Yoshiaki von Miyazaki ." Balas Pangeran Yoshiaki tak luput dengan senyumanya yang membuat dunia seakan terlahir kembali.



'A-aku benar-benar tidak mengerti dengan dia' batin Kimiko



"Putri kimiko..." panggil Raja Hosiko



"Iya Yang Mulia" balas Putri Kimiko



Raja Hosiko berjalan menghampiri Putri Kimiko dan Pangeran Yoshiaki.



"Seperti yang kukatakan kemarin, Kau putri Kimiko akan ditunangkan dengan Pangeran Yoshiaki Von Miyazaki. Bagaimana menurutmu? Akankah kau menyutujui Pertunangan ini?" Tanya Raja Hosiko dengan tegas



Putri Kimiko sendiri justru bingung harus menjawab apa, dia sendiri masih belum menemukan jawabanya.



Putri Kimiko bungkam seribu kata, ia bingung apa yang harus dia katakan saat ini.



"Yang mulia Raja Hosiko" ucap Pangeran Yoshiaki



"Ada apa Pangeran Yoshiaki?" Tanya Raja Hosiko



"Mungkin ini terlalu mendadak bagi tuan Putri Kimiko, dia pasti masih belum menemukan jawabannya. Kami bahkan belum saling mengenal satu sama lain. Untuk kali ini, ijinkan saya untuk lebih mengenal Putri Kimiko lebih dekat. Saya juga tidak terlalu terburu-buru menginginkan jawaban dari Putri Kimiko. Jadi, Biarkan Putri Kimiko memikirkan ini terlebih dahulu, karena ini juga menyangkut masa depanya" balas Pangeran Yoshiaki



"Apakah benar begitu Putri Kimiko?" Tanya Raja hosiko



Kimiko hanya membalas perkataan ayahnya dengan anggukan kepala.



"Baiklah, Kalau begitu Putri Kimiko kau ku beri waktu untuk memikirkan apa jawaban yang akan kau berikan. Pikirkan ini baik-baik" balas Raja Hosiko



"B-baik Yang Mulia" balas Putri Kimiko



Putri Kimiko sedikit merasa lega karena akhirnya dia diberi waktu oleh ayahnya untuk memikirkan hal ini dengan baik.



Ia kemudian melirik Pangeran Yoshiaki kemudian sekejap mereka saling bertatapan.


Dalam tatapanya, Putri Kimiko sangat berterimakasih pada Pangeran Yoshiaki.



'Terima Kasih banyak Pangeran Yoshiaki' itulah kata yang dapat diungkapan dari tatapan Putri Kimiko.



♢ ♢ ♢



Setelah pertemuan berakhir, Putri Kimiko memutuskan untuk jalan-jalan mengitari kastil.


Dia saat ini sedang mencoba merilekskan pikiranya dari berbagai beban.



Putri Kimiko juga saat ini sedang memikirkan tentang jawaban yang harus dia berikan pada Pangeran Yoshiaki.



"Apa aku cocok menjadi selir Pangeran Yoshiaki?" Tanya Kimiko pada dirinya sendiri.



"Pangeran Yoshiaki sepertinya orangnya sangat baik. Tapi apa aku pantas mendapatkan orang sepertinya? Banyak orang yang mengaguminya T_T sedangkan aku, aku hanya putri biasa yang kerjaanya hanya membuat masalah semua orangT_T memang buruk" ucap Kimiko merenungkan semuanya..



Meongggg



Meonggg



Meonggg



"Suara kucing?" Heran Kimiko



Kimiko melirik ke sekitar mencoba mencari sumber suara ini.



"Dimana kucingnya?"



Kimiko mencari-cari keberadaa kucing tersebut, dia mulai berjalan menuju kesumber suara.



"Suaranya semakin keras" gumam Kimiko



Kimiko mulai mendekati asal suara.



"Ahh ketemu, memang benar ada kucing" ucap Kimiko



"Tapi kenapa dia ada dipohon? Apa dia tidak bisa turun?" Heran Kimiko



Kimiko mulai mendekati kucing itu, terlihat kucing ini terus mengeong dan ketakutan.



"Bagaimana ini? Kucing ini sepertinya sangat ketakutan. Aku harus menolongnya"



Putri Kimiko saat ini balkon lantai 2 tepat disamping pohon yang dinaiki kucing tersebut, dia berusaha menggapai kucing tersebut dengan tanganya.



》NEXT CHAPTER《



Jangan lupa tinggalkan Komentar dan beri Like agar author semangat melanjutkan ceritanya 😉

__ADS_1



__ADS_2