Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran

Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran
Episode 58


__ADS_3

----------------------------------------------


“Prian ya, hm?”


“Ada apa tuan?”


“Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” Tanya lelaki itu


“Ini adalah pertemuan pertama kita, bagaimana mungkin saya pernah bertemu dengan anda sebelumnya”


“Namamu sangat familiar sepertinya aku pernah mendengarnya”


“Tuan mungkin saja ada seseorang yang memiliki nama yang mirip dengan saya sehingga anda mengira kita pernah bertemu. Tapi ini adalah pertemuan pertama kita”


“Kurasa kau benar, maafkan saya”


“Tidak apa-apa tuan”


“kalau begitu saya permisi, Prian dan yang mulia” Ucap lelaki itu kemudian pergi dari sana


“Aku jadi penasaran, siapakah seseorang dengan nama persis seperti dirimu” Ucap Zen


“Yah walaupun nama sama tapi berbeda orang. Ngomong-ngomong siapa yang bernama Prian yang di maksud tuan itu”


“Mungkin saja teman atau orang baru yang namanya mirip dengamu” Balas Zen


“Mungkin saja, tapi ngomong-ngomong tuan itu siapa?”

__ADS_1


“Ah dia adalah salah satu perwakilan dari kerajaan lain. Dia merupakan perwakilan dari kerajaan Mizumitakai” Balas Zen


“Mizumitakai?”


“Kerajaan tetangga, tidak terlalu jauh juga dari Fujimoto. Kau pasti tahu”


“Tidak, ini pertama kalinya aku mendengarnya. Seperti apa kerajaanya?” tanya Prian


“Kerajaan yang indah, kau tau Mizumitakai itu selalu di sebut kerajaan biru”


“Kerajaan biru? Kenapa?”


“Karena sebagian wilayah mereka merupakan daerah perairan. Tak jarang di kerajaan itu kau akan heran akan ada banyak sekali hiasan berupa pancuran air di mana-mana”


“Sepertinya kerajaannya hebat”


“Kemudian raja mereka bernama yang mulia Hosiko von Kiyomizu dan Ratu Yuna von Kiyomizu. Aku pernah dengar mereka memiliki seorang anak perempuan tapi aku tidak tau siapa namanya. Yang ku tahu hanya kerajaan itu memiliki seorang putri tapi aku tak tahu siapa namanya” Balas Zen


Malam pun tiba..


Pesta utama akan segera di mulai.


Raja dan Ratu memasuki aula istana, kemudian di susul oleh kehadiran dari yang mulia Pangeran Zen.


Para tamu memberi salam dengan hormat.


“Semoga kejayaan berada di tangan Fujimoto” ucap semua orang

__ADS_1


“Semuanya silahkan nikmati pesta dan jamuan yang kami siapkan untuk menyambut hari kelahiran dari putra kami” Ucap sang Raja


“Baik terimakasih yang mulia raja” balas mereka


Yang mulia Raja dan Ratu pun duduk di singgasana.


“Putraku nikmatilah pesta kali ini, dan jangan coba-coba untuk kabur lagi” ucap Raja


“Aku tahu”


Biasanya pada pesta ulangtahunya, yang mulia Zen pasti selalu kabur ketika acara tiba. Lebih tepatnya hanya nongol sebentar kemudian nyawanya sudah tidak tahu kemana. Dan akan muncul kembali saat pesta segera berakhir. Alasanya simple, dia hanya ingin menghindari pertanyaan soal pernikahanya. Karena pasti ketika pesta berlangsung akan ada bangsawan yag datang menghampirinya dan mulai membahas soal pernikahan. Dan itu membuatnya kesal dan memilih pergi.


Tak lama segerombolan gadis bangsawan datang menghampirinya, dia sudah menduga hal ini. Untuk pesta kali ini, dia benar-benar di kekang oleh ayahnya agar tak kabur ke manapun saat pesta berlangsung.


‘ Menyebalkan sekali, ayah licik mengancamku. Jika aku kabur lagi, aku akan benar-benar dikurung. Itu sudah biasa, tapi kali ini jika aku sampai kabur bukan hanya akan di kurung tapi aku akan di pindahkan dari ibu kota dan di pindahkan ke wilayah utara. Jika bukan karena ancaman ini aku pasti sudah pergi dari tadi’ batin kesal Zen


Raja biasanya hanya akan menghukumnya dengan hukuman kurungan atau penambahan kerjaan. Tapi untuk kali ini dia benar-benar sangat tegas sekali.


“Yang mulia Zen, kenapa anda diam saja? Bagaimana jika anda berdansa?”


“Berdansalah denganku yang mulia”


“Akan sangat terhormat jika saya bisa berdansa dengan anda”


“Ijinkanlah saya berdansa dengan anda sekali saja”


》**NEXT CHAPTER**《

__ADS_1


 


Jangan lupa vote,like dan beri komentar yang mendukung ya :)


__ADS_2