Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran

Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran
Episode 36


__ADS_3

Kimiko saat ini sedang menuju ke arah mata air tersebut, jarak antara ibu kota dengan tempat itu memang tidak terlalu jauh tapi jika berjalan kaki akan membutuhkan waktu sedikit lama untuk sampai disana, berbeda jika menaiki kuda yang akan mempersingkat wanktu.


“Aku tidak boleh berhenti sampai disini saja,aku harus segera menyelamatkan Zen “ Gumamnya


Tak terasa malam sudah semakin larut, Kimiko jadi mencemaskan nenek dan putranya, mungkin saat ini dia sudah ketahuan menghilang oleh putranya. Tapi mau bagaimana lagi ini adalah satu-satunya cara yang iapunya.


“Hahh mungkin saat pulang nanti, Prian akan sangat marah padaku” Gumam Kimiko


Sudah 1 jam Kimiko berjalan dan dia baru sampai setengah jalan, jarak mata air tersebut memang akan terasa jauh jika berjalan kaki.


Kimiko sedikit kelelahan, dia pun memutuskan untuk istirahat sejenak mala mini diluar, karena tidak mungkin baginya untuk kembali dan jika dia melanjutkan perjalananya di malam yang sudah sangat larut ini, kemungkinan akan sangat berbahaya. Jadi dia memutuskan untuk beristirahat malam ini.


“Hahh ini pertama kalinya aku pergi keluar dengan sangat larut begini. Dulu saat aku masih bersama papa dan mama jika aku kembali sore pun akan tetap dimarahi, dan saat sudah bersama Yoshiaki jika aku pergi melewatkan makan malam mungkin aku akan mendapat amarah sekaligus hukuman walaupun hukumanya tidak terlalu berat”


Tiba-tiba muka Kimiko menjadi sayu, tanpa sadar dia mengucapkan kalimat itu, entah kenapa tapi kata-kata itu tiba-tiba keluar dari mulutnya.


“Aku sangat merindukanmu Yoshiaki” gumam Kimiko


“Apakah kita bisa bersama lagi sebagai keluarga? Kau, aku dan anak kita”


“Jika dipikir-pikir lagi mungkin aku ini adalah orang yang sangat kejam, aku memisahkanmu dengan Prian bahkan kau masih belum pernah melihat dan menggendong putramu. Bahkan aku juga kejam pada Prian karena aku terus membohonginya jika dia sudah tak memiliki ayah, kau lihat bahkan yang kulakukan ini lebih keji dari apapun. Aku tidak punya pilihan lain, aku terpaksa melakukanya untuk melindungi Prian, jika orang lain tahu Prian adalah anakmu aku takut dia dalam bahaya danlagi saat ini kita berada ditempat yang sangat jauh. Jika kau membenciku hiks..hiks kau berhak melakukanya, karena apa yang kulakukan ini memang sangat kejam. Aku gagal menjadi seorang Ibu dan istri bagi Prian dan dirimu..Hiks..hiks..”

__ADS_1


Kimiko teringat lagi tentang kabar Yoshiaki yang sekarang berubah total, yah ini juga salahnya semua ini adalah salahnya.


“Bahkan kau berubah karena aku, aku benar-benar seperti seorang iblis bukan? Hiks..hiks”


“Tapi aku janji kelak pasti aku akan mempertemukan kalian, walaupun nantinya kalian akan marah,membenciku atau melupakanku. Aku tidak peduli, aku hanya ingin Yoshiaki melihat anak kandungnya dan Prian bisa bersama dengan ayahnya, apapun akan aku lakukan. Ini semua juga kesalahanku,Aku terlalu takut kehilangan Prian sampai aku tak mempercayaimu jika kau selamanya akan melindungiku. Aku benar benar payah bukan? Hiks hiks hiks”


Kimiko teringat kembali tentang Yoshiaki, membuat hatinya terasa sesak dan hancur setiap kali memikirkan kondisi Yoshiaki yang berubah karena dirinya.


“Tapi untuk saat ini aku harus melakukan sesuatu yang sangat penting, Zen adalah orang yang menyelamatkanku dan sudah sepatutnya aku membalas kebaikanya selama ini. Apapun yang terjadi aku harus segera menemukan Zen dan membawanya kembali ke istana.” Ucap Kimiko kemudian menghapus air mata yang masih menggenang dimatanya.


“Aku tidak boleh menangis disaat seperti ini, aku harus berani dan percaya jika aku mampu menyelamatkanya. Aku akan membalas budi pada Zen walaupun ini semua tidak seberapa dengan kebaikan yang dia berikan. Aku akan menyelamatkanya apapun yang terjadi” Ucap Kimiko.


.


.


.


Matahari telah terbangun dan mencoba menampakan dirinya, kini sinar mentari mulai menyinari dunia yang tadinya gelap gulita.


“ ugh..”

__ADS_1


Kimiko terbangun dari tidurnya, sepertinya tidurnya cukup nyenyak sekali.


“Sudah pagi ya” Kimiko bangun dan berdiri dari posisi tidur duduknya ini


Dia kemudian berjalan ke sebuah danau yang letaknya tak jauh darinya.


Dia kemudian mencuci wajahnya dengan air danau itu, beruntung air danau itu tidak berasal dari sumber mata air, sehingga aman untuk digunakan.


“Air ini segar sekali” ucap Kimiko saat merasakan segarnya air itu di wajahnya.


“Tempat ini cukup sunyi dan jarang orang melewatinya, ku rasa akan aman jika aku mandi disini”


Kimiko pun berniat membersihkan tubuhnya, dia melepaskan semua pakaianya dan berendam di danau itu.


“Benar-benar menyegarkan” Ucap Kimiko


Kimiko tak ingin membuang banyak waktu, secepat mungkin dia membersihkan tubuhnya dan kembali memakai pakaianya.


“Sudah cukup aku buang-buang waktu aku harus cepat” Kimiko pun melanjutkan perjalananya menuju kea rah sumber mata air yang didatangi oleh Zen dimana dia menghilang ditempat itu juga.


Kimiko mulai melanjutkan perjalananya menuju kearah sumber mata air tersebut, dia mempercepat langkahnya agar sampai secepatnya tapi kemudian tiba-tiba..

__ADS_1


(Jangan lupa like dan vote ya biar author tambah semangat melanjutkan ceritanya😉 dan juga jangan lupa tinggalkan komentar yang mendukung😁)


__ADS_2