
3 Hari kemudian akhirnya hari ulangtahun Pangeran Zen von Fujihara telah tiba.
Sekarang Istana sedang di adakan pesta meriah menyambut hari kelahiran Pangeran Zen.
Para tamu dari berbagai daerah pun berdatangan, tak hanya itu ada pula tamu dari berbagai kerajaan juga datang ikut memeriahkanya.
Semua pekerja Istana sangat di sibukkan dengan kegiatan pesta ini, bahkan Raja dan Ratu pun sibuk menyambut tamu-tamu penting.
Para tamu tengah menikmati acara jamuanya, kemudian acara inti akan di adakan pada malam hari.
Kini Pangeran Zen sudah genap berumur 32 tahun, yah walaupun di bilang sudah sedikit tua tapi Penampilan Pangeran Zen seperti seseorang berumur 25 tahunan.
Meskipun umurnya telah menginjak 32 tahun tapi Pangeran Zen selalu menolak menerima tawaran menikah dengan alasan tidak ingin menikah atau sedang tidak ingin menikah. Pangeran Zen pernah mau di jodohkan dengan salah satu putri dari bangsawan atas tapi dia justru menolaknya dan kabur setiap orangtuanya membahas perjodohan.
Kini Pangeran Zen sedang berkeliling sambil menyambut para tamu yang hadir.
Dan tak jarang banyak gadis yang langsung menghampirinya dan memberikan ucapan selamat padanya.
“Yang mulia selamat ulangtahun”
“Yang mulia sekarang sudah berumur 32, apa anda tidak ada rencana untuk menikah?”
“Benar juga, bukankah banyak gadis-gadis yang pasti mau jadi istri Pangeran”
“Kapan anda akan mengadakan acara pernikahan?”
“Aku masih belum siap menikah dan masih belum ingin menikah” balas Zen
“hehhh mana mungkin! Anda saja sudah sangat terampil mengurus istana. Umur anda juga sudah tepat untuk menikah”
‘ Ini mulai menjadi menyebalkan, aku harus pergi dari sini’ Batin Zen
“Maaf aku harus menyambut tamu lainya, sampai jumpa” Ucapnya kemudian langsung pergi
__ADS_1
“T-tunggu yang mulia..!” Seru para gadis
Zen pun berhasil kabur dari serangan pertanyaan terhorror baginya.
‘Kapan aku menikah dengan siapa aku menikah itukan terserah aku. Mau menikah atau tidak juga urusanku, aku paling benci jika di beri pertanyaan soal pernikahan. Niat menikah saja aku masih belum punya’ batin kesal Zen
“Hanya mendengar ocehan para gadis itu saja sudah membuatku kelelahan” ucap Zen
Zen kemudian berniat pergi tapi tiba-tiba ada yang memanggilnya.
“Pangeran Zen..”
Suara yang taka sing baginya, langsung saja dia berbalik dan melihat siapa yang datang.
“K-kalian..”
Zen tertegun melihat penampilan Kimiko, dia benar-benar memakai dress pemberianya dan juga memakai gelang pemberian ibunya. Tapi..
“K-kimiko penampilanmu lumayan, tapi kenapa kau memakai masker dan menutupi sebagian wajahmu?” Tanya Zen sweatdrop
“Ha? Kau ini aneh sekali. Lepaskan saja penutup itu, kenapa pakai di tutupi segala. Semuanya jadi sulit untuk mengenalimu”
‘ Bagaimana caraku menjelaskanya, tidak mungkin bukan jika aku mengatakan aku menutupinya dari perwakilan Negara yang datang yang mengenalku sebagai Ratu Miyamoto’
“A-aku tak terbiasa dengan keramaian” Bohong Kimiko
“….”
‘Kumohon percayalah-percaya-percaya’ Batin Kimiko
“Baiklah aku mengerti, tapi akan lebih cocok jika kau melepaskan penutup itu. tapi tak apa jika kau memang tak terbiasa dengan keramaian aku mengerti” balas Zen
“I-iya” balas canggung Kimiko
__ADS_1
“Lalu Prian, apa yang kau bawa itu?Sepertinya sangat berat sekali” tanya Zen melihat sesuatu yang tertutupi kain yang di bawa Prian
“Ah ini adalah hadiah yang aku siapkan untuk anda Pangeran” Ucap Prian kemudian menyerahkan hadiah itu pada Zen.
Zen pun menerimanya dengan senang hati.
“Apa ini?”
“Bukalah yang mulia” Ucap Prian
Zen pun membuka hadiah itu, dia tercengang dengan apa yang ada di balik kain itu.
“I-ini..”
“Patung pohon musim semi, aku membuatnya. Apakah yang mulia suka?” ucap Prian
“Ini indah sekali terimakasih banyak”
Tak sedikit pun para tamu melihat hadiah Prian ini, mereka kagum akan hadiah pemberian Prian untuk Zen.
Pohon musim semi yang di buatnya sangat indah sekali, bahkan hampir seperti nyata.
“Maaf jika hadiah itu tidak sebanding dengan hadiah lain yang lebih baik” Ucap Prian
“Tidak, justru hadiah ini adalah hadiah terbaik dari semua hadiah yang ku terima”
“Kau tahu, Prian mati-matian berusaha membuatnya demi dirimu lho. Bahkan dia mengorbankan waktu bermainya hanya untuk membuat patung ini” Ucap Kimiko
“M-mama..”
“Benarkah? Terimakasih banyak. Aku akan menjaganya, patung ini akan menjadi barang berhargaku dan akan aku kenang selalu karena ini adalah hadiah hasil jerih payamu sendiri. Aku benar-benar menyukainya dan terimakasih banyak” balas Zen
》**NEXT CHAPTER**《
__ADS_1
Jangan lupa vote,like dan beri komentar yang mendukung ya :)