
“Haah ketahuan lagi..” Ucap Ishi
“Baiklah sekarang tinggal Prian..”
Srekk..
Sreekkk..
“Hey apa kal- wuahh kapan kau keluar!!” Teriak Kei
Kei terkejut karena saat dia berusaha mencari keberadaan Prian, Prian justru sudah berada di tempatnya tadi.
“Aku menang lagi hehehe”
“Kau ini hantu ya? Tiba-tiba muncul tanpa aba-aba” kesal Kei
“sembarangan, aku masih hidup begini di katain hantu” Kesal Prian
“itu artinya kau jaga lagi Kei” Ucap Jun
“Ayolah sedari tadi aku sudah berjaga selama 7 kali. Kalian tak mau bergantian..” Ucap Kei memelas
“Salah sendiri kau kalah” Ejek Ishi
“Hey jangan mengejek kau!! Jika bukan karena Prian kalian pasti akan kalah” Kesal Kei
“Sudahlah, kalau begitu sekarang biar aku saja yang jaga” Ucap Prian
“Benarkah..?”
“Hum..”
“Aku hitung ya.. kalian cepat bersembunyi”
“Iya!!”
Tak lama kemudian..
“Baiklah permainan berakhir..”
“Ini belum ada 5 menit tapi kau sudah menemukan kami secepat ini..” Lemas Kei
“Kau pandai sekali bermain petak umpat, menyebalkan sekali. Dari tadi Prian tak bisa di kalahkan. Kalau menjaga cepat sekali menemukan, dan jika bersembunyi sulit sekali ditemukan” Ucap Ishi
__ADS_1
“mau bermain lagi..?” Ucap Prian
“Sudah cukup, istirahat sebentar. Aku lelah..” Ucap Kei
“Aku juga..” Ucap Jun
“Huwaahh ini melelahkan sekali” ucap Ishi
“Benarkah? Tapi bagiku ini sangat menyenangkan sekali”
Hari pun menjelang sore, mereka terlalu asik bermain sampai tidak sadar jika hari sudah mulai petang.
“Cepat sekali sudah mau sore, padahal kita seperti baru bermain sebentar”
“Haa apa maksudmu?! Kita sudah bermain cukup lama, kau tidak mendapat bagian sebagai penjaga. Kau pasti senang sedangkan aku 7 kali berturut-turut menjaga terus”
“Hahaha” Tawa mereka
Kemudian tak lama..
“Jun..”
“Ishi..”
3 orang lelaki paruh baya datang ke taman bermain dan memanggil mereka.
“Wah itu ayahku sudah datang..” ucap Jun
“Ayahku juga..”
“Papa..”
Mereka bertiga kemudian langsung berlari menghampiri ayah mereka masing-masing yah kecuali Prian.
“Kami datang untuk menjemput kalian pulang..”
“Iya..” balas mereka
Terlihat keharmonisan hubungan antara ayah dan anak itu, Prian sedikit iri pada teman-temannya yang memiliki seorang ayah dan mendapat kasih sayang seorang ayah.
Prian terdiam di sana, dia sangat sedih karena diantara semua teman-temanya hanya dia yang tak memiliki seorang ayah.
‘Papa..’ batin sedih Prian
__ADS_1
Melihat Prian yang terdiam sendiri di sana membuat ayah Jun merasa tak tega.
“Prian..” Panggil Ayah Jun
Prian pun langsung menoleh ke arah ayahnya Jun.
“Ayo kita pulang bersama, aku akan mengantarmu pulang”
Prian sedikit senang, tapi perasaanya sedang kacau. Dia masih sedikit sedih..
“Tidak paman, terimakasih banyak. Aku bisa pulang sendiri, lagipula aku harus pergi ke suatu tempat. Sampai jumpa paman dan semuanya..” Ucap Prian kemudian langsung pergi dari taman bermain
“Prian..”
Jun, Ishi, dan Kei sangat khawatir dengan Prian, mereka paham. Prian pasti sedih karena diantara mereka hanya Prian yang tak memiliki seorang ayah.
Seperti biasa, jika suasana hatinya sedang buruk dia pasti akan pergi ke sungai untuk menenangkan hatinya.
Dia melemparkan bebatuan ke air terus menerus.
Prian teringat dengan teman-temanya tadi yang di jemput oleh ayah mereka. Prian benar-benar sangat iri dia juga ingin di jemput oleh ayahnya sendiri.
“Kenapa…”
“Kenapa..”
“Kenapa hanya aku yang tidak memiliki seorang ayah..”
“Aku sangat ingin memiliki seorang ayah juga, aku ingin mendapatkan kasih sayang seorang ayah juga. Aku ingin di jemput ayah juga..”
Tanpa sadar air matanya keluar membasahi kedua pipinya.
“Aku ingin bertemu dengan ayahku, aku ingin memilikinya..”
“Kenapa aku tidak bisa bersama dengan ayahku, aku ingin bersama denganya…”
Setelah suasana hatinya membaik dia pun berniat untuk segera pulang
Prian menghapus air matanya kemudian mencuci mukanya dengan air sungai itu. agar mamanya tidak curiga jika dia baru saja menangis.
“Baiklah aku harus segera pulang, hari sudah semakin malam. Mama nanti bisa khawatir, lebih baik pulang saja”
Jangan lupa vote,like, dan coment
__ADS_1