
Kimiko mulai melanjutkan perjalananya menuju kearah sumber mata air tersebut, dia mempercepat langkahnya agar sampai secepatnya tapi kemudian tiba-tiba muncul seseorang.
Tak..Tik..Tok..
Terdengar suara langkah kaki kuda dari arah belakangnya, kemudian langkah kaki kuda itu mulai mendekat kemudian.
“Hey Nona” panggil seseorang
Kimiko reflex menengok siapa yang sepertinya memanggilnya, dan ternyata yang memangginya adalah seorang laki-laki yang tengah mengendarai kereta kuda miliknya.
Kimiko pun menghentikan langkahnya.
“Ada apa?” Tanya Kimiko
“Eh! Tidak ada, aku hanya ingin bertanya apa yang kau lakukan sendirian disini”
“Tidak ada”
“apa kau ingin pergi ke suatu tempat? Aku akan memberikanmu tumpangan”
“Apa aku bisa mempercayaimu?”
“ Bukan hobiku menyakiti perempuan cantik sepertimu”
“Baiklah”
Walaupun sedikit waspada jika laki-laki ini orang buruk tapi mau bagaimana lagi. Dia harus cepat sampai di tempat mata air tersebut.
Kimiko pun menaiki kereta kuda tersebut
“Nona kemana tujuanmu pergi?” ucap laki-laki tersebut sambil menjalankan kereta kudanya
“Apa kau pernah mendengar sumber mata air?”
Kriettt
Braaakkk!
Kereta tiba-tiba berhenti mendadak sehingga membuat Kimiko hampir terjatuh,
“A-apa yang kau lakukan?! Apa kau ingin membunuhku?!” seru Kimiko
“S-sumber mata air apa anda tidak salah tempat?!” ucap laki-laki tersebut dengan suara bergetar.
“Tidak, itu memang tempat yang ingin aku kunjungi”
__ADS_1
“Jangan ke sana nona!” seru laki-laki itu
“Memangnya kenapa?” Tanya Kimiko yang sedikit kaget melihat laki-laki itu tiba-tiba melarangnya
“Apa anda tidak tahu nona? Sekarang ini sumber mata air itu tengah terkena racun, anda tahu bahkan saya mendengar jika warga sekitar mengalami sebuah penyakit serius akibat mereka meminum air sumber mata air. Banyak warga yang sudah terjangkit penyakit aneh itu. Aku sarankan jika anda ingin selamat jangan pergi ke sana nona” Ucap laki-laki itu
“Apa maksudmu? Bagaimana bisa sumber mata air itu bisa teracuni?” Tanya Kimiko
“Detailnya saya kurang mengerti tapi yang saya tahu saat itu tempat itu terlalu berbahaya untuk dikunjungi”
‘ Itu berarti Zen memang benar-benar dalam bahaya, apakah dia juga terkena racunnya? Kumohon semoga Zen baik-baik saja’ batin Kimiko
“Maaf tapi aku memang benar-benar harus kesana” ucap Kimiko
“Kenapa anda bersikeras untuk pergi ke sana? Nyawa anda akan dalam bahaya nona”
“Aku ada keperluan penting disana, dan aku benar-benar harus kesana”
“keperluan?”
“Kau tidak perlu tahu, yang penting aku benar-benar harus kesana apapun yang terjadi”
Melihat wajah serius Kimiko, dapat dipastikan jika Kimiko memang benar-benar harus ke sumber mat air tersebut. Melihat keguguhan Kimiko, laki-laki itupun jadi tidak berani membantahnya lagi.
“Tidak apa-apa aku sudah sangat berterimakasih padamu” ucap Kimiko
Lelaki itupun mempercepat kereta kudanya, Kimiko menjadi sangat khawatir dengan Zen mendengar jika tempat yang didatanginya sangat berbahaya.
‘ Zen apapun yang terjadi tetaplah dalam keadaan baik-baik saja’ Batin Kimiko
Hari sudah semakin siang, Kimiko sudah hampir sampai ditempat mata air tersebut.
Kemudian saat dia sudah mulai memasuki wilayah itu dia sangat terkejut melihat ada beberapa tanaman yang mati disekitar aliran sungai kecil.
“A-apa ini? Banyak sekali tanaman yang mati” Gumam Kimiko
“Itu karena air tersebut sudah teracuni, aliran air sungai ini berasal dari sumber mata air yang teracuni nona”
“mengerikan sekali”
“Anda bisa melihat hanya tanaman yang letaknya paling dekat dengan aliran sungai yang hampir semuanya mati teracuni. Saya sudah memperingatkan anda nona jika tempat itu sangat berbahaya untuk saat ini”
“…” Kimiko diam seribu bahasa melihat pemandangan mengerikan ini, ia tak menyangka jika keadaan ini sudah jauh lebih parah dari yang dia duga.
Beberapa menit kemudian tiba-tiba kereka kuda berhenti.
__ADS_1
“Ada apa?”
“Nona kita sudah sampai, seperti yang saya katakan saya hanya bisa mengantar anda sampai setengah jalan saja. Maafkan saya nona”
“Tidak apa-apa, terimakasih untuk tumpanganya”
“ Bukan apa-apa nona”
Kimiko pun turun dari kereta kuda
“baiklah maaf tidak bisa lama, saya harus pergi”
“baiklah, terimakasih banyak untuk tumpanganya”
“sampai jumpa nona dan hati-hatilah jaga diri anda baik-baik” Ucap Laki-laki itu kemudian langsung pergi meninggalkan Kimiko
Kimiko tak mau membuang banyak waktu, dia pun langsung bergegas menuju sumber mata air tersebut.
Dia bisa merasakan rumput-rumput yang dia pijak terasa kering dan kasar terlihat jika warna rumput itu perlahan berubah menjadi cokelat.
“Aku harus cepat”
Kimiko langsung mempercepat langkahnya agar dirinya sampai di mata air tersebut.
Tak lama kemudian ia dapat melihat sebuah perdesaan, dan ada sebuah papan bertuliskan “ Desa Sumber Mata Air”
Tak salah lagi desa tersebut adalah desa tempat sumber mata air itu berada.
Kimiko pun langsung berlari menuju ke desa tersebut.
Tapi dia sangat terkejut mendapati suasana desa tersebut yang mencekam dan sangat suram sekali. Bahkan desa itu terasa sanga sepi sekali seperti telah ditinggalkan.
Kimiko dengan berani memasuki wilayah desa itu, dia mencermati kondisi desa tersebut.
Desa itu terlihat menyeramkan,sepi,suram dan berantakan.
“Apa yang sebenarnya terjadi, di mana semua warga desa ini?” gumam Kimiko
Tiba-tiba terdengar suara teriakan histeris di desa tersebut
“Aaarrrggghhh tolong aku!!!”
“Apa itu?!”
(Jangan lupa like dan vote ya biar author tambah semangat melanjutkan ceritanya😉 dan juga jangan lupa tinggalkan komentar yang mendukung😁)
__ADS_1