Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran

Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran
Episode 3


__ADS_3

Meongggg



Meonggg



Meonggg



"Suara kucing?" Heran Kimiko



Kimiko melirik ke sekitar mencoba mencari sumber suara ini.



"Dimana kucingnya?"



Kimiko mencari-cari keberadaa kucing tersebut, dia mulai berjalan menuju kesumber suara.



"Suaranya semakin keras" gumam Kimiko



Kimiko mulai mendekati asal suara.



"Ahh ketemu, memang benar ada kucing" ucap Kimiko



"Tapi kenapa dia ada dipohon? Apa dia tidak bisa turun?" Heran Kimiko



Kimiko mulai mendekati kucing itu, terlihat kucing ini terus mengeong dan ketakutan.



"Bagaimana ini? Kucing ini sepertinya sangat ketakutan. Aku harus menolongnya"



Putri Kimiko saat ini balkon lantai 2 tepat disamping pohon yang dinaiki kucing tersebut, dia berusaha menggapai kucing tersebut dengan tanganya.



"Tanganku sulit menggapainya"



Tangan kanan Kimiko mencoba untuk menggapai kucing tersebut, sedangkan tangan kirinya memegang pagar kecil didepanya untuk menjaga agar dia tidak jatuh.



Kimiko terus berusaha untuk menolong kucing tersebut, bahkan dia tidak sadar jika tubuhnya mulai kehilangan keseimbangan.



"S-sedikit lagi aku b-bisa menggapainya"



Kimiko masih terus mencoba menggapai kucing tersebut, tinggal sedikit lagi dia berhasil menggapainya.



Pangeran Yoshiaki saat ini sedang jalan-jalan berkeliling kastil setelah pertemuan dengan Raja Hosiko berakhir.



Dia sedikit kagum karena istana ini sangat menjaga kelestarian tanaman.


Terlihat sangat banyak tanaman bunga yang tumbuh dengan suburnya.



"Mereka benar-benar menjaga keindahan alam" gumam Pangeran Yoshiaki.



Tepat saat Pangeran Yoshiaki sedang menikmati keindahan tanaman bunga, tiba-tiba pandanganya tertuju ke suatu tempat.



"Putri Kimiko?!" Kaget Pangeran Yoshiaki



Pangeran Yoshiaki terkejut saat mendapati Putri Kimiko sedang melakukan hal yang berbahaya.



Pangeran Yoshiaki tanpa pikir panjang langsung berlari menuju kearah Putri Kimiko



"BAHAYA!! APA YANG KAU LAKUKAN PUTRI KIMIKO?! CEPAT TURUNLAH!" seru Pangeran Yoshiaki sambil terus berlari kearah Putri Kimiko



Putri Kimiko sendiri kaget saat mendengar suara Pangeran Yoshiaki memanggilnya.



Sontak ia langsung mengalihkan pandanganya ke arah Pangeran Yoshiaki.



Terlihat dia sedang berlari menuju ke arahnya.



"P-pangeran Yoshiaki?!"



Karena lengah, Tangan kiri Kimiko tergelincir sehingga tubuhnya kehilangan keseimbanganya.



"Akhh!!"



Putri Kimiko akan segera terjatuh, tapi tepat sebelum benar-benar jatuh. Dia nekat langsung melompat dan menggapai kucing tersebut.


Dia memeluk Kucing tersebut dengan erat kemudian memejamkan matanya bersiap untuk Jatuh.



"PUTRI KIMIKO!!"





Brukkkk!!!





Tepat sebelum tubuh Putri Kimiko mengenai tanah, Pangeran Yoshiaki berhasil menangkap tubuh Kimiko dengan cepat.



Putri Kimiko membuka matanya dan terkejut melihat Pangeran Yoshiaki menyelamatkanya.



"P-pangeran Yoshiaki?!" Kaget Kimiko



"Bodoh! Apa yang kau lakukan!? Kau nyaris terluka" seru Pangeran Yoshiaki



"M-maafkan aku Pangeran Yoshiaki" sesal Kimiko



Pangeran Yoshiaki kemudian menghela nafas karena merasa lega akhirnya putri Kimiko tidak terluka.



Pangeran Yoshiaki menurunkan Putri Kimiko dari gendonganya.



"Aku juga minta maaf Putri Kimiko" balas Pangeran Yoshiaki



"Ehh? Kenapa kau minta maaf? Kau tidak berbuat salah" ucap Putri Kimiko



"Aku minta maaf, karena aku tadi sempat lancang membentakmu" jawab Pangeran Yoshiaki



"Itu bukan salahmu, ini adalah salahku. Jangan meminta maaf seperti ini" ucap Putri Kimiko



"Baiklah, Putri Kimiko apa kau baik-baik saja? Apa kau terluka?"



"Aku baik-baik saja Pangeran Yoshiaki, terima kasih telah datang untuk menolongku"



"Apa yang kau lakukan tadi?! Itu tadi sangat berbahaya" ucap Pangeran Yoshiaki



"Maaf, tadi aku hanya mencoba untuk menolong kucing ini. Tapi karena lengah, tanganku tergelincir dan aku kehilangan keseimbangan tubuhku" jawab Putri Kimiko



"Kucing?"



"Kucing ini terus mengeong sedari tadi, dia pasti ketakutan karena tidak bisa turun. Jadi aku mencoba menyelamatkanya" ucap Putri Kimiko



"Kau berusaha menyelamatkan kucing ini, walaupun kau sendiri nantinya kau juga akan dalam bahaya. Kau benar-benar sangat baik hati dan pemberani, aku kagum terhadap keberanianmu. Tapi lain kali jangan membuat oranglain menjadi khawatir seperti ini. Kau tau, jantungku terasa mau lepas saat kau hampir terjatuh tadi" ucap Pangeran Yoshiaki



"M-maafkan aku"



Putri Kimiko merasa menyesal, tapi jauh dilubuk hatinya dia saat ini sedang tersipu karena Pangeran Yoshiaki begitu peduli dan khawatir padanya.



Pandangan Pangeran Yoshiaki kemudian tertuju pada salah satu tangan Kimiko.



"Tanganmu terluka" ucap Pangeran Yoshiaki


__ADS_1


Putri Kimiko sendiri tidak menyadari jika tanganya terluka dan mengeluarkan sedikit darah.



"Ahh, kau benar. Tapi tidak apa-apa, luka kecil ini aku bisa mengatasinya sendiri"



"Jangan meremehkan sebuah luka, jangan menganggapnya ringan."



Pangeran Yoshiaki mendekat dan mengambil Kucing tersebut dari Pelukan Kimiko, kemudian menarik salah satu tangan Kimiko yang tidak terluka.



"K-kau mau membawaku kemana?"



"Sudah kau ikut saja"



Kimiko terus mengikuti kemana Pangeran Yoshiaki pergi.



Pangeran Yoshiaki menarik tangan Kimiko menuju kearah sebuah taman, disana terdapat air segar yang memancur.



Mereka berhenti tepat disamping Pancuran air tersebut.



Pangeran Yoshiaki menurunkan kucing yang tadi digendongnya, kemudian kucing tersebut berlari menjauh.



"Apa yang kau lakukan Pangeran?" Tanya Putri Kimiko



"Kemarikan tanganmu yang terluka" ucap Pangeran Yoshiaki



"Ehh, ini-"



"Kemarikan tanganmu" potong pangeran Yoshiaki



"B-baiklah"



Putri Kimiko kemudian mengulurkan tanganya yang terluka kearah Pangeran Yoshiaki.



Pangeran Yoshiaki menangkap tangan Kimiko dengan lembut dan hati-hati. Kemudian membasuh luka tersebut dengan air pancuran tadi.



"Kau tau, jika kau tidak segera membersihkan lukamu. Maka akan terjadi infeksi dan dapat membahayakan dirimu sendiri" ucap Pangeran Yoshiaki masih terus membasuh luka Putri Kimiko dengan hati-hati.



Putri Kimiko hanya terdiam, kagum atas apa yang dilakukan Pangeran Yoshiaki terhadapnya.


Dia tersipu saat melihat Pangeran Yoshiaki bagitu sangat peduli terhadapnya, bahkan hanya luka kecil saja Pangeran Yoshiaki juga khawatir.



Setelah selesai membasuh tangan Putri Kimiko, pangeran Yoshiaki kemudian membalut luka tersebut dengan sebuah kain.



"Biarkan lukanya sembuh dengan sendirinya, usahakan agar kau tidak mencoba membawa sesuatu yang berat dengan tanganmu ini, kau mengerti?" Ucap Pangeran Yoshiaki



Putri Kimiko sendiri justru melamun sambil memandang Pangeran Yoshiaki.



"Putri Kimiko?Putri Kimiko ?"



Pangeran Yoshiaki terus menyebut nama Putri Kimiko untuk menyadarkan Putri Kimiko sendiri.



Karena tidak mendapat respon dari Putri Kimiko, pangeran Yoshiaki kemudian melambaikan tanganya tepat didepan wajah Putri Kimiko .


Dan berhasil, Putri Kimiko akhirnya kembali sadar dari lamunanya.



"Kau melamun ya?" Tanya Pangeran Yoshiaki



"Ahh m-maafkan aku Pangeran" jawab gagap putri Kimiko



"Apa yang kau pikirkan?"



"Ehh..bukan apa- apa bukan apa-apa" panik Putri Kimiko



Pangeran Yoshiaki sendiri justru malah terkikik geli melihat respon Putri Kimiko.




"Bukan apa-apa" balas Pangeran Yoshiaki



"B-begitu ya"



"Ngomong-ngomong, berhentilah menyebutku dengan sebutan ^Pangeran Yoshiaki^ panggil aku saja ^Yoshiaki^ " ucap Pangeran Yoshiaki



"Ehh.. tapi itu benar-benar tidak sopan. Bagaimana mungkin aku menyebutmu dengan sebutan seperti itu Pangeran" balas Putri Kimiko



"Kau tau, aku lebih suka jika kau memanggilku dengan sebutan ^Yoshiaki^ . Itu akan membuatku merasa menjadi lebih dekat denganmu. Jika kau terus memanggilku dengan sebutan ^Pangeran^ aku justru akan merasa jika Kau dan aku hanya dibatasi oleh status saja. Aku ingin berteman denganmu Putri Kimiko"



"Apa kau yakin ini tidak apa-apa" tanya Putri Kimiko



"Benar, coba sekarang kau panggil namaku dengan sebutan tadi"



"B-baiklah Y-Yoshiaki" ucap gagap Kimiko



"Aku suka itu, jika kita sedang bersama seperti ini. Teruslah panggil aku dengan sebutan seperti itu. Aku akan sangat senang jika kau mau melakukanya" ucap Pangeran Yoshiaki



"B-baiklah, tapi kau juga harus mulai berhenti memanggilku dengan sebutan kaku seperti itu. Panggil aku dengan sebutan ^Kimiko^ saja."



"Baiklah Kimiko, salam kenal" ucap Pangeran Yoshiaki sambil mengulurkan tangannya.



Kimiko sendiri dengan senang hati menerima uluran tangan tersebut.



"Salam kenal juga Yoshiaki" balas Kimiko



Mereka saling melempar senyum satu sama lain.



Jauh dari mereka, terdapat 3 orang menyaksikan keakraban mereka dibalik sebuah jendela.



"Sepertinya mereka sudah mulai mengenal satu sama lain" ucap Ratu Makoto



"Sepertinya Kimiko sudah hampir mendapatkan jawaban yang dibutuhkanya. Ini tidak akan ada masalah" ucap Raja Hosiko



"Kimiko, semoga kau bahagia selalu sayang" ucap Ratu Yuna



Mereka ikut tersenyum melihat kedekatan antara Putri Kimiko dan Pangeran Yoshiaki



♢ ♢ ♢



Ruang Makan Istana



Saat ini keluarga kerajaan Mizumitakai sedang melakukan acara makan malam bersama seperti biasanya, tapi untuk kali ini mereka tidaklah sendirian.


Pangeran Yoshiaki dan Ratu Makoto juga ikut bersama dengan mereka menikmati makan malam.



"Kimiko.." panggil Yoshiaki



"Hm.. ada apa?" Tanya Kimiko



"Apa besok kau ada waktu?" Tanya Yoshiaki



"Iya aku ada waktu"



"Hahh syukurlah, besok apa kau mau menemaniku jalan-jalan disekitar ibu kota?" Tanya Yoshiaki



"Jalan-jalan? Hm..Baiklah aku akan menemanimu besok" balas Kimiko



"Benarkah? Terimakasih Kimiko" balas Yoshiaki


__ADS_1


Ratu Makoto,Ratu Yuna dan Raja Hosiko hanya tersenyum melihat kedekatan antara Yoshiaki dan Kimiko.



Pagi Hari



Seperti yang dikatakan tadi malam, saat ini Kimiko sedang bersiap-siap untuk pergi menemani Pangeran Yoshiaki jalan-jalan diibukota.



"Baiklah, kurasa penampilanku sudah sempurna" ucap Kimiko



Kimiko kemudian pergi menuju ketempat yang sudah dijanjikan.



Dia berpenampilan sederhana layaknya rakyat pada umumnya, dia ingin agar bisa menikmati jalan-jalan kali ini dengan santai tanpa adanya rombongan rakyat yang akan menghampirinya.



Kimiko sudah sampai ditempat yang sudah dijanjikan, disana juga sudah terdapat Pangeran Yoshiaki yang juga ikut berpenampilan sederhana layaknya rakyat pada biasanya.



Putri Kimiko menghampiri Pangeran Yoshiaki



"Selamat pagi Yoshiaki" sapa Kimiko



"Selamat pagi juga Kimiko" balas Yoshiaki



Walaupun penampilanya berubah, tapi karisma seorang pangeranya masih melekat didirinya. Wajahnya juga tetap terlihat tampan walaupun tidak memakai pakaian bangsawanya.



"Apa kau sudah siap Kimiko?" Tanya Yoshiaki



"Hm.. tentu saja" jawab Kimiko



Kimiko dan Yoshiaki mulai melangkahkan kakinya keluar kastil dan menuju ke arah ibu kota.



Disana para rakyat sudah memulai aktivitas mereka.


Ada yang sedang bekerja di kebun dan ladang, dan ada juga yang sedang mempersiapkan daganganya.



"Hahhhh sudah lama sekali aku tidak keluar istana seperti ini" seru Kimiko sambil menikmati kesegaran pemandangan dan udara dipagi hari.



"Apa kau selalu didalam kastil setiap hari? " tanya Yoshiaki



"Itu benar, aku selalu dilarang keluar kastil sendirian. Aku hanya akan diizinkan keluar tetapi akan ada banyak prajurit yang mengawalku dan aku benci itu semua. Aku jadi tidak bisa bersantai-santai" ucap Kimiko



"Itu memang hal yang merepotkan, jadi kau tetap diam dikastil?" Tanya Yoshiaki



"Hm.. tidak juga sih, kadang jika aku benar-benar ingin keluar. Aku terpaksa menyelinap keluar kastil, tapi nantinya aku juga akan berakhir dengan hukuman" T_T balas Putri Kimiko



"Jadi untuk kali ini, kau bisa bersantai sepuasmu. Karena untuk kali ini juga aku sendiri yang akan melindungimu Kimiko" ucap Yoshiaki



Kimiko tersipu dengan apa yang dikatakan oleh Yoshiaki, Yoshiaki sendiri yang akan melindunginya kali ini.



"Ada apa Kimiko? Apa ucapanku salah?"



"Ehh tidak b-bukan apa-apa. Aku hanya senang saja "



"Hmmm..??"



"L-lupakan lupakan! Kalau begitu ayo kita bersenang senang Yoshiaki" ucap Kimiko kemudian tanpa dia sadari, tanganya sendiri menarik tangan Yoshiaki untuk pergi ke ibu kota segera.



Sedangkan Yoshiaki ia juga ikut senang, akhirnya putri Kimiko mulai bisa menerimanya.


Dia pun membalas genggaman tangan Kimiko dan ikut berlari kemana Kimiko menariknya.



Akhirnya mereka sampau diibu kota, disana sangat ramai penduduknya.


Banyak toko-toko telah terbuka, dan siap melayani para pembeli.



"Ramai sekali!" Seru Kimiko



Saat menoleh kearah putri Kimiko, tanpa sengaja Yoshiaki dapat menangkap wajah senang dan bahagia yang muncul diwajah Kimiko. Dia tersenyum lebar yang tanpa sengaja membuat Pangeran Yoshiaki tersipu melihat senyumanya.



Kimiko sendiri sadar atau tidak sadar masih belum melepaskan genggaman tanganya pada Yoshiaki.


Yoshiaki tidak keberatan soal ini, dia justru sangat senang bisa sedekat ini dengan Putri Kimiko.



"Yoshiaki lihat! Ada toko Pai Apel buka disana, ayo kita pergi kesana!" Seru Kimiko dengan senyum sumringahnya



"Baiklah" jawab Yoshiaki tak kalah senangnya



Kimiko kembali menarik tangan Yoshiaki menuju kedai Pai Apel yang ditunjuk oleh Kimiko.



Setelah sampai dikedai tersebut, Kimiko langsung memesan Pai Apelnya.



"Paman saya pesan pai apelnya" ucap Kimiko



"Baiklah nona, mohon tunggu sebentar" balas Penjual Pai itu



"Baik paman" balas Kimiko



"Sepertinya kau sangat senang sekali" ucap Yoshiaki



"Tentu saja! Kau tau, setiap kali aku pergi ke ibu kota, aku pasti akan membeli pai apel. Karena aku suka sekali pai apel, rasanya benar-benar manis" senang Kimiko



"Nona ini pesanannya" ucap sang Penjual



"Ahh terimakasih paman, kalau begitu ini-"



"Ini uangnya, kembalianya ambil saja" potong Yoshiaki yang tiba-tiba menyondorkan uang kepada penjual tersebut



"T-tunggu dulu, aku bisa membayarnya" ucap Kimiko



"Tidak perlu khawatir, aku sendiri juga ingin mentraktirmu" balas Yoshiaki



"A-apa benar tidak apa-apa?" Tanya Kimiko



"Benar" balas Yoshiaki



" kalau begitu terima kasih Yoshiaki" balas Kimiko dengan senyum manisnya yang kembali terukir diwajahnya.



Yoshiaki juga kembali ikut tersenyum saat melihat Kimiko kembali mengukir senyum manisnya.



Entah kenapa setiap kali Kimiko tersenyum, senyumanya selalu bisa menenangkan dirinya. Dan dia tidak bisa jika tidak ikut tersenyum melihatnya.



Kimiko dan Yoshiaki kembali berjalan-jalan mengitari Ibu kota...



"Ini benar-benar enak!" Senang Kimiko



"Syukurlah jika kau senang" balas Yoshiaki



"Ini memang benar-benar sangat enak dan manis, hey Yoshiaki cobalah. Ayo buka mulutmu" ucap Kimiko saat menyondongkan Pai miliknya ke Yoshiaki



"T-tidak usah, kau makan saja" balas Yoshiaki



Kimiko justru malah mengembungkan pipinya sehingga wajahnya berubah menjadi menggemaskan dan semakin manis.



"Bu-ka mu-lut-mu" ucap Kimiko dengan penuh penekanan



"Hahh baikah tuan Putri, seperti yang kau inginkan"



Yoshiaki mulai membuka mulutnya dan Kimiko menyuapinya dengan Pai Apel tadi.


__ADS_1


__ADS_2