Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran

Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran
Episode 112


__ADS_3

Nenek justru memasang raut wajah sedih


Dia kemudian memeluk Prian, kemudian mencium rambut Prian


"Terimakasih"


Prian justru bingung maksud kata terimakasih itu


"Maafkan saya yang mulia, tapi saya tidak akan ikut pergi bersama kalian" terang nenek


"Apa?!" Kaget Prian,Kimiko, dan Yoshiaki


"Nenek, kenapa nenek tidak mau ikut?" Tanya Prian


"Prian maafkan nenekmu ini, tapi nenek tidak bisa ikut denganmu pergi. Maafkan nenek" jawab nenek


"Kenapa?!" Tanya Prian


"Kerajaan Fujimoto adalah tanah kelahiran nenek, dari kecil nenek tinggal disini. Nenek sangat mencintai negeri ini, negeri ini bagi nenek adalah sebuah harta yang begitu berharga. Nenek sudah menyerahkan seluruh hidup nenek demi negeri ini, tinggal disini, hidup disini, dan membantu negeri ini. Sudah banyak kenangan yang telah nenek lakukan disini, nenek sangat mencintai negeri ini. Semua orang disini, nenek juga mencintai mereka. Mereka selalu membantu nenek, menemani nenek, dan terus bersama nenek. Ini adalah tanah kelahiran nenek, nenek tidak bisa meninggalkan mereka semuanya. Sungguh tidak bisa" jawab nenek


"Tapi aku mau nenek ikut! Ku mohon ikutlah bersamaku" ucap Prian


Tanpa sadar, air mata Prian mulai keluar dan mengalir membasahi pipinya.


Nenek mengepalkan tanganya, sungguh dia benar-benar tidak ingin melihat air kata Prian. Hatinya tidak bisa melihat air mata cucunya ini.

__ADS_1


"Prian tolong mengertilah, nenek sungguh tidak bisa pergi meninggalkan negeri ini" balas nenek


"Tapi aku tidak bisa meninggalkan nenek sendirian hiks hiks. Aku tidak mau nenek jadi sendirian, siapa yang akan menemani nenek setelah aku dan mama pergi?!"


"Nenek baik-baik saja disini, lagipula nenek juga tidak sendirian. Ada banyak orang yang akan menemani nenek disini" balas nenek


"Tidak mau! Pokoknha nenek harus ikut denganku! Aku tidak mau tahu!" Seru Prian


"Prian ku mohon.."


Prian langsung berlari menghampiri ayahnya.


"Hiks..hiks.. papa! Katakan pada nenek bahwa nenek harus ikut dengan kita! Papa sudah bilang bukan jika papa akan membawa nenek bersama kita. Katakan pada nenek, hiks hiks dia harus ikut dengan kitam papa tolong katakan pada nenek hiks hiks aku tidak mau berpisah denganya. Hiks tidak mau!"


"Prian.."


Prian kemudian langsung berlari menuju ke arah ibunya


"Mama! Mama katakan juga pada nenek jika dia harus ikut dengan kita! Mama katakan pada nenek jika dia tidak boleh meninggalkan kita! Tidak boleh, dia harus ikut kita pulang!"


"Tapi Prian.."


Prian memohon kepada kedua orangtuanya agar membujuk neneknya agar mau ikut bersama mereka, tapi Yoshiaki dan Kimiko juga bingung harus bagaimana.


"Jika nenek tidak mau pergi! Aku juga tidak akan pergi! Aku tidak mau pergi meninggalkan neenk hiks hiks aku tidak mau nenek sendirian hiks tidak mau!" Seru Prian

__ADS_1


Semuanya di buat kaget dengan ucapan Prian barusan termasuk Nenek sekalipun.


Air mata nenek juga hampir keluar tapi dia mati-matian menahan air matanya agar tidak keluar. Dia tidak boleh lemah, apapun yang terjadi dia harus bisa membujuk Prian agar membuatnya menerima keputusanya.


Nenek kemudian menghampiri Prian


"Prian jangan begitu! Kau tidak boleh seperti itu! Kau harus pergi, pergi ke rumahmu yang sebenarnya. Tinggal bersama dengan ayahmu dan ibumu di istana yang besar" ucap Nenek


"Aku tidak peduli! Aku tidak peduli mau itu istana besar atau rumah kecil, aku tidak peduli! Aku hanya ingin bersama nenek itu saja! Jika nenek tidak ikut aku juga tidak mau pergi!!"


Plaakk!!


Nenek tiba-tiba menampar Prian, semua orang kaget termasuk Kimiko dan Yoshiaki.


Prian syok, ini adalah pertama kalinya neneknya menamparnya.


Nenek tidak pernah melakukannya selama ini, dia selalu lembut padanya dan ini pertama kalinya nenek menamparnya.


"N-nenek.." kaget Kimiko


"P-pangeran.."


Semuanya ikutan syok melihat nenek yang menampar Prian cukup keras.


Jangan lupa like,vote, dan beri komentar ya :)

__ADS_1


__ADS_2