Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran

Ikatan Seorang Putri Dan Seorang Pangeran
Episode 52


__ADS_3

“Cocok untukmu, ku mohon terimalah. Aku akan sangat senang jika kau mau menerimanya dan memakainya saat pesta ulang tahunku. Aku akan merasa sangat sedih jika kau tidak mau menerima hadiahku”


“Zen kau jangan bersikap kekanak kanakan, aku tidak akan termakan oleh rengekkanmu lagi” tegas Kimiko


“Baik! Jika kau tidak menerima hadiahku, aku juga tidak akan menerima hadiah dari siapapun, baik itu dari para bangsawan atau keluarga kerajaan”


“Hey! Kau tidak bisa melakukan itu!”


“masa bodoh! Jika kau tidak mau menerimanya aku juga tak akan mau menerima hadiah apapun titik!”


“Zen..Kau” Kesal Kimiko


“Terima atau tidak?!”


“baik-baik aku terima, untuk kali ini aku akan mengalah” kesal Kimiko


“baik terimakasih”


“Ah ngomong-ngomong aku ingin menanyakan suatu hal” Ucap Zen


“Apa yang ingin kau tanyakan?” Tanya Kimiko


“Waktu itu, bagaimana kau bisa datang ke desa mata air itu? Tidak, maksudku bagaimana kau bisa keluar dari Ibu kota? Padahal penjagaan sedang ketat?” Tanya Zen


“Oh, ibu kota memang ketat saat itu, tapi kau terlalu meremehkanku. Aku punya ide untuk bisa lolos dari para prajurit itu”


“benarkah? Bagaimana caranya?” Tanya Zen


“R-A-H-A-S-I-A” balas Kimiko


“Menyebalkan sekali” kesal Zen


“Lalu, apa kau datang kemari hanya untuk mengirim ini dan menanyakan itu?”


“Tentu saja tidak, aku juga masih punya urusan denganmu”


“hm..?”

__ADS_1


Zen memberikan sebuah surat pada Kimiko


“Surat? Untuk apa?” Tanya Kimiko


“Bukan surat, ini adalah kartu undangan ulangtahunku”


Kimiko menerimanya dengan senang hati


“Jangan lupa datang”


“baik terimakasih pangeran Zen, aku pasti akan datang”


“prian dan nenek juga harus datang”


“Iya”


Tiba-tiba Prian muncul dari ruangan, karena sedari tadi ia mendengar ibunya mengobrol dengan seseorang makanya dia penasaran dengan siapa ibunya mengobrol.


“Lho Pangeran Zen, anda datang sepagi ini ada urusan apa?” Tanya Prian


“Yo Prian, aku kemari ingin mengirimkan undangan pada kalian”


“benar, jangan lupa datang ya”


“pasti aku akan datang”


“Aku akan sangat senang sekali jika kalian datang”


“lalu pangeran, apa ada yang kau inginkan sebagai hadiahmu?”


“Sejauh ini aku belum ada, kau tahu sendiri bukan. Barang-barang yang aku perlukan juga sudah tersedia semua. Apapun yang aku inginkan juga selalu di berikan” Balas Zen


“Memang benar sih, apa benar tidak ada barang yang kau inginkan tapi belum kau miliki?”


“Tidak ada” balas Zen


“Begitu ya”

__ADS_1


“Tapi apapun yang akan kau berikan padaku aku akan sangat senang sekali menerimanya. Aku tidak peduli entah barang itu mahal atau tidak yang penting adalah makna dari hadiah tersebut” Ucap Zen


“….”


“Aku tak bisa berlama disini, aku hanya datang untuk mengirimkan barang itu saja. Aku harus segera kembali ke Istana, aku sedikit sibuk mempersiapkan pestanya. “


“Baiklah kalau begitu, terimakasih atas undanganya”


“Iya” balas Zen


Zen pun pergi dari rumah Kimiko dan kembali ke Istana untuk mengurus tugas administrasinya dan juga tugas empersiapkan pesta tersebut.


“Mama..” panggil Prian


“Ada apa sayang?” tanya Kimiko


“Menurut mama, hadiah apa yang sebaiknya aku berikan?”


“Hm.. kau bisa memberikan apapun. Zen sudah mengatakanya bukan? Jika dia tidak peduli benda itu entah mahal ataupun tidak yang penting makna yang ada didalamnya”


“?? Aku tidak paham”


“Kau akan menemukan jawabanya, tidak tapi kau harus menemukanya sendiri. Karena ini adalah sesuatu yang harus kau pahami sendiri” Ucap Kimiko


“bagaimana aku menemukanya?”


“Mama yakin kau pasti akan menemukanya, ketika waktu yang tepat kau pasti akan temukan jawabanya” balas Kimiko


“hahh tetap saja aku tidak mengerti”


“Berikan saja dia sesuatu yang menurutmu akan dia sukai atau sesuatu yang tak akan bisa dia lupakan”


“Sesuatu yang tak bisa di lupakan? Apa lagi itu? Arrgghhh aku benar-benar bingung sekali” Frustasi Prian


“Kau terlalu memikirkan bagian luarnya saja, cobalah untuk memahami apa yang ada di dalamnya lebih dahulu sebelum kau menilai dari luarnya saja” Ucap Kimiko


“mama, jangan membuatku semakin kebingungan” Ucap Prian

__ADS_1


》**NEXT CHAPTER**《


Jangan lupa vote,like dan beri komentar yang mendukung ya J


__ADS_2